Menikahi Wanita Karena Jatuh Cinta

Menikahi Wanita Karena Jatuh Cinta
(Season 2) Chapter 47 Persiapan


__ADS_3

Happy reading everyone stay safe and health


"aku tidak mengatakannya sayang" ucap sang suami.


"tapi ekspresi wajah kamu mengatakan hal seperti itu hubby" ucap sang istri.


"hum.. masa sih sayang memangnya seperti apa ekspresi wajah suamimu ini" ucap sang suami sengaja menggoda istrinya.



"seperti ini.. sudah ah aku mau tidur" ucap sang istri.


"kok tidur sayang ini masih jam sembilan loh gimana kalau kamu pijitin aku dulu yah" ucap sang suami.


"maaf hubby aku sudah lelah dan kamu juga sedang luka jadi tunggu sembuh dulu yah, selamat malam hubby semoga mimpi indah" ucap sang istri lalu menarik selimutnya.


"hem yasudah semoga bermimpi aku sayang" ucapnya lalu mencium kening istrinya.


***


Di tempat lain di india Daniel baru saja sampai di kota halamannya setelah selesai dengan pekerjaan dan tugas yang menumpuk.



"sayang kamu sudah pulang kok tidak kabari aku sih" ucap Dhista berlari mendekati suaminya yang baru saja turun dari mobil.


padahal Daniel pulang hanya sebentar karena lusa ia akan pergi kembali dan pulang untuk memberi kabar dan melepas rindu dengan anak istrinya lalu menjelaskan akan pergi lagi.


"biar surprise sayang.. em anak anak dimana" tanyanya sambil memegang balon untuk istrinya karena anak anaknya tidak ada disini.



"oh ya ampun hihi aku merasa seperti remaja kembali sayang..apa tidak ada yang lainnya" tanya sang istri Dhista.


"em ada dong yang spesial buat kamu tapi tidak disini yah.. anak anak dimana sayang" ucap Daniel bertanya kembali.


"tadi sama mama, kita ber empat tapi anak anak malah ikut neneknya beberapa menit yang lalu, tapi kamu tumbeb pulang cepat" ucap Dhista karena dari pengalamannya jika suaminya pulang cepat pasti akan pergi lagi.

__ADS_1


"em muaahh.. iyah aku ada jadwal lagi lusa sayang kalau begitu ayo kita nikmati waktu tanpa anak anak kita kencan lagi seperti masih remaja yang sedang jatuh cinta 😊" ucapnya tersenyum mengingat masa muda.


"haha.. memangnya kita sudah yah sayang, ayo sebelum mereka melihat kita, tapi aku harus whatsapp mama dulu agar tidak mencari kita eh aku kan mereka belum tahu" ucap Dhista lalu menarik tangan suaminya.


Setelah mengirim pesan pada mama mertua Dhista dan Daniel pun pergi berkencan, dan ini adalah pertama kali bagi keduanya bisa pergi hanya berdua untuk menikmati waktu tanpa anak anak atau pun karena pekerjaan.


Setengah jam sudah nenek bersama cucu cucunya menemani kedua cucunya bermain dan nenek baru ingat bahwa menantunya menitipkan kedua cucunya karena ia sedang pergi berkencan bersama putranya Daniel yang baru sampai dan nenek pun senang karena akhirnya mereka bisa menikmati waktu hanya berdua saja, sekarang waktunya pulang dan memberitahu cucu cucunya itu.


***



"sayang kamu lagi lihat apa sih fokus banget" tanya Jiyaa yang barus selesai berdandan.


"ini foto kita bertiga sama kakak sepupu kamu, aku jadi ingat saat aku dekati kamu hmm.. tidak pernah aku bayangkan akhirnya aku bisa menikah sama kamu sayang" ucap Lewis mengingatkan caranya mendekati.


"oh sebenarnya waktu itu aku ragu ragu sama kamu tapi kakak bilang kamu laki laki yang baik dan dapat diandalkan padahal waktu itu aku belum ada perasaan sama kamu hihi" ucap Jiyaa dengan senyumnya yang manis.


"haahk.. kamu serius tidak tertarik sedikitpun padahal mantan mantan aku banyak loh dulu" tanya Lewis tidak percaya, apakah aku kurang tampan kurang keren atau gagah.. ucapnya dalam hati bertanya tanya sendiri.


