
Mira hanya bisa menyesali kebodohannya, Dia diam tanpa Suara ,Membuat Brian jadi merasa bersalah, pasalnya Brian telah menggarap Mira seharian penuh, dia tidak bisa Mengabaikan itu begitu saja.
" Mira.. aku tahu ini berat untukmu, Tapi kamu juga harus tahu jika aku tidak bisa menambah istri lagi, aku harap kamu Mengerti " ucap Brian sendu.
Mira mencoba memaksakan senyumnya " anda Tidak usah khawatir Tuan Axel, saya tidak akan menuntut lebih atas kejadian Hari ini "
Brian memeluk Mira " maaf... mungkin aku egois, tapi aku benar - benar tidak bisa menerima kamu "
Mira Meneteskan Air matanya, dia hanya bisa berharap agar kedepannya bisa menjalani kehidupan yang normal lagi, walaupun dia tahu jika itu akan berat untuknya.
Brian merawat Mira seharian penuh, Walaupun dia sempat marah padanya , tapi Brian juga merasakan kenikmatan darinya.
jadi hanya itu yang bisa Brian lakukan untuk sedikit menebus kesalahannya.
Setelah hampir Larut, Mira akhirnya terlelap, Brian keluar dari kamar dan menghubungi Martin.
Brian kemudian menjelaskan detail masalahnya pada Martin, Martin sangat terkejut saat mendengar hal itu.
dia langsung berjanji ,jika besok Brian akan mendengar kehancuran keluarga sasongko.
Brian memencet pangkal hidungnya, dia menatap Mira dengan Sendu, dalam hatinya Brian tidak ingin menyakiti seorang wanita ,tapi di sisi lain dia juga harus mempertimbangkan ke empat istrinya.
Brian kemudian merebahkan dirinya di sofa, dia terlelap hingga Mentari Menyinari padatnya kota jakarta.
saat Brian bangun, dia sudah tidak melihat Mira di tempat tidurnya, dia melihat secarik kertas yang bertuliskan pasword pintu apartemen.
Brian menghela napas dan bermonolog " Mira, Mira , sakit pun kamu masih berangkat kerja "
Brian kemudian bergegas membersihkan diri, untuk melihat Bagaiman Axel Industri sekarang.
yang awalnya Brian cuma sebentar di jakarta, Brian memutuskan untuk sedikit lama di sana , pasalnya Brian tidak bisa meninggalkan Mira begitu saja.
Brian kemudian berangkat Ke Axel Industri dengan menaiki Taksi online.
Karena Brian tidak pernah Ke Axel industri sebelumnya , jadi hanya sedikit orang yang mengenalnya.
Brian memasuki Axel Industri tanpa ada sambutan untuknya, Tapi Brian sangat senang akan hal tersebut karena dia paling malas meladeni berbagai orang yang ingin menjilatnya.
__ADS_1
Brian menghampiri Resepsionis dan Bertanya " Nona Ruangan CEO di lantai berapa yah ?"
Resepsionis Malah balik bertanya pada Brian " Apakah Tuan sudah membuat jani ?"
Brian menggeleng " Belum mba, tapi saya mengenal Nona Mira "
" Maaf Tuan, anda harus membuat janji dulu ,baru Bisa menemui Mis. Mira " Ucap Resepsionis tegas.
Brian menghela napas " tolong telepon asistennya, Bilang padanya jika Brian ingin menemui Mira "
" Baik Tuan , tolong tunggu sebentar , silahkan menunggu di sana ?" Resepsionis menunjuk tempat duduk di lobi.
Brian mengangguk, Dia menungunggu, Detik berganti Menit ,menit beganti jam , Sudah Satu jam Brian menunggu tali belum ada yang menemuinya.
Brian menggertakan giginya " Madih ada aja karyawanku yang seperti ini !" gumam Brian.
Brian menghampiri Resepsionis " mba sudah satu jam aku menunggu, mana asisten Mira ?"
" Maaf Tuan , Asisten Mis.Mira sedang keluar, dia akan menemui anda setelah urusannya selesai." ucap Pelayan dengan datar.
