
Happy reading everyone π€ππ₯
" are you sure not understand, and i say are you.. pregnant " ucap Stella membuat temannya itu..
" uhuk uhuk uhuk.. " Tara terbatuk-batuk mendengar pertanyaan teman, itu tentang anak yang belum ia ketahui kapan hadir.
" apa kamu ingin membuatku masuk ke rumah sakit karena tersedak hem " ucap Tara lagi, yang kesal sama pertanyaan itu.
" up.. hahaha.. maaf aku enggak maksud membawa mu kesana, aku hanya penasaran seperti apa rasanya punya suami crazy rich heum " ucap Stella, sukses membuat temannya itu melotot.
" hahahaha.. kamu sangat lucu dan menggemaskan bagaimana ini, aku tidak bisa membayangkan.. apa stamina muu "
ucapnya lagi, yang di hentikan oleh Tara.
" oke cukup.. ini sudah melewati batas " ucapnya. " kamu seperti wanita lajang saja yang tidak mengerti hal ini " ucapnya lagi, temannya ini benar benar huuuft.
" tidak ada pembahasan tentang ini dan kita sama sama wanita bersuami jadi mengertilah hal ini " ucap Tara lagi, yang menyudahi sarapannya lalu membawa ke kamar untuk suaminya breakfast pagi.
" hei kamu mau kemana, ini belum selesai dan aku mendapatkan jawaban " ucap Stella, yang di tinggalkan Tara ke kamar.
" aku bawa sarapan untuk suami dan aku tidak punya jawaban untuk itu, jadi tunggu saja sampai ia hadir disini " ucap Tara, yang berjalan sedikit jauh dan menunjuk pada bagian perutnya, inilah jawabannya.
" baiklah aku akan mendoakan mu agar ia segera hadir.. mungkin twins baby " ucap Stella setengah berteriak, namun masih tetap terdengar oleh temannya itu.
β’
kleek pintu terbuka dan suaminya masih tertidur pulas, seperti orang yang sudah lama tidak tidur atau sering bergadang.
" hubby.. wake up ayo sarapan " ucap sang istri, dengan lembut merdu suaranya
" ehm.. apa sayang " ucapnya yang terbangun dari tidurnya berkat suara merdu sang istri dan elusannya ini.
" ayo breakfast dulu, cuci wajah lalu makan sarapan mu " ucap sang istri, ia benar benar lembut tidak ada dendam dihatinya atas sikap sang suami, istri baik.
" ehmm.. ada yang kurang " ucap Karan, menyentuh pipinya.. memberi isyarat.
" cuci wajah dulu sana " ucap sang istri, yang dapat mengerti isyarat dari suami.
" alright.. but double π " ucapnya kemudian ia turun menuju kamar mandi, tapi ternyata ia bukan hanya mencuci wajah saja tapi juga sambil mandi.. lima belas menit di dalam kamar mandi dia akhirnya keluar hanya mengenakan handuk yang melilit pinggangnya saja.
" astaga hubby mana pakaian mu " ucap Tara, sang istri sungguh kebingungan melihat suaminya hanya mengenakan handuk bagaimana jika temannya lihat,
" kotor ada di dalam " lalu Karan berjalan mendekati sang istri dan mencium kedua pipinya serta kening seperti kata katanya double kiri kanan dua kali, istri mengerti.
" hubby kita lagi menginap di rumah temanku, jadi jangan macem macem.. lalu dimana baju mu yang bersih " ucap Tara, memperingati sang suami, takut suaminya itu khilaf dan lupa tempat.
" ada di dalam mobil, apa bedanya.. kan sama sama di rumah " ucap sang suami, tanpa malu ia sudah memeluk istrinya.
" mana kuncinya hubby " ucap sang istri, yang berusaha melepaskan diri dari pelukan sang suami, jika seperti ini Tara takut dirinya terbawa suasana oleh suami
" ada di dalam laci nakas, mau kemana sih.. aku masih kangen nih " ucapnya pada sang istri, lalu Karan membalik tubuh istrinya dan langsung mencium b.b.r istri itu yang sedari malam ia tahan.
Tara tidak bisa menghindari begitu saja ia harus mencari kesempatan untuk lepas, setelah mendapati sang istri kehabisan oksigen Karan segera melepaskan b.b.r nya dari sang istri, walaupun melakukan dengan sangat lembut tapi tetap saja bila lama istrinya itu akan kehabisan nafas.