"hehe.. bukan.. bukan itu tapi memang aku tipe perempuan yang tidak peduli dengan sekitar aku apalagi sama laki laki oh noo" ucap Jiyaa yang memang tidak tertarik.


"yah karena mungkin mereka melihat aku sudah ada yang punya jadi mereka berani mendekati aku, atau karena tahu aku adalah keponakan paman atau yang lain mungkin" ucap Jiyaa seperti itu karena tidak mengerti.


"hum.. baiklah itu sudah berlalu dan sekarang aku ingin tahu apa yang kamu suka dari aku" tanya lewis penasaran apa yang disukai Jiyaa.


"emm.. biar aku perhatikan dulu yah" ucapnya lalu menatap. suaminya memperhatikan sudut pandang mana yang disukainya.



"lama amat sayang nih aku dekat kan biar jelas menilainya, masa suaminya sendiri tidak tahu bagian mana yang disukai hem.." ucap Lewis tidak habis pikir lalu selama ini apa yang dilihat oleh istrinya itu setiap hari.


"em.. kamu imut dan manis jadi itulah yang membuat aku suka darimu dan kamu terlihat seperti laki laki yang setia dan berkomitmen" ucap Jiyaa jujur itulah yang membuatnya suka dan jatuh cinta pada suaminya Lewis.


"em.. tidak buruk dan pilihan yang tepat.. ayo kita tidur sayang kasihan baby nanti kurang tidur karena ibunya yang suka bergadang 😊" ucap Lewis lalu menarik istri perlahan.


Ternyata hanya itu yang disukai istriku sangat sederhana dan pilihan yang tepat, jika wanita lain melihat ku karena penampilan ku atau penghasilan yang cukup besar dan pekerjaan yang aku miliki menjanjikan untuk bersama.

__ADS_1


"good night my wife sweet dream honey" ucap Lewis lalu mencium kening istrinya.


Di tempat lain ada Farhan yang masih sibuk dengan pekerjaannya yang menumpuk belum lagi pekerjaan dari papanya dan lagi kakaknya


"sayang sudah malam ayo kita tidur kasihan nih baby maunya tidur bareng ayahnya saja, lagian ini sudah larut malam sayang.. ayo" ucap Stevie menunggu suaminya tidur.



"hum.. ini sudah malam sayang harusnya kamu sudah tidur kok masih terjaga" tanya Farhan melihat jam tangannya.


Ternyata ia lupa waktu kalau sudah bekerja, main game atau menonton club sepakbola favoritnya ia seakan lupa jika sudah menikah.


"sekarang gimana aku mau tidur kalau suami sendiri masih terjaga seperti ini dan lagi baby hanya ingin tidur jika ayahnya sudah disini" ucap Stevie sambil mengelus elus perutnya.


"hum.. maafkan aku sayang aku lupa jika ada istri dan calon anakku yang membutuhkan aku juga selain pekerjaan dan pekerjaan.. kalau begitu ayo kita tidur bersama 😊" ucap Farhan ikut bergabung dengan istrinya dalam selimut, kenapa bisa ia menjadi egois.


"sayang benar yah aku dan Natan tidak harus ikut yah.. lagian kamu disana hanya tiga hari" ucap Nadia mempersiapkan keperluan suami.


"sayang ayo tidur ini sudah malam kamu beresin nya besok saja karena aku perginya lusa jadi jangan terburu buru yah" ucap Nicolas berpikir mengapa istrinya semangat mengepak barang barangnya ke koper.


"eh tunggu dulu kamu tidak ingin aku cepat cepat pergi kan karena kamu terlihat senang" ucapnya lagi.


"apa sih aku kan hanya membantu suamiku apa itu salah hum.." ucap Nadia merasa dirinya baik baik saja lalu kenapa suaminya berkata seperti itu.


"karena aku tahu kamu orang yang mudah lupa karena itu aku harus pastikan bahwa semuanya sudah ada di dalam koper" ucap Nadia lagi mengingat suaminya pelupa.


"oh iyah sih.. tapi aku kan hanya lupa hal hal kecil sayang dan hal besarnya aku tidak akan pernah lupa atau bisa melupakannya" ucap Nicolas seperti teka teki untuk istrinya.


"hum.. hal hal kecil dan besar.. apa itu" tanya Nadia penasaran.



*


*


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2