Menjadi Kaya

Menjadi Kaya
bab 111


__ADS_3

Kemudian Sindi berbisik ke Tanti, Entah apa yang Sindi bisikan , Tapi nyatanya itu berhasil.


Tenaga Tanti Tiba - tiba pulih lagi , dia mengikuti intruksi dokter.


Saat tiga Kali menguat akhirnya Bayi perempuan Lahir pukul 10.45 malam.


Brian sangat senang dia mengecup Kening Tanti, tapi saat Brian melihat Tanti ,dia sudah pingsan.


Brian langsung berteriak ke dokter " Dokter !!, cepat lakukan sessuatu !!"


Brian sangat panik, dia mondar - mandir di depan pintu ICU. Sindi mencoba untuk menenangkannya.


Kemudian orang Tua Brian dan Tanti sampai , Bu Risma bertanya pada Brian " Bagaimana proses lahirannya Nak ?"


Brian menggeleng " Kedua anakku sehat Bu, tapi Tanti .." Brian memotong ucapannya sendiri.


" Tanti kenapa Brian ?!" Tanya Ayah Tanti sedikit keras.


Sindi kemudian menjelaskan " Tanti pingsan pak,bu, tapi dokter sedang menangani mereka "


kedua orang Tua Tanti Langsung merasa kakinya lemas, Mereka kemudian ambruk di kursi tunggu.


Pak seto dan Bu Risma menenangkan Besan mereka " Besan.. Aku yakin Tanti tidak apa - apa, lebih baik kita berdoa untuk kesehatannya !" Ucap pak Seto pada Ayah Tanti.


Mereka mengangguk mengerti, pasalnya di saat seperti ini mereka tidak bisa melakukan apapun , hanya berdoa pada yang kuasa agar berharap Tanti baik - baik saja .


setengah jam berlalu ,dokter keluar dari ruang ICU, Brian langsung bertanya pada dokter " dok, bagaimana keadaan istri saya " Tanya Brian Cemas.


Dokter tersenyum " Nona Tanti sudah melewati masa kritisnya , jika kondisinya sudah stabil baru nanti di pindahkan ke ruang Rawat inap "


Brian menghela napas lega " syukurlah .."


Semua orang yang ada di situ juga mengela napas lega mendengar Tanti baik - baik saja.

__ADS_1


Brian kemudian meminta ijin untuk masuk ke ruang ICU, dokter mengijinkannya , Sebelum masuk Brian tidak lupa memakai pakain steril. entah autor lupa namanya apa😅


saat Brian Masuk , dia menatap Tanti yang terbaring tidak berdaya, dengan Selang infus dan oksigen yang melekat di tubuhnya.


Brian menghampiri Tanti, dia mengusap Puncak kepala istrinya dan mencium keningnya " Sayang.. Terima kasih, Cepat bangunlah ,anak - anak kita sudah menunggu kamu " Brian berbicara di samping istrinya.


Terlihat tatapan sayu Brian, dia teringat betapa Manjanya Tanti saat berdua dengannya, Karena Tanti pula Brian bisa bertahan sampai sekarang.


Brian tidak akan Rela jika Tanti kenapa - napa, Brian duduk di pinggir Ranjang Tanti ,dia menjaganya sampai lupa waktu.


Sindi yang melihat suaminya begitu menyayangi Tanti ,Sindi teringat saat dia akan melahirkan dan Brian tidak ada di sampingnya , Sindi membatin " apakah dulu ,jika kamu ada saat aku melahirkan , kamu akan melakukan hal yang sama padaku Brian ?"


Sindi kemudian menggeleng - gelengkan kepalanya " tidak,tidak,tidak..., apa yang aku pikirkan, Aku tidak boleh seperti ini, Brian pasti akan melakukan hal yang sama padaku !" gumam Sindi Lirih.


