
Happy reading everyone stay safe and health
"bagaimana semua agen sudah siapkah, apa mereka bisa menemukan putraku" ucap Karan pada Rio yang sudah tahu kabarnya
"mereka sudah menemukan tempat lokasi terakhir tapi semuanya belum pasti" ucap Rio sudah berkomunikasi dengan agen rahasia
*****
Walaupun pernah menjadi seorang tentara dan agen rahasia Karan, Rio beserta teman seangkatan dan juga juniornya tidak pernah mempublikasikan jati diri mereka dan semua itu untuk kebaikan bersama tapi jika ada hal penting diantara senior sudah pasti mereka akan melaporkan pada anggota agar dibantu.
"bagaiman semua tim sudah ready" ucap Lewis yang berada di jakarta yang memimpin pasukan khusus karena Ryan tidak bergabung
Lewis saat ini di percaya untuk memegang kendali perusahaan yang berada di jakarta untuk beberapa tahun kedepan bersama Ryan mungkin suatu hari nanti mereka berdua akan di kirim ke luar negeri jika bisa bekerjasama.
"sudah pak kami semua siap berangkat" ucap seorang kesatria tangguh bernama Ashram
"baik tunggu aba aba dari saya, saya akan lapor bahwa kita siap menjalankan misi" ucap Lewis siap meninggalkan kantor
Karena semua orang sibuk dengan pekerjaan masing masing oleh karena itu tidak ada satu pun istri istri mereka yang tahu bahwa para suaminya bukan hanya seorang pekerja kantor biasa seperti yang lain karena mereka harus menyembunyikannya identitas mereka
***
"lapor dan kami semua sudah siap berangkat menjalankan tugas yang diberikan komandan" ucap Lewis melaporkannya
"baik tunggu beberapa menit lagi saya akan kabari kalian saat ini kami sedang melacak markas dan tempat persembunyian mereka" ucap Karan lalu memutuskan panggilannya
Haah bagaimana ini jika istriku tahu bahwa putranya diculik apa yang harus aku katakan
ucap Karan pada dirinya sendiri khawatir dan takut terjadi sesuatu pada putranya juga
Tok.. Tok.. Tok..
__ADS_1
"masuk" ucap Karan
"pak semuanya sudah siap dan kami sudah mengetahui tempat persembunyian mereka" ucap seorang karyawan devisi prajurit rahasia
"baik kalau begitu kamu dan pasukan jalan lebih awal nanti saya akan menyusul" ucap Karan memberi perintah pada pasukan rangers
"baik pak kami permisi" ucap karyawan devisi segera keluar dan menemui pasukan
Di lain tempat Lewis dan pasukannya berada di markas para penculik itu sementara Rio pergi ke tempat persembunyian penjahat lalu Ashram bersama pasukan rangers ke tempat utama yang akan dituju adalah dimana para penjahat itu menyimpan putranya dan bibinya.
Semuanya sudah bergerak menuju tempat yang akan di sergap oleh pasukan khusus dan para penjahat itu tidak tahu kalau yang diculik adalah putranya dari pimpinan agen rahasia atau tentara khusus bersama gabungan polisi devisi kriminal dan jenis kejahatan lainnya.
"pak lapor pak ternyata mereka tidak sedikit ada yang membantu mereka dan saat ini ada pergerakan menuju kediaman rumah bapak"
ucap Ashram yang mengetahui rencana para penculik saat tiba dan mendapati salah satu seorang penculik keluar dari persembunyian
"apa kalau begitu saya perintahkan pada kamu untuk membawa putranya saya dan bibi nya dalam keadaan baik baik saja tanpa ada yang kurang satupun dari keduanya, saya percayakan misi ini dengan kalian" ucap Karan langsung menutup panggilan
"kalian semua ikut saya dan kita semua di percaya untuk misi penyelamatan putranya komandan dengan baik tanpa kekurangan satupun, kamu ikut dengan saya kamu dan kamu bersama yang lainya.. ayo cepat" ucap Ashram segera bergegas berbagi formasi
*****
Bandung tempat kediaman Karan ternyata sudah diserang para penjahat yang sengaja berbagi tugas untuk merencanakan utamanya adalah sang istri dari pemilik perusahaan besar itulah yang akan disandera, mungkin akan diculik untuk selama lamanya dibawa pergi oleh seseorang yang sudah lama sekali menanti hal ini terjadi dan akan memilikinya.
"siapa kalian berani sekali kalian masuk tanpa permisi lebih dulu" ucap Stevie baru datang dari dapur membawa manisan untuk Tara
"jangan banyak tanya kamu kami tidak perlu ijin untuk masuk" ucap penjahatnya
"ada apa Stevie" ucap Tara sehabis dari toilet lalu berjalan mendekati adik iparnya
"ini kak ada orang tidak dikenal tiba tiba masuk ke rumah orang gitu aja" ucap Stevie
"kok bisa pak Azis dan pak Tian kemana memangnya kenapa bisa ada yang masuk" ucap Tara menayangkan para security depan
"aku juga engga tahu kak" ucap Stevie tidak menyadari bahwa rumah ini sudah disergap
__ADS_1
"hahaha percuma kalian berdua tidak akan bisa keluar dari sini karena semua penjaga dan security sudah kami bius semua temasuk pelayan dirumah ini lihat sepi kan hahaha" ucap penjahatnya lagi
"mau apa kalian kesini, berani sekali kalian menyerang orang orang lemah jika suamiku tahu kalian tidak akan diberi ampun" ucap Tara sedikit khawatir dengan kandungnya
"hahaha dimana suami mu panggil saja dia hahaha lagian percuma ketika dia datang istrinya sudah tidak ada disini lagi hahaha" ucap penjahatnya
"kak bagaimana ini akan takut mereka melakukan sesuatu dan takut kak kenapa kenapa, aku harus kasih tahu ka Karan" ucap Stevie yang hanya mengingat ka Karan
"kamu hubungi Farhan cepat selamatkan kita dari para penjahat ini cepat Stevie" ucap Tara memberikan kode agar Stevie segera pergi ke dalam toilet untuk menelpon adik dan kakak
Dalam hitungan detik Stevie pun berlari ke arah toilet sedetik kemudian para penjahat pun baru menyadari bahwa salah satu wanita yang akan menjadi sanderanya mencoba lari untuk meminta bantuan dari luar rumah dan salah satu dari penjahat pun ikut mengejarnya
"Stevie cepat telepon kakak dan adiknya" ucap Tara melihat adik iparnya di ikuti
"hahaha jangan mimpi mereka tidak akan datang karena sedang sibuk menyelamatkan putra mu hahaha ayo sayang kita main main" ucap atasannya para penjahat ini mendekat
"tidak mungkin putra ku ada bersama ayahnya kalian hanya bercerita mau apa kamu" ucap Tara melihat pergerakan penjahat mendekat
"tidak kita hanya akan bersenang senang sebentar sebelum bos besar datang hahaha" ucapnya lagi semakin dekat dan dekat
"jangan harap kamu bisa menyentuh ku.. akh" ucap Tara terhenti karena dibekap dan tutup mulutnya setelah penjahat bergerak cepat
"sudahlah sayang ayo ikut aku sekarang juga karena aku sudah tidak sabar melihat dirimu hahaha selama ini aku hanya membayangkan tubuh indah dan molek mu saja dalam foto tapi aku tidak menyangka bisa menikmatinya"
ucap atasannya penjahat yang terbakar gairah melihat wanita hamil ini terlihat sangat seksi
"emm emh" ucap Tara kesulitan karena mulutnya ditutup oleh tangan penjahat
"Aak.. kau rupanya sudah tidak sabar sampai menggigit tanganku baik kita bermain cepat" ucap atasannya penjahat
"tidak.. tolong lepaskan aku, aku mohon lepaskan aku akh" ucap Tara berteriak memohon agar di bebaskan
"hubby tolong aku hubby, tolong bebaskan aku hubby dari penjahat ini.. hubby aakh" ucap Tara berteriak memanggil suaminya
"percuma kamu memanggilnya sayang disini hanya ada kita berdua ayolah sayang cepat" ucap penjahat melepas Tara di tempat tidur
"jangan tolong jangan lakukan ini ku mohon jangan, hubby.. Aakhh.. hubby" ucap Tara berteriak memanggil manggil suaminya
Namun yang di panggil belum juga datang sementara disini sang istri sedang dilecehkan di hempaskan ke tempat tidur oleh penjahat itu lalu menarik pakaian Tara dengan paksa dan akhirnya robeklah baju atas yang dipakai.
__ADS_1