
Happy reading everyone stay safe and health
"hubby kamu dimana mengapa kamu tidak menolong ku dimana kamu apa kamu baik baik saja mengapa kamu tak pernah bercerita jika kamu memiliki musuh diluar sana" ucap Tara mulai menangis, ternyata ia tidak bisa menahan air matanya lebih lama lagi.
hiiks.. hiiks.. sroottt.. hiks.. hiks.. "apa yang bisa aku lakukan tanpa dirimu, apa kamu tidak tahu aku sangat membutuhkan mu" ucapnya lagi dengan air mata berlinang.
Sepuluh menit kemudian Karan barulah sampai di hotel tempatnya menginap setelah selesai menangani yang tabrak lari tadi saat mobil yang menabrak melintas tepat di depan mobilnya oleh karena itu Karan pun terbawa dan harus menjadi kesaksian pada korban.
Teeett... teeett.. "kenapa tidak bisa dibuka pak Senoy apa yang terjadi dan dimana pak Budi kenapa tidak ada disini" tanya Karan yang baru sampai di hotel dan ternyata pintu hotelnya tidak bisa dibuka.
"saya tidak tahu pak tadi rekan saya ada disini saat saya pergi menemui bapak, maafkan saya pak seharusnya saya tetap disini tapi" ucap pak Senoy merasa ada yang tak beres.
"berikan handphone mu aku akan telepon istriku" ucap Karan.
"hallo pak Senoy.. bapak dimana mengapa tidak menghubungi saya sejak tadi saya ingin tahu dimana suaminya saya berada pak.." ucap Tara langsung bertanya tanya.
"sayang ini aku.. maafkan aku karena telah membuat kamu khawatir, sayang tolong buka kan pintunya sayang aku sudah ada di depan" ucap sang suami tidak dapat jawaban dari sang istri, ia hanya mendengar suara isakan.
"hubby ini kamu.. kamu darimana aja jam segini baru pulang hiiks hiiks..kamu jahat tahu engga.. apa kamu tahu apa yang baru saja terjadi disini" ucap Tara menangis sambil berjalan untuk membukan suaminya pintu.
"maafkan aku sayang.." ucap Karan terhenti melihat wajah istrinya yang sembab ini.
"sayang apa yang terjadi..apa kamu baik baik saja kenapa kamu menangis sayang" ucap sang suami langsung di peluk istrinya.
"pak ini handphone nya terimakasih saya akan urus ini nanti pak Senoy tolong cari tahu apa yang terjadi disini saat saya tidak ada" ucap Karan mengembalikan handphone pak Senoy
"baik pak saya akan melaporkannya pada bapak setelah mendapatkan informasinya lengkap kalau begitu saya permisi pak" ucap pak Senoy lalu segera pergi mengecek cctv.
Setelah pak Senoy pergi Karan membawa sang istri masuk menutup dan mengunci pintunya rapat rapat menaruh istrinya di pangkuan nya mengelus elus sang istri mencoba menenangkan istrinya, sepuluh menit sudah Karan membuat istrinya nyaman terlebih dulu barulah bertanya dan memegang wajah Tara untuk melihat wajah sebabnya.
"sayang apa yang terjadi apa yang membuat kamu menangis seperti ini, katakan pada suami mu ini jika itu karena ku aku minta maaf karena membuat istri tercinta ku seperti ini tolong katakan dan berhenti menangis aku sungguh tak sanggup melihat mu menangis"
__ADS_1
ucap sang suami lalu mencium kening istrinya dan wajah sebabnya yang berlinang
"hiiks hiiks.. apa kamu apa yang tadi terjadi padaku hum..handphone mu tidak bisa di hubungi dan kamu belum juga kembali lalu aku harus apa disaat ada seorang pria masuk ke dalam kamar hotel ini dan menodong ku dengan pisau di depan putra kita, apa yang harus aku lakukan sebagai seorang mama"
ucap sang istri tambah berlinang dan tidak bisa di tahan lagi air matanya itu.
"apa ada orang yang masuk kedalam hotel ini dimana pak Budi kenapa tidak melaporkan nya ke petugas keamanan hotel ini, maafkan aku sayang seharusnya aku cepat pulang ini karena kecelakaan lalu lintas di depan ku jadi aku harus menjadi saksi untuk si korban, aku sangat menyesal karena sudah membawamu kesini tapi ternyata membuat dalam bahaya"
ucap sang suami melepaskan pelukannya Karan merasa sangat bersalah pada istrinya.
