Menjadi Kaya

Menjadi Kaya
bab 103


__ADS_3

Winanda jatuh ke lantai, dia sangat syok .


dia tidak menyangka jika anaknya kan melakukan hal bodoh, padahal niat Winanda membuat Reno bekerja di Tempat Brian agar belajar dengan pengaturan Perusahaan Brian.


Tapi yang tidak Winanda ketahui, jika anaknya menggunaka kekuasaan Batara grup untuk menekan semua staf Axel Industri.


Yang lebih mencengangkan lagi, dia berani berkomplot dengan orang - orang dalam untuk menggelapkan uang perusahaan, apalagi itu sudah berlangsung tiga tahun lamanya.


Winanda sekarang hanya bisa pasrah , semua petinggi yang tadinya merencanakan sesuatu juga sudah tidak bisa berbuat apa - apa lagi.


Mereka menunduk lesu, karena Lawan mereka bukan kaleng - kaleng, melainkan batang baja 😅😅


Hansel kemudian berdiri "Kalian lupakanlah perusahaan ini, karena aku yakin walau kalian menjualnya juga tidak akan ada yang mau membelinya .


Lebih baik kalian bersiap mencari pekerjaan lain " Hansel kemudian meninggalkan orang - orang yang sedang kehilangan semangat tersebut.


...----------------...


Axel industri.


Di ruang Rapat , Reno dan kelima orang lainnya masih duduk di lantai , Tiba - tiba ponsel Reno berdering , Reno menatap layar ponsel ,yang menunjukan nama Ayahnya.


Reno hanya bisa pasrah dan menganggkat telepon tersebut " Dasar anak sial !!!, gara - gara kamu perusahaan yang aku Rintis selama puluhan tahun hancur begitu saja !!, cepat pulang !!"


Brian yang mendengar teriakan Winanda langsung mengambil telepon Reno tanpa persetujuan , Reno pun tidak melarangnya sama sekali.


" Tuan Winanda Batara , bagaiman kabar Anda ?" Brian berkata dengan lembut.


Winanda Kaget ,karena yang bicara bukan anaknya " Siapa kamu ?, dan kemