Menjadi Kaya

Menjadi Kaya
bab 42


__ADS_3

" Brian..." Tanti berkata dengan lirih.


David yang mendengar ucapan Tanti menengok, dia tersentak kaget saat melihat Tanti ada di situ dengan martin, oasalnya mereka tadi sedang fokus menyantap makanan.


Tanpa memperdulikan yang lain Tanti langsung berlari ke arah orang yang dia anggap Brian, dia langsung menariknya berdiri dan memeluknya.


Tanti yang di tinggal Brian tiga tahun lalu, dia mencoba menjadi wanita kuat, dia juga tidak menunjukan dirinya pernah menangis di hadapan siapapun selama tiga tahun.


tiba - tiba tangisnya pecah , dia memeluk Zan long dengan erat sambil berkata " Sayang kamu masih hidup sukurlah... ternyata doaku di dengar tuhan , huhuhu..!"


Mei sia berdiri ,dia melepaskan pelukan Tanti " mbak siapa yah ?, peluk - peluk suami orang sembarangan !"


Mei terumi langsung mengambil Zan liang dari gendongan kakaknya, karena dia takut Zan liang kenapa - napa.


" Suami ..?" Tanti kemudian melirik David.


David langsung berdiri dan menenangkan mereka dulu " kalian tenanglah dulu biar nanti aku jelaskan ! "


mereka menuruti Ucapan David, David buka suara setelah mereka duduk " nona Mei sia dia Tanti atasan saya ." David menunjuk Tanti.


Mei sia menatap Tanti dengan sinis, Zan long yang dari tadi diam karena bingung, dia buka suara " Tuan David .. sebenarnya apa yang terjadi ,kenapa nona ini tiba - tiba memelukku ?"


Tanti menjuk dirinya sendiri " Brian kamu tidak mengenali aku ?!"


saat Tanti mau bicara lagi ,David menariknya " Tan .. dia Zan long dan nona Mei sia istrinya !"


David sengaja memperkenalkan Zan long dulu agar Tanti tidak berbuat aneh lagi.


" Tu.. tunggu dulu .., Maksud kamu apa David ?" Tanti mencoba mencerna ucapan David.


Martin kemudian ikut bicara " Nona Tanti .. mending kita bawa mereka pulang dulu, ngibrolnya di rumah ,biar lebih enak !"


David menimpali " benar kata Martin, biar nanti aku jelaskan semuanya.


Tanti akhirnya menuruti ucapan mereka, dia mencoba menekan rasa penasarannya, kenapa Pria itu bisa mirip dengan Brian.


mereka pun bergegas ke arah mobil untuk membawa Zan long dan keluarganya pulang ke Villa Brian.


setelah sampai di Villa, David mengajak Zan long masuk , Sementara Tanti dan Martin mengikuti dari belakang.

__ADS_1


Tanti menatap punggung Zan long dengan perasaan campur aduk, pasalnya dari tinggi tubuh ,dan wajah mereka memang sama persis dengan Brian.


baru beberapa langkah masuk ke Vila terdengar suara piring kaca jatuh.


" praaangg..!!!!


semua orang menengok ke arah suara tersebut, Zan long melihat seorang wanita paruh baya tertegun melihatnya, Wanita paruh baya tersebut tidak mengalihkan pandangannya pada dirinya.


sehingga membuat Zan long sedikit takut.


Tanti yang melihat ibu mertuanya mau jatuh karena syok, dia langsung bergegas menghampirinya " ibu tidak apa - apakan ?"


Bu Risma menatap Tanti ,air matanya mengalir " Brian.. Tanti apakah dia Brian ?"


Tanti menggeleng " Bukan bu.. namanya Zan long "


Tanti kemudian memapahnya duduk di sofa di bantu Martin dan David, Tanti kemudian memanggil pembantu untuk membereskan pecahan piring tadi.


Kemudian David buka suara " Tan .. di sini masih ada kamar kosong kan, biarkan Zan long dan yang lain istirahat dulu, aku nanti jelasin semuanya, panggil nona Sindi dan pak Seto juga biar mereka mendengar ini semua !"


kebetulan pak seto dan Sindi sedang menemani anaknya di halaman belakang, pak seto sangat menyayangi Axel Krisna Barata ,makanya dia selalu bersama cucunya tersebut.


