Menikahi Wanita Karena Jatuh Cinta

Menikahi Wanita Karena Jatuh Cinta
(Season 2) Chapter 78 Putra ku rusuh


__ADS_3

Happy reading guys stay safe and health


"hum kamu kenapa sih tiba tiba merajuk seperti ini memang tadi aku bilang apa hubby aku benar benar lupa" tanya sang istri yang benar benar lupa.


"yaa ampun kamu masih mudah sudah pelupa seperti ini sini aku bisikan" balas sang suami, Karan membisikkan istrinya.


"hhaa apa kamu serius aku berkata seperti itu hubby" tanya sang istri tak sadar jika dirinya mengatakan hal memalukan itu.


"hek'em baby sama kakak nya sudah tidur sayang karena ini jam 10 malam so may i touch you my dear wife" ucap sang suami


Lalu Karan mendekati istrinya perlahan lahan menciumi tangan sang istri lengan punggung sang istri sampai leher jenjang nya, harum wangi nya seperti mawar, lembut wangi dan bersih aroma istrinya.


"hubby ini baru jam 10 nanti kalau anak anak nangis atau bangun gimana" ucap sang istri karena biasanya sang putra sering kali datang ke kamarnya.


"tidak apa apa sayang ini lebih bagus kalau waktu berdua kita banyak dan anak anak belum juga datang kesini jadi mari kita nikmati waktu..aku sangat rindu kamu"


ucap sang suami mulai membuka pakaian atasnya dan baru mau membuka celana..


tok.. tok.. tok "mama.. mama sudah tidur belum" ucap sang putra dari luar pintu.


"em.. belum sayang ada apa sayang" ucap sang mama, Tara panik karena suaminya sudah membuka pakaian atas nya.


"hubby cepat pakai kembali baju mu cepat nanti putra keburu masuk" ucap sang istri


"mama aku masuk yah pintunya tidak di kunci jadi aku masuk yah mah" ucap sang putra membuka pintu kamar mamanya


"hubby kamu terlalu lambat cepat masuk ke dalam kamar mandi sebelum anakmu melihat kamu berantakan seperti ini" ucap sang istri lalu mendorong suaminya.


kleek.. "mama sedang apa kenapa lama sekali menjawab nya apa mama sudah mau tidur yah" tanya sang putra.


"um tadinya ada apa sayang kamu tidak bisa tidur lagi.. um sini mama bacakan dongeng sampai kamu mengantuk ok" ucap sang mama.


Untungnya suami itu sudah masuk ke dalam kamar mandi sebelum anaknya masuk jika tidak Tara tak tahu bagaimana cara menjelaskan pada putra kecilnya ini.


Kataj pun segera naik ke atas tempat tidur mamanya tapi tidak melihat keberadaan papanya itu mungkin saja di ruang kerja.

__ADS_1


"em mah papa dimana apa papa masih di tempat kerjanya" tanya sang putra.


"papa ada di dalam kamar mandi sebentar lagi juga keluar em kamu rindu yah sama papa" ucap sang mama.


"oh.. mah berapa lama kita disini" ucapnya senang berada di tempat yang indah.


"mama juga belum tahu sayang um mama tahu kamu pasti ingin tinggal disini yah" ucap sang mama.


"wah mama keren bagaimana mama bisa tahu pikiranku mah" tanya sang putra malah semakin jauh ke ngantuk.


Sesaat Tara berpikir sebentar jika selalu menjawab pertanyaan putranya terus menerus maka akan semakin malam anaknya tidur karena tidak habis habisnya.


"sayang nanti mama akan memilih rumah disini untuk kita liburan and know sudah waktunya kamu tidur sayang tutup mata mu dan dengarkan mama oke"


ucap sang mama, melantunkan nyanyian merdu untuk putranya ini.


lima menit 10 menit semakin terlelap dalam tidurnya 15 menit menit barulah putranya ini benar benar tertidur lelap.


Tara menaruh kepala putranya itu hati hati lalu tersenyum melihat wajah sang putra sangat mirip dengan suaminya benar benar copy an dari sang suami Karan.