"ini bukan salah mu hubby aku mengerti apa yang terjadi ini adalah kehendaknya bukan karena mu tapi mengapa kamu tidak pernah bercerita jika kamu memiliki musuh disini ini musuh hubby yang kapan saja bisa datang dan melakukan hal berbahaya pada keluarga mu istri dan anak anak mu hubby, lalu apa"
ucap sang istri, Tara tidak mengerti apa yang yang disembunyikan suaminya ini.
"sayang maafkan aku sayang.. aku tidak ada niat untuk menutupi masa lalu karena bagiku itu tidaklah penting dan hanya kamu yang ada dan berarti bagiku itulah sebabnya aku tidak mengatakan masa lalu karna yang terpenting adalah masa depan kamu bersama anak anak kita, maafkan aku sayang..maafkan aku"
ucap sang suami, Karan benar benar merasa bersalah dan ia tidak bisa memaafkan dirinya sendiri jika sesuatu pada istri dan anaknya.
ucap sang istri, Tara sadar apa yang terjadi adalah takdir dan ujian baginya dan suami.
"kamu pasti belum makan sekarang kamu mandi dulu lalu makan aku akan menemani mu makam malam hubby.. ayo sana mandi" ucapnya lagi lalu membawa suaminya untuk mandi terlebih dulu barulah makam malam.
Setengah jam kemudian Karan sudah selesai mandi dan makan malam dengan ditemani sang istri, kini keduanya sudah di tempat tidur sang istri sudah sangat mengantuk dan lelah tapi tidak ingin suami khawatir dan kepikiran lalu Tara pun memeluk suami dengan erat agar segera tidur bersamanya.
"apa yang akan ku lakukan jika kamu tidak ada kamu dalam hidupku apa aku mampu melanjutkan hidupku dan merawat anak anak sendiri jika sampai terjadi sesuatu pada mu" ucap Karan lalu meneteskan air matanya.
Satu jam kemudian barulah Karan bangun perlahan dan meninggalkan istrinya sendiri ia sudah menghubungi kakak iparnya untuk meminta bantuan dan menyelesaikan urusan nya karena Karan tidak bisa membuat istrinya khawatir dan takut di tambah pekerjaan yang tidak bisa ditinggal oleh karena itu dia akan membayar mahal agen kakak iparnya yang sangat handal dalam menjalankan tugas ini.
"kak Daniel tolong jangan beritahu istriku tentang ini jika dia bertanya kakak tahu harus bilang apa padanya dan ini adalah rahasia" ucap Karan pada kakak iparnya itu.
__ADS_1
Saat tadi sang istri bercerita Karan langsung mengingat ciri ciri orang yang ingin melukai istrinya itu dan Karan tahu siapa orang itu lalu mencari biodata dan memberikannya pada Daniel untuk mengurus orang berbahaya itu.
"kau jangan khawatir aku tahu apa yang harus aku lakukan dan aku tidak akan diam karena orang itu melukai adik kesayangan ku akan aku pastikan orang itu akan menyesal karena telah berani mendekati dan melukai adikku"
ucap Daniel tersenyum mengingat seperti apa dirinya saat berurusan dengan hal seperti ini.
"dan kau harus pastikan semua musuh atau orang yang tidak menyukai kau ingat semua karena bawahan ku akan melacak mereka semua dan mengawasi mereka tenang saja dan percayakan padaku kau cukup membuat adikku senang dan menikmati liburannya"
ucapnya lagi, Daniel akan melakukan apapun yang terbaik untuk adik dan keluarganya.
"sekarang kau kembali ke kamar mu nanti adikku bangun tidak ada suaminya dan dia akan semakin khawatir lalu berpikir aneh aneh cepat sana pergi sebelum ada drama" ucap Daniel yang sangat mengenal adiknya.
Karan tersenyum "baiklah kak sampai nanti jangan lupa kabari aku jika menemukannya" ucap Karan lalu memeluk kakak iparnya.
Sepuluh menit kemudian Tara bangun karena merasa tidak ada orang yang dipeluknya ia membuka matanya memperjelas penglihatan tidak ada suaminya disini sedetik kemudian..
Next episode... 56
*
*
*
*
*
__ADS_1