Pak Seto ,sindi dan anaknya juga sudah berkumpul di sana, David kemudian memulai ceritanya.


" Tanti ,Bu Risma kalian yang sudah melihat Zan long pasti bertanya - tanya mengapa dia mirip dengan Tuan Axel kan ?"


Sindi mennginterupsi " tunggu..!, apa maksud kamu David ?"


David tersenyum " nona Sindi biar saya selesaikan ceritaku dulu ,nanati nona Sindi juga akan tahu ."


Sindi mengangguk ,menyetujuinya , David melanjutkan ceritanya " Zan long memang mirip dengan Tuan Axel, bukan.. tapi lebih tepatnya dia adalah Tuan Axel , saya sudah ..."


belum selesai bicara Tanti langsung histeris " ternyata dugaanku benar ,dia memang suamiku, aku tahu itu saat memeluknya aku merasakan kehangatan yang sama !"


Sindi penasaran dengan ucapan Tanti " Tan.. apa maksudmu, dimana kamu menemui Brian ?" Dia juga sedikit bersemangat.


pak seto dan Bu Risma sedikit lebih tenang, walaupun mereka juga ingin memeluk anak semata wayangnya tetapi mereka mencoba untuk mendengarkan cerita David lebih dulu.


pak seto kemudian menegur Sindi dan Tanti " Hais kalian ini.. David lanjutkan ceritanya !"

__ADS_1


David tersenyum kecut " Dia memang bisa di katakan memang Tuan Axel , tetapi dia lupa dengan ingatan masa lalunya, selama Tiga tahun dia tinggal di pulau senkuku ,kehidupannya memprihatinkan, dengan istri dan adik Istrinya !"


David diam sebentar kemudian melanjutkan " Tanti dan nona Sindi .. aku tahu kalian ingin bersama Tuan Axel, tetapi aku sarankan dekati dia dengan perlahan, agar dia betah tinggal di sini untuk memepermudah mengingat masa lalunya seperti di tipi - tipi, kalian juga harus menerima Istri Tuan Axel !"


David menceritakan semua saat dirinya di pulau senkuku bertemu dengan Brian, dia juga mewanti - wanti agar tidak membuat Brian takut dengan antusias mereka.


Bu risma tersenyum sambil menangis " jadi .. bayi yang di gendong perwmpuan tadi cucuku David ?"


David mengangguk " iya nyonya besar, dia anak Tuan Axel dengan Nona Mei sia !"


Tanti menggembungkan pipinya " Ah.. sekarang saya jadi yang ketiga !" ucap Tanti lemas.


kemudian semua orang yang ada di situ tertawa bahagia, mereka juga mengikuta saran David agar tidak terlalu antusias pada Brian dan tetap memanggilnya dengan Zan long agar Brian tidak risih tinggal di Vila tersebut.


kamar yang di tempati Zan long dan istrinya ..


" wah kamar ini begitu besar kakak !" Mei terumi bersemangat melihat kamar itu.


Mei sia tersenyum " kamu beruntung akan mendapatkan Calon suami yang baik dan kaya !" Mei sia menggoda adiknya.


Mei terumi tersipu malu " ih.. kakak apaan sih ..David atasanku kak !"


Zan long mendesah kesal " iya .. iya aku ini tidak ada apa - apanya jika di bandingkan dengan Tuan David !"


Mei sia yang melihat suaminya kesal mencoba menghiburnya " kamu tetap yang terbaik di mataku sayang .."


Mei sia meletakkan anaknya yang sedang tidur di ranjang , dia kemudian bertanya pada suaminya " ngomong - ngomong kamu nanti tidur dimana sayang ?, kan Mei terumi juga di sini ?"


Zan long menatap adik istrinya dan menggodanya " ya tidur di ranjang bersama kamu lah, adik kecil biar tidur di sana !" Zan long menunjuk sofa yang ada di kamar.


Mei terumi Berdecak kesal " ih.. kakak apaan sih .. kakak yang Cowo ngalah lah, masa aku !" Mei terumi menyilangkan tangnnya di depan dada.


Tiba - tiba terdengar suara ketukan pintu saat mereka sedang asyik berdiskusi.


tok


tok


tok

__ADS_1


.......


__ADS_2