Menikahi Wanita Karena Jatuh Cinta

Menikahi Wanita Karena Jatuh Cinta
(Season 2) Chapter 54 Bayangan masa lalu


__ADS_3

Happy reading everyone stay safe and health


"mama.. mama" ucap sang putranya saat terbangun karena mendengar suara teriakan mamanya sendiri seperti orang ketakutan.


"oh my apa yang harus aku lakukan aku membuat putra ku bangun sekarang apa yang akan terjadi dan aku harus melakukan apa" ucap Tara dengan ragu dan rasa takutnya


"aku harus ke kamar anak ku sebelum terjadi apa apa dengan anak anak ku" ucap Tara lalu saat ia akan bangun tiba tiba saja..ingat masa lalunya bayangan dimana ia pernah diculik bersama anak anak yang lainnya.



"mama" teriak putranya karena melihat ada orang yang mengenakan topeng.


"sayang jangan keluar mama akan kesana" ucap sang mama, mau tidak mau Tara harus melawan rasa takut dan bayangan masa lalu yang pernah dialaminya saat berusia 12 tahun


Tara keluar dari tempat sembunyinya dan berlari ke kamar putranya karena bagaimana pun juga ia adalah seorang ibu yang sudah pasti akan melakukan apapun untuk anaknya karena keselamatan anak anaknya adalah prioritas hidupnya, saat berlari tiba tiba saja.


Umm... umm... "too..ll..o..nggg.. tolong" ucapnya terbata bata karna disekap mulutnya


"mama.. hey kamu jangan ganggu mama ku apa yang kamu mau.. lepaskan mama ku sekarang juga atau aku akan telepon polisi" ucap sang putra memberanikan diri.


melihat orang yang bertopeng tadi masuk ke dalam kamar mamanya, lalu Kataj mengikuti orang yang bertopeng itu masuk ke dalam kamar dan ternyata pikirnya benar orang itu akan menculik mamanya namun mengapa? dan kenapa harus mamanya.


"hahahaha kau anak kecil tidak tahu apapun dan tidak bisa apa apa, memangnya apa yang bisa kamu lakukan haahk ayo coba saja kalau kau bisa melakukan itu aku akan menyakiti ibu mu, lihat ini apa yang aku pegang bocah"


ucap pelayan palsu yang sudah berganti baju dan memakai topeng agar tidak dikenali.


"hem kau pikir aku takut padamu hem walau aku masih kecil tapi aku mengerti apa yang ada dipikirkan mu hem, kau pikir aku bodoh" ucap sang putra melihat ada yang datang dan itu adalah petugas keamanan hotel ini.


"jika kau maka kau pasti sudah melakukannya tapi sampai saat ini kau tak bisa lakukan itu" ucap sang putra, ia memberikan kode pada petugas yang akan membantunya.


"kau ingin bukti em baiklah anak kecil kau ini percaya diri sekali dan sangat mirip dengan ayah mu, senang akhirnya aku bisa membalas dendam ku pada ayah mu dengan menyakiti keluarganya istrinya anak anaknya hahaha aku bisa membalaskan sakit hatiku ini pada orang yang membuat ku malu dan di benci banyak orang semua itu karena si Karan"

__ADS_1


ucapnya membuka cerita lamanya saat dulu ia di campakkan oleh semua orang terutama oleh kekasihnya yang meninggalkannya.


"dan lihatlah sekarang apa yang akan aku perbuat pada keluarga mu Karan lihat ini anak kecil kau tadi sangat berani dan ingin melihat ibu mu terluka kan hahaha akan ku kabulkan keinginan mu, persyaratan dengan pekerjaan aku akan pergi jauh setelah dendam terbalas"


ucapnya lagi lalu mulai menggoreskan pisau ke leher Tara istri dari musuhnya.


Baru tergores sedikit saja Kataj sudah merasa panik karena harus melihat orang tua perempuan nya yang kini terluka setelah dia melihat babysitter yang pertama kali dilihat olehnya saat insiden penculikan itu kini dia harus menyaksikan ibunya terluka di depan matanya sungguh ini lebih menakutkan dari apa yang ia pikirkan tentang kejadian waktu itu, apakah seorang anak mampu melihatnya.


"tidaaakk... mama.. maafkan aku mah" ucap sang putranya mulai menangis melihat pisau mulai menyentuh kulit leher mamanya.


Saat menyentuh kulit lapisan pertama Tara tidak bisa berpikir jernih lagi pikirannya hanya satu semoga anak anaknya selamat walau ia harus mengorbankan hidupnya tapi Tara akan merasa bahagia karena bagaimanapun juga ia sudah merasakan kebahagiaan dan cinta dari keluarga sahabat suami dan anak anaknya.