Bu Risma yang mendengar Sindi bergumam ,Dia mendekatinya dan memeluk Istri kedua Brian tersebut " Kamu jangan berpikir yang tidak, tidak, Brian juga pasti akan melakukan hal yang sama padamu jika tidak ada kecelakaan waktu itu "


Sindi tersenyum menatap Mertuanya " Iya Bu... maaf .." Sindi menyenderkan kepalanya di bahu Mertuanya.


Semua orang yang ada di tempat itu tersenyum cerah saat mendengar Tanti sudah siuman.


Dokter datang memeriksa Tanti , Setelah Selesai memeriksanya Tanti langsung di bawa ke ruangan Rawat inap, pasalnya kondisi Tanti sudah stabil.


Di ruangan Tanti ..


Brian dengan Lembut mengusap - usap kepala Tanti sambil tersenyum senang " Terima kasih sayang "


Tanti hanya bisa tersenyum, di masih lemas , hanya sekedar untuk bicara saja dia seakan tidak punya tenaga.


Tiba - tiba Ibu Tanti dan Ibu Brian membawa si kembar ke ruangan tersebut " Lihatlah anak - anakmu begitu Cantik " Ucap Ibu Tanti yang menggendong bayi Perempuan.


Ibu Brian menimpali " kakaknya juga begitu tampan "


padahal Bayi yang baru lahir belum terlihat Tampan atau cantik, karena kulitnya yang masih keriput.

__ADS_1


Mereka kemudian mendekatkan pada Tanti, Tangan Tanti yang tidak di pasangi Infus membelai pipi Mereka.


Tanti sangat bahagia, karena dia sudah seutuhnya menjadi seorang istri , Dia tersenyum bahagia sampai meneteskan Air matanya.


Brian yang melihat itu,menghapus air mata Tanti " Kamu tidak apa - apa kan sayang ?" tanya Brian sambil menggengam tangan Tanti.


Tanti menggeleng " Aku tidak Apa - apa, Aku hanya sangat senang karena telah menjadi seorang ibu " ucap Tanti dengan suara yang masih parau.


Brian lagi - lagi mengecup kening Tanti " Terima kasih sayang " Hanya kata terima kasih yang mampu Brian ucapkan, pasalnya dia tidak tahu harus berkata apa lagi untuk menunjukan ke bahagiaannya.


" Selamat yah Tan, sekarang kamu sudah menjadi ibu " ucap Sindi yang berdiri di belakang Brian.


" Terima kasih sin " ucap Tanti tersenyum.


sementara mereka menunjukan suka cita atas kelahiran si kembar .


Di Vila sedang Heboh membuat pengaturan untuk kedatangan Tanti dan Anak - anaknya.


para pelayan juga di buat bingung oleh ke tiga istri Brian, pasalnya mereka saling berbeda pendapat, karena tidak ada Sindi di sana ,jadi tidak ada yang mau mengalah satu sama lain.


tujuan mereka sebenarnya baik ,tapi karena mereka ingin membuat pengaturan sendiri - sendiri ,malah membuat pengaturan jadi lama.


padahal Cuma menata kamar ,tapi mereka tidak mau mengalah satu sama lain.


Luna, Pelayan pribadi Sindi ,langsung menelpon majikannya tersebut, pasalnya Luna tahu jika istri Brian semuanya hanya mendengarkan Sindi.


jadi dia berinisiatif menelpon majikannya tersebut, Di rumah sakit Sindi menghela napas kasar setelah mendapat telepon tersebut.


Brian yang melihat Sindi seperti itu bertanya " Ada apa sayang ?"


Sindi tersenyum Kecut , dia kemudian menjelaskan masalah yang ada di rumah. Brian dan Tanti yang mendengar itu terkikik geli, pasalnya mereka tahu tempramen masing - masing dari mereka.


Sindi meminta ijin agar pulang duluan ,untuk melerai saudari - saudarinya , Brian dan Tanti setuju, lagi pula di sana sudah ada orang Tua mereka yang menemani.

__ADS_1


__ADS_2