Saat terlepas Tara segera mendorong sang suami dengan pelan pelan lalu pergi menjauhinya dan bergegas keluar menuju parkiran mobil untuk mengambil baju suaminya itu, Tara tidak mau temannya itu yang super kepo tahu atau melihat ia yang sedikit berantakan karena ulah sang suami yang bersikap seperti home alone.
Setelah mengambil pakaian suaminya Tara kembali ke dalam dan ternyata ia berpas passan dengan Stella yang kepop.
" hei kenapa dengan bibir mu " ucap Stella, yang melihat penampilan temannya ini sudah tidak seperti awal tadi saat mereka membuat sarapan.
" aku manabrak pintu " ucapnya singkat, karena tidak mau temannya bertanya lagi
" apa kamu yakin, kenapa sampai menabrak pintu.. ada apa " ucapnya yang penasaran tinggi keingin tahuan nya, masa menabrak pintu bukan hanya bibir saja yang berbeda π tapi rambut dan lainnya juga tidak lagi rapih seperti tadiπ
" terserah kamu, aku mau ke dalam dulu karena suamiku tidak bawa baju bersih oleh karena itu aku segera mengambil " ucap Tara lalu pergi meninggalkan Stella.
__ADS_1
huuuft benar benar.. aku kesini untuk liburan bukan menjadi bahan pertanyaan lirihnya dalam hati melihat teman dan suaminya hampir sama.. Nadia ππ
Lalu Tara masuk dan memberi pakaian pada sang suami yang ia ambil tadi mobil.
" lama sekali sayang.. dingin nih " ucap Karan yang kedinginan menunggu istrinya datang, padahal karena ulahnya sendiri.
" tadi di depan ada Stella bertanya " ucap sang istri, lalu ia menuju cermin melihat dirinya seperti apa yang terlihat tadi.
Ternyata benar benar berantakan ini adalah ulah suaminya, dan dari jauh Karan hanya tersenyum melihat sang istri yang kesal dengannya tapi itu malah kelihatan semakin ngemas dan lucu.
" kenapa sih sayang kurang yah " ucap sang suami yang sudah rapih dan segera mendekati istri lagi dan sang istri sadar akhirnya istrinya itu lari meninggalkannya.
" whahahaha imut sekali sayang, kamu kenapa sih menghindar terus " ucap sang suami, yang pura pura polos dan tidak tahu apa apa, padahal ini adalah motifnya
" engga apa-apa, aku akan ke Stella dulu nanti selesai breakfast taruh aja disini " ucap sang istri, lalu pergi membiarkannya.
huuuft.. berada di dalam kamar di rumah Stella lama lama sangat bahaya bagiku " ucapnya pada diri sendiri.
dan akhirnya Tara pun menuju kamar yang berada di depan, karena temannya tidak ada dimana pun..pasti Stella ada di kamar
β’
tok.. tok.. tok..
" Stella are you here " ucap Tara, yang tidak mendapati jawaban dari Stella, lalu Tara pun membuka kenop pintunya kleek
hem.. pantas saja ia tidak jawab, coba lihat bagaimana bisa.. apa dia tidak mau di ganggu π€ Tara masuk perlahan dan
Deeerrr
Tara membuatnya kaget tapi ternyata yang di kaget kan tidak kaget sama sekali atau bangun dari tempat duduknya itu, melihat wajah kaget yang biasa, haha aku gagal mengerjai ratu cuek.. tettew π
" Whatsapp hem " ucapnya dengan malas, karena ia pikir temannya Tara sedang bermesraan jadi ia tidak ingin mendengar kan suara apapun selain music.
" aku kesini mau ajak kamu jalan jalan ayo tunjukkan aku tempat yang bagus " ucap Tara langsung ke intinya aja.
" lah suami kamu gimana, aku pikir kamu lagi mesra mesraan hehe " ucap Stella, sukses membuat Tara geleng kepala.
" what.. are you sure hahaha " ucapnya yang malah tertawa, ternyata temannya ini sepuluh dua belas sama suaminya π
" yeah i think, seorang pria dan wanita hanya berdua saja di dalam kamar berarti yang ketiganya.. setan dong π " ucap Stella, benar benar mikir kesana.