Buugghhh.. buugghhh.. pukulan kedua barulah si pelayan palsu ini terjatuh ke lantai namun ia tidak mudah di jatuhkan mungkinkah sudah terbiasa atau terlatih dengan situasi seperti ini saat petugas keamanan akan meringkus nya tiba tiba si pelayan palsu mengambil suntikan dari saku celaka dan menusukkan ke lengan petugas hotel yang asli lalu segera si pelayan palsu itu bangun dan melarikan diri sebelum semua petugas datang menangkap dirinya dan itu akan mempersulitnya nanti.


"mama mama tidak apa apa" tanya sang putra lalu memeluk mamanya yang gemetar


"mama maafkan aku mah aku terpaksa harus mengatakan semua itu karena aku tahu kita akan dibantu, mama ku mohon maafkan aku" ucap sang putra menangis merasa bersalah.


"pak anda baik baik saja nyonya anda terluka kami akan segera memanggil dokter nyonya maafkan ke salahan kami nyonya" ucap petugas hotel yang baru datang membantu.


"tidak mama aku baik baik saja aku bersyukur karena ada paman ini datang di waktu yang tepat jika tidak mungkin aku tidak bisa melihat mama lagi saat ini, terimakasih paman.. paman sudah menyelamatkan mama ku yang paling berharga ini" ucap sang putra


"tidak perlu berterima kasih karena ini juga adalah kewajiban paman.." ucap lelaki yang memakai kacamata dan berpakaian seperti seorang staf hotel.


"haah kewajiban bukan paman ini tanggung jawab keamanan hotel ini paman bukan paman yang bertanggung jawab" ucap sang putra yang mengenali penyamarannya.


"Oh tentu saja ini tanggung jawab keamanan hotel ini em maksud paman ini adalah kewajiban sebagai manusia sudah harus saling membantu satu sama lain nah seperti itu maksudnya boy, gimana kamu baik baik aja.. apa mama kamu terluka" ucap Hendry


Untung saja dirinya tidak terlambat curiga jika satu menit saja ia terlambat maka hal fatal akan terjadi bersama wanita yang dicintainya.


Saat menuju kamar hotel Tara Hendry ingat bahwa dirinya tidak mungkin datang begitu saja melihat apa yang terjadi disana namun ia menemukan cara dengan mengenakan baju staf hotel dan untungnya ada staf didekatnya dan dia pun memulai rencananya itu.

__ADS_1


"oh.. terimakasih om Hendry karena sudah membantu mama tapi mengapa om pakai baju petugas hotel baju om kemana" tanya Kataj penasaran.


"em terimakasih sudah membantu ku dan anak ku sekarang kami ingin beristirahat karena sudah malam juga" ucap Tara lalu bangun mengambil air putih dan memberikan nya pada petugas yang terkena suntikan itu.


"baiklah.. semoga kalian tidur dengan nyaman dan jangan lupa hubungi om jika kamu butuh bantu om boy.. ini kartu nama om jangan sampai lupa beritahu apapun saat kamu butuh om akan langsung datang membantu"


ucap Hendry lalu membantu petugas yang terkena suntikan itu untuk berjalan keluar.


"baiklah om terimakasih, selamat malam om" ucap sang putra lalu menutup pintu hotel.


"mama.. mama sungguh tidak apa apa ada yang sakit kah apa aku telepon dokter saja mah bagaimana jika mama infeksi mah" ucap sang putra khawatir karena mamanya banyak diam sudah lebih dari dua puluh menit.


"tidak sayang mama baik baik saja mengapa kamu belum juga tidur ini sudah sangat malam ayo tidur mama akan temani kamu" ucap sang mama lalu menemani anaknya.


Lima belas menit kemudian Kataj pun tertidur lelap di pelukan mamanya ada banyak yang saat ini dipikirkan oleh Tara sejak datangnya mantan tunangannya itu ada saja kejadian kejadian aneh dan menegangkan terutama tadi saat dirinya berada diantara hidup dan mati bukannya Tara takut dengan kematian namun ia lebih takut jika haru meninggalkan anak anaknya yang masih terlalu kecil ini.


bagaimana nantinya nasib putranya putrinya saat dirinya meninggal lalu siapa yang akan merawat mereka dan suaminya.. entah ada dimana saat ini Tara benar benar merasa takut sedih khawatir dan cemas ingin rasanya ia menangis sedari tadi namun ia harus tahan semua ini bagaimana bisa ini terjadi begitu.


"hubby kamu dimana mengapa kamu tidak menolong ku dimana kamu apa kamu baik baik saja mengapa kamu tak pernah bercerita jika kamu memiliki musuh diluar sana" ucap Tara mulai menangis, ternyata ia tidak bisa menahan air matanya lebih lama lagi.


hiiks.. hiiks.. sroottt.. hiks.. hiks.. "apa yang bisa aku lakukan tanpa dirimu, apa kamu tidak tahu aku sangat membutuhkan mu" ucapnya lagi dengan air mata berlinang.


*


*


*


*


*

__ADS_1


Next episode cerita...



__ADS_2