
"oh.. tuan bagaimana dengan gambar tuan yang saya ambil saat anda konser apakah gambar gambar itu cukup bagus" tanya sang asisten Rayan.
"cukup bagus dan terlihat keren thank Rayan kamu selalu setia bekerja untuk ku" ucap Raihan
"terimakasih tuan kalau begitu saya permisi" ucap Rayan lalu pergi.
aku sendiri pun tak habis pikir bagaimana bisa aku melakukan hal ini pada diriku sendiri apa yang terjadi padaku" ucap Raihan sungguh tidak mengerti perasaan.
seharusnya ia langsung pulang ke negara asalnya namun ia mencium aroma wangi yang sama seperti mantan terindah nya itu adalah Tara, sebenarnya itu biasa saja tapi karena ia menemukan suatu gambar yang tertinggal di kamar hotel itu dan gambar itu adalah foto dirinya dan sang mantan.
Di renung dan dilema mengingat masa lalu bersama Tara dan akhirnya pemikiran ini pun menghampiri seluruh isi kepalanya yang tidak mau melepaskan mantan nya itu lalu mencari cara tahu serta informasi tentang sang mantan setelah dapatkan Raihan segera bergegas pergi tinggalkan dubai lalu menyusul mantan nya itu.
"aku harus segara mencari cara untuk bertemu karena mereka akan segera pergi tapi bagaimana caranya agar aku bisa melihat nya dan membicarakan tentang kita, aku hanya ingin mendengar dan melihatnya dari dekat untuk mengobati luka dan rasa sakit dihati karena telah pergi begitu saja tanpa pamit padanya"
ucap Raihan mulai pusing memikirkan cara untuk menemuinya harus apa.
mau tidak mau Raihan membuka laptop untuk mencari tahu tentang perusahaan suaminya Tara lalu memperlajari produk dan market di bidang apa saja mungkin ada yang sama dengan keperluan atau hobi yang di miliki, Raihan terus menggali informasi yang tepat dan akurat agar tidak melakukan kesalahan apapun nantinya.
"wah kamu sungguh beruntung Tar kamu punya suami seorang pengusaha dan dia sangat mencintai mu pasti suami mu laki laki yang posesif dan pecemburu yah aku tahu itu dan bisa dilihat dari bagaimana dia bisa se posesif ini dari cara memeluk dan merangkul dirimu Tar huum harusnya aku yang berada di posisi itu dan karena aku juga kamu terluka, maafkan aku Tar"
ucapnya lagi mulai terbawa perasaan yang membuatnya merasa semakin bersalah.
,,Bagaimana pun caranya aku harus bisa bertemu dan berbicara dengannya,, ucapnya dalam hati yang menggerutu.
***
__ADS_1
Seakan ada kebakaran benaran beberapa orang panik dan berlarian kesana kesini padahal itu hanyalah orang orang bayaran yang sudah di diskusikan oleh pihak rumah sakit dan pasien sungguh tetap aman dan tenang karena sudah di konfirmasi terlebih dulu kalau ada keramaian seperti ini hanya sebuah acting seperti di film film jadi tidak perlu cemas atau merasa takut disini.
Farhan berlari secepat mungkin karena ia sangat panik dan takut terjadi sesuatu pada kedua wanita yang di cintai nya itu adalah istri dan putrinya yang baru saja lahir tapi sudah ada kejadian seperti ini.
Dalam hati Farhan selalu berdoa semoga keduanya selamat dan baik baik saja.
"sayang sayang.. kamu dimana yank" teriaknya saat melihat kamar ini kosong.
"dokter.. suster.. dokter.. sayang kamu dimana yank" ucapnya keliling kamar.
Farhan mencari keberadaan istrinya di toilet tidak ada di tempat tidurnya tidak ada lalu dimana istrinya itu berada.