"sayang putra sudah tidur mengapa kamu tidak memanggil aku" tanya sang suami


Karan keluar karena sudah bisa meredam hasrat dalam dirinya yang mengebu gebu dan untungnya istrinya mendorong nya ke dalam kamar mandi jika tidak Karan tidak tahu apa yang akan terjadi padanya.


"dia baru saja terlelap jika aku memanggil mu aku takut putra akan terbangun lagi um hubby kamu di dalam kamar mandi sangat lama apa yang kamu lakukan"


ucap sang istri lagi lagi Tara tersenyum mendengar kata kata suaminya.


"sepertinya aku tidak perlu menjelaskan hal ini sayang em kalau begitu aku akan bawa putra ke kamarnya dan kamu coba lihat baby apa terbangun karena lapar"


ucap sang suami mengangkat putra kecilnya membawa menuju kamarnya.


"baiklah aku mengerti hubby ayo" balas sang istri lalu membukakan pintu untuk suaminya yang membawa putranya.


Di dalam kamar putranya Karan terus menatap wajah sang putra yang sangat mirip sama persis seperti dirinya kecil.

__ADS_1


Tak sadar Karan meneteskan air matanya melihat putranya tumbuh dengan cepat tapi dirinya masih sibuk dengan pekerjaan dan tugas tugas yang membahayakan istri anak serta keluarganya yang berharga.


"hubby kamu kenapa hm apa karena tadi atau ada hal lain.. kenapa hubby" ucap sang istri Tara merasa bersalah jika memang seperti ini karena tadi.


"bukan sayang.. hhem kamu lihat wajah anak anak kita yang tertidur lelap wajah polos dan imut ini yang jarang sekali aku memperhatikan mereka berdua kini sudah tumbuh dengan cepat tapi aku tidak bisa menikmati waktu bersama anak anak"


ucap sang suami mengingat dirinya terlalu sibuk dengan bisnis dan pekerjaan lain.


"lihat wajah mereka aku tidak menyadari hal ini keduanya sangat mirip dengan ku bagaimana bisa aku masih sibuk seperti ini padahal aku berniat membawa kalian untuk liburan tapi aku malah.."


ucapnya lagi tak mampu melanjutkan kata katanya, Karan benar benar lupa waktu.


"em tidak semua manusia bisa mengatur dan mengatasi hidupnya dengan baik hubby kadang ada kalanya kita harus sakit dan terluka terlebih dulu, jadi kamu tidak harus khawatir apalagi menyesal karena apa yang kamu lakukan ini untuk kita"


ucap sang istri Tara menenangkan suami dengan mengelus elus bahunya suami.


"apakah kamu tahu hubby.. kamu adalah laki laki sejati suami yang sempurna dan papa yang bertanggung jawab karena kamu kita bisa menikmati liburan dan karena kamu lah papanya anak anak yang tampan dan cantik tanpa kamu aku tidak bisa memiliki mereka berdua coba lihat"


ucap sang istri menujukkan jari telunjuk nya pada putra putrinya itu.


"mereka tertidur dengan lelap dalam damai yang artinya mereka bahagia punya papa yang keren seperti superhero ini" ucap sang istri lalu Tara tersenyum melihat suami yang mendengarkan kata katanya dan mengangkat tangannya.


"kamu ada disini hubby dan akan selalu di tempati oleh kamu dan juga anak anak aku yakin di masa depan Kataj dan baby Kalin berterimakasih juga bersyukur karena punya papa yang keren seperti kamu"


ucap sang istri menyakinkan suaminya.


Karan mulai tersenyum melihat istrinya yang selalu menyakinkan dirinya di kala jatuh dan tersesat bagaimana bisa pria sepertinya menikah dengan wanita sebaik istri Tara pahala apa yang di perbuatan.


"apakah itu benar sayang.. maafkan aku karena aku selalu membuat kamu capek seharusnya aku bisa sedikit lebih mengerti tapi kenapa setiap melihat kamu aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri sayang"


ucap sang suami tidak tahu mengapa sangat sulit mengendalikan dirinya ini.


"tentu saja benar hubby dan aku memilih kamu menjadi imam ku karena aku yakin bahwa bersama kamu surga semakin dekat dan indah"


ucap sang istri, Tara memang benar benar bersyukur karena menikah dengannya.

__ADS_1


__ADS_2