Brian melirik jam tangannya mengerutkan kening " jam segini keluar, Asisten macam apa dia !" Brian meninggikan suaranya.
" temukan aku dengan Mira, Bilang padanya Axel Brian sudah menunggunya selama satu jam !" Brian sudah mulai tidak sabar.
" Tuan tapi menurut prosedur ,anda harus membuat janji dulu " sambil bicara Resepsionis menghubungi security.
Brian Meraung " masa bodo dengan prosedur, kalian saja tidak becus bekerja di sini, apa kalian layak mengatakan hal itu !"
Semua orang yang kebetulan lewat ,menatap Brian dengan sinis, mereka mengira jika Brian adalah orang yang akan membuat onar.
Security datang ke tempat Resepsionis , Brian mengerutkan keningnya saat para Security menghampirinya.
" pak tolong bawa keluar orang ini !" ucap Reseptionis ketus.
" Baik !!" Security menjawab dengan tegas.
Brian mengerutkan keningnya, dia tidak menyangka jika akan di usir dari perusahaannya sendiri.
__ADS_1
Security memegang tangan Brian dan menyeretnya keluar , Brian tidak Melawan karena dia tahu meski melawan juga dia akan kalah, pasalnya dia hanya memiliki otak bukan otot.
Brian di lempar keluar dari depan pintu perusahaan sampai terhuyung mau jatuh ke tanah " pergi dari sini !, jangan buat keributan di tempat ini !" ucap security ketus.
Brian mengepalkan Tangannya " sial..!, mau masuk perusahaan sendiri saja susah , bodohnya aku tidak meminta nomor Mira !"
Saat Brian akan melangkah pergi , seseorang memanggilnya " Tu..Tuan Axel ?!"
Brian langsung menoleh ke arah suara , Dia melihat seorang pria paruh baya dengan Kaca mata di wajahnya.
Pria tersebut langsung menghampiri Brian " Tuan Axel , saya Ruslan Harahap Wakil CEO Axel industri, kenapa anda tidak bilang jika akan kemari ?" Ucap Ruslan Ramah.
Brian mencibir " ya harusnya aku bilang, agar tidak di usir dari lerusahaan sendiri !" ucap Brian datar.
Bagai di sambar petir , Ruslan sangat kaget saat Brian mengatakan kalimat tersebut " D..Di.. usir , siapa yang berani mengusir anda "
Brian mengendikan bahunya, Ruslan kemudian bicara lagi " Tuan Axel, mari ikut dengan saya , Biar saya urus semuanya "
Ruslan sangat mengutuk kebodohan anak buahnya, bagaiman bisa mereka mengusir dan tidak mengenali bos besarnya.
Brian mengangguk, Ruslan kemudian mempersilahkan Brian berjalan di depan layakanya bos oada umumnya.
saat di depan pintu Perusahaan ,salah satu Security yang tafi menyeret Brian membentak " Masih berani kamu ke sini, apa mau saya patahkan kaki kamu !"
Ruslan langsung membentak Security tersebut " Diam !!, siapa yang akan kamu patahkan kakinya !?"
Security yang tahu persis suara siapa itu ,langsung menunduk , Ruslan langsung menghampiri security tersebut dan menamparnya "plaaaaak!!" suara Renyah dari tamparan terdengar jelas.
" Maaf Tuan Axel, silahkan " Ruslan memberi jalan Pada Brian.
Security Berkeringat dingin ketika melihat Wakil Bosnya membungkuk pada pria yang mereka usir.
bukankah jika Wakil Ceo saja membungkuk di hadapannya berarti kedudukannya lebih tinggi .
kaki Security melemas, dia tiba - tiba ambruk di lantai seperti tidak memiliki Tulang pada tubuhnya.
Brian dan Ruslan memasuki perusahaan, semua orang yang melihat Brian kembali lagi.
__ADS_1
Mereka semua mencibir , Reseptionis juga menatap Brian dengan tidak senang , tapi saat Reseptionos melihat Ruslan berjalan di belakang Brian, dia menelan ludahnya.
Reseptionis seolah tahu ,jika orang yang dia usir bukan orang sembarangan.