Farhan segera berlari ke tempat dimana para bayi yang baru lahir di taruh satu per satu dia membaca nama nama bayi tapi tidak ada satupun bayi yang mirip dengan putrinya karena tidak ada nama bayi yang sudah di namai olehnya beberapa jam lalu.
bayinya tidak ada di ruang bayi dan istrinya tidak ada di ruang bersalin lalu dimana para suster dokter dan petugas keamanan dimana mereka semua, panik bingung khawatir dia berpikir rumah sakit seperti yang di datangi oleh istrinya ini seperti taman yang sepi tidak ada yang lewat pengunjung ataupun penjaganya.
dok dokter.. sus suster" Farhan teriak masuk ke dalam ruangan dokter tanpa ketuk pintu terlebih dulu.
Mencari seseorang yang ada di dalam ruangan ini namun tidak ada satupun orang di lantai satu ini sangat sepi seperti gudang tak terpakai, lalu Farhan naik ke lantai dua untuk mencari tahu apakah istri dan putrinya baik baik atau apa terjadi sesuatu pada mereka berdua lalu dimana istri serta bayinya itu mereka menghilang.
Farhan terus berlarian menaiki anak tangga satu persatu dengan tergesa gesa tinggal sedikit lama beberapa anak tangga yang harus dilewati olehnya tiba tiba ia terpeleset dan hampir saja jatuh kebawah.
Astaghfirullah.. Astaghfirullah hampir saja aku membuat diriku celaka alhamdulillah selamat aku" ucapnya karena tangannya langsung meraih pegangan anak tangga.
Sesampai di lantai dua ternyata orang tua sudah datang berada di kamar inap ada papanya di depan pintu sedang menunggu istrinya yang sedang mengantar menantu nya ke dalam toilet oleh karena itu papa mertua keluar dari kamar inap menantu.
__ADS_1
"paapa" teriaknya lalu berlari.
"pah pah papa di baa..wah ada kebakaran pah sebaiknya papa segera turun karena aku mau mencari istri dan bayi ku pah" ucapnya lagi sambil menarik nafas perlahan karena habis lari jauh.
"haahg kamu sakit, demam atau apa han papa dan datang kesini karena istri kamu yang memberitahu kami dan dimana kamu tadi.." balas sang papa terhenti.
"pah sebaiknya papa segera turun karena lagi bahaya pah.. papa cepat turun yah maafin aku pah aku belum kasih tahu papa karena ini dadakan jadi aku lupa pah" ucap Farhan yang tidak di hiraukan.
"pah papa" ucapnya lagi melihat papanya aneh senyum senyum sendiri.
"um apa ada kebakaran kenapa kamu tidak kasih tahu papa dari tadi aduh lalu istri sama anak kamu dimana han" balas sang papa berusaha panik.
padahal satu menit lalu sang papa baru dapat pesan dari menantu tersayang nya itu yang tertulis bahwa menantu nya lagi membuat drama untuk suaminya yaitu anak laki laki nya yang dingin dan acuh.
"ya maaf pah tapi ini darurat sebaiknya papa turun tunggu dibawah lalu akan cari istri dan anak ku pah, papa cepat pah" ucap Farhan pada papanya.
sang papa yang melihat tingkah putranya keduanya seperti ini membuatnya ingin tertawa terbahak bahak melihat anak laki laki nya yang dingin ini akhirnya bisa panik dan cemas juga ada bagusnya menantu nya itu mengerjai anaknya itung itung latihan dan belajar jadi orang yang hangat.
"okay kalau begitu papa kesana dan kamu kesana cari ruangan dokter yang disini cepat kamu cari istri dan anak mu" ucap sang papa menyuruh anaknya lari juga.
Farhan pun mengikuti perintah papanya ia berlari mencari ruangan dokter atau siapa pun yang mengetahui dimana keberadaan istri serta bayinya itu.
sedang papanya tertawa lepas melihat putranya yang mengikuti perkataannya setelah puas tertawa barulah ia masuk ke dalam kamar inap dimana menantu dan istrinya ada di dalam dengan.
"pah gimana tadi papa lihat wajah Farhan seperti apa pah" tanya Stevie penasaran
__ADS_1
"apa kamu tahu tadi papa suruh dia berlari ke ruang dokter untuk mencari tahu dimana istri dan anaknya berada dan.." balas sang papa tersenyum mengingat.