" yupz.. kamu benar yang ketiganya memang itu.. dan sekarang dia lagi duduk menyendiri dengan earphone nya.. ups hahahaha " ucap Tara lagi, sekarang ini ia lebih suka ngelawak dari pada berfose π
" yeay enak aja orang nih.. bukan momo sembarangan aja, anak cantik cantik gini, manis dan imut di bilang momo lagi " ucap Stella, paham kata kata temannya.
" aku tidak mengatakannya " ucap Tara sedikit ngeles, yah memang tidak bilang secara inisialnya tapi arahan dan petunjuk nya menuju ke sana semua ππ
" parah kamu π seneng yah " ucap Stella yang benar benar engga habis pikir, sejak kapan temannya ini ganti profesi dari model jadi komedian upp.. whahaha
" kenapa kamu.. senyum senyum sendiri lagi ngatain aku yah " ucapnya.. tepat sekali pada sasarannya.
" whahaha.. sejak kapan kamu jadi parah normal dan pelawak ππππ€ " Stella pun puas tertawa dan tersenyum karena kehadiran temannya ini, mayan hiburan gratis kapan lagi coba ππ€£π€£π€£.
" yeey nih orang ngeselin juga lama yah, sejak menikah jadi makin parah " ucap Tara, yang tidak sadar bahwa dirinya juga sama seperti temannya itu.
" yeey ngatain lagi, hahaha sesama jenis tidak boleh ngatain loh " ucap Stella, yang belum bisa berhenti tertawa ππ
β’
Saat keduanya berpergian kemana pun mereka mau dari siang sampai sore, seakan keduanya lupa bahwa mereka sudah menikah bukan lagi wanita lajang, menikmati setiap wahana permainan jalan jalan dan shopping, semua itu yang membayar Tara karena sebelum pergi Tara meminta uang cash untuk jalan-jalan tetapi sang suami malah memberikan kartu yang berwarna gold, dari warnanya saja terlihat mewah bagaimana dengan isinya.. Tara tidak percaya sang suami memberikan kartunya pada istrinya, namun Tara senang karena sang suami tidak pelit dan perhitungan.. kini dia percaya kenapa teman teman dan teman suaminya selalu berkata Bos, Ceo, Crazy Rich, ternyata itu memang benar adanya.. wah sungguh beruntung dapat suami ganteng dan tajir melintir lagi ππ€ maka nikmat manakah yang kamu dustakan π
Begitu senangnya Stella mendapat jajan dan shopping gratis dari temannya ini, sebenarnya Stella tidak mau.. tapi karena temannya Tara mengatakan bahwa itu bukanlah uangnya tapi uang suaminya maka Stella pun dengan senang hati membawa sang teman Tara kesana kesini menikmati liburan sehari, kapan lagi coba selagi ada kesempatan gratis sikat guys.
__ADS_1
Akhirnya kita sampai juga di tempat makan ini ucap Stella yang akan menyudahi jalan jalan nya setelah makan disini sebelum mereka kembali ke rumah.
" wah tempat bersih unik, sungguh kreatif dan sepertinya nyaman ayo " ucap Tara yang baru pertama kali kesini yah maklum karena jadi seorang model sering terbang
" let go.. today all you can eat, are you ready and agree " ucap Stella, yang menyakini bahwa sahabatnya tidak diet.
" okey today free eat and agree " ucap Tara, yang tidak diet untuk hari ini saja karena ia juga engga tahu kenapa ingin makan semua yang ia pantangi saat ini.
Dan mereka pun memesan makanan favorit disini dan khas makanan Sunda.
wah makanan otak otak " ucap Stella
Ada sate ayam juga komplit " ucap Tara
kamu memang Tara pecinta sayur " ucap Stella, yang tahu kalo Tara dan sayur β₯οΈ
kamu pesan juga " ucap Tara, ternyata makanan keduanya tidak berubah.
that right.. we always same " ucap Stella
apa itu sayy " ucap Tara penasaran
.
.
.
.
.
πππ
.
.
.
.
.
Hayoung haseo everyone π€ππ₯
Stay safe and healthy always dear π
Jangan lupa untuk mendukung Cerita ini dengan cara like vote come dan share π
Terimakasih π€ππ₯π₯
__ADS_1