
Happy reading everyone stay safe and health
"iyah aku tahu.. jangan khawatir itu bukan apa apa sayang" ucap sang suami lalu fokus dengan mengerti nya.
Lama dalam perjalanan akhirnya sampai juga di halaman rumahnya lalu Karan segera mengunci pintu mobilnya..
"hubby apa yang kamu lakukan.." tanya sang istri yang tiba tiba.. dicium oleh suaminya.
awalnya hanya pipinya saja yang dicium tapi sedetik kemudian mm.. "hubby kamu gila yah ini di parkiran" ucapnya lagi kesal karena suaminya itu tidak henti henti menciumnya.
sang istri tahu betul kalau suaminya sudah seperti itu berarti suaminya sudah tidak bisa menahan diri lagi maka ia tak kenal tempat.
huuu.. huuh.. "cukup hubby.. kamu ini benar benar tidak ada etika ini tempat umum jika kamu tidak bisa berhenti atau menghentikan ini jangan harap kamu bisa dapatkannya"
ucap sang istri kesal dan hampir kehabisan nafas karena ulah suaminya ini.
"apaa.. mana bisa seperti itu honey, ayo kita turun apa kamu mau aku lanjutin hum" tanya sang suami mulai menggoda istrinya.
"tidak.. hari ini kamu tahu apa kesalahan mu hubby?.." tanya sang istri.. "dan kamu.. libur sampai kesal ku hilang padamu" ucapnya lagi keluar meninggalkan suaminya sendiri.
"sayang jangan seperti itu aku mana mungkin bisa tanpa kamu.. aku minta maaf sayang" ucap sang suami tidak di perdulikan lagi.
"sayang aku minta maaf.. maafkan aku sayang please.. sayang" ucap sang suami mengejar istrinya yang sedang marah.
"apa sih uussttt.. hubby kamu yah.. bisa tidak bersikap dewasa jangan buat aku marah" ucap sang istri membungkam suaminya.
***
"kamu memang masih sama seperti pertama kali aku bertemu dengan mu" ucap seorang pria terus memandangi foto di ruangannya.
"aku meninggalkan mu hanya beberapa tahun tapi kamu sudah menikah dan memiliki anak tapi jangan khawatir aku akan tetap suka dengan mu dan aku harus mendapatkan mu"
ucapnya lagi tersenyum menatap penuh arti tatapannya mengincar seperti pemburu.
"tapi aku tidak ingin seperti si Redja yang bodoh itu, karena dia tidak menggunakan otaknya dan lihat sekarang dia berada dalam penjara, dalam jeruji besi semoga saja kau membusuk disana karena kau mengincar Tara ku dan aku tidak akan biarkan itu"
__ADS_1
ucapnya lagi lalu berpikir keras mencari cara bagaimana caranya membuat Tara keluar dari rumah tanpa bodyguard yang menjaganya.
"hum.. aku sepertinya aku butuh seseorang untuk melancarkan rencana ku ini dan aku harus mencari yang profesional karena aku tidak ingin gagal dengan alasan apapun" ucapnya lagi lalu menghubungi seseorang.
Beberapa menit menunggu dan akhirnya telepon pun diangkat oleh profesional man.
*Mister xx: calling
hallo.. senang melihat panggilan ini akhirnya kau menyerah dan membutuhkan bantuan ku" jawab pekerja profesional ini.
Profesional man: connection*
of course you know my think and did you know my problem always she and forever" *balas nya berbasa basi terlebih dulu.
Mister xx: connection
yeah aku tahu apa yang kau butuhkan dan kau tahu berapa banyak yang aku dapat untuk wanita secantik dan seistimewa itu" ucapnya profesional man.
profesional man: connection
of course kau tahu aku dan jangan ragukan tentang ini, aku tidak suka membual ataupun menipu itu bukanlah gaya ku" ucapnya dengan angkuh nya berkata.
Mister xx: connection
Profesional man: connection
oke nanti akan aku kabari tempat dan lokasinya tunggu esok pagi akan ku kirim pesan" ucapnya lalu mengakhiri telepon*.
Hahahaha akhirnya kau datang mencari ku dan membutuhkan ke profesionalan ku juga" ucap profesional man tertawa puas dapat telepon dari mister adalah keuntungan besar
***
Sementara di dalam kamarnya Tara masih marah pada suaminya itu walaupun sudah tahu bahwa suaminya seperti itu namun Tara tidak terbiasa dengan perlakuan seperti tadi.
"sayang sudah dong marahnya kamu dari tadi sudah cuekin aku.. anak anak sudah kamu urusin tapi kenapa kamu masih marah" ucap sang suami hanya di diamkan saja.
"sayang aku minta maaf tolong maafkan aku.. sayang please katanya cinta aku masa aku khilaf sedikit aja marah sih" ucapnya lagi.
"kamu mau tahu kenapa aku bisa seperti ini em.. lihat dirimu di cermin" ucap sang suami lagi lalu memperlihatkan istrinya di cermin.
__ADS_1
sang istri pun tersenyum dengan tatapan seolah mengagumi diri sendiri padahal usianya sudah terbilang cukup dewasa dan sudah memiliki dua orang anak itu sebabnya mengapa banyak pria yang meliriknya dan karena itu juga suaminya menjadi posesif terhadapnya belum lagi rasa cemburunya.
"lalu dimana kesalahan ku" tanya sang istri.
yah tidak ada yang salah pada dirinya jika jadi cantik dan menarik karena ia adalah seorang wanita tentunya akan terlihat cantik bukan jika ia pria baru akan terlihat tampan atau tidaknya menurut penilaian seorang wanita.
"sebenarnya kamu tidak salah apapun tapi karena kamu menjadi cantik dan itu menarik setiap mata yang memandang kalau kamu tidak percaya tanyakan saja pada putra kita" ucap sang suami mengatakan kebenaran.
"hum.. putraku selalu bilang aku cantik jadi itu bukan pengaruh bagiku, kalau begitu aku mau temui. pak Aldi. Herry dan Rusdi apakah yang kamu katakan itu benar atau tidaknya" ucap sang istri lalu berjalan menuju pintu untuk menemui para bodyguard dan supirnya.
"sayang apa yang mau kamu lakukan hem.. aku tidak mengijinkan kamu keluar" ucap sang suami menarik lengan istrinya.
karena belum memegang pintu ia terpeleset dan mau terjatuh diatas lantai jika suaminya tidak secepat mungkin berpindah menjadi dirinya yang berada diatas lantai agar sang istri tidak jatuh terkenal lantai dan nantinya akan membuat luka pada kulit putih dan mulusnya itu tentu saja Karan tidak akan membiarkan istrinya lecet karena terjatuh.
"hubby kamu tidak apa apa.. apa ada yang luka atau sakit.. dimana" tanya sang istri khawatir walaupun tadi marah namun jika sesuatu terjadi pada suaminya tentu ia akan padam seketika melihat suami tertimpanya.
"sangat sayang.. sakit sekali.. aauw" ucap sang suami berpura pura sakit.
"dimana hubby yang sakit.. tunggu aku ambil kotak obatnya dulu hubby" ucap sang istri Tara mencoba bangun namun suaminya tidak mengijinkannya bangun.
"hubby lepas kamu butuh obat merah karena kamu terluka.. hubby jangan main main" ucap istrinya lagi, Tara menganggap suaminya ini masih suka bercanda dalam keadaan ini.
"apa sih sayang.. aku tidak apa apa dan asal kamu tahu yang sakit itu disini" ucap sang suami membawa tangan istrinya ke dadanya
"disini yang sangat sakit dan ini sangat sakit terutama saat kamu marah tapi mendiami aku harusnya kamu pukul aku atau tampar aku jika kamu marah ataupun benci sama aku tapi jangan diami aku seperti ini" ucap sang suami memegang erat tangan istrinya.
"kamu tahu aku tidak akan terluka walaupun peluru menembus tubuh ku aku tidak akan merasa sakit sedikit pun tapi saat kamu diam tanpa suara aku bisa mati perlahan karena hidup dan matiku adalah kamu sayang"
ucap sang suami lalu menciumi tangan sang istri berulang ulang dengan lembut.
"mengapa kamu menjadi bodoh karena.." ucap sang istri berhenti melihat..
*
*
*
__ADS_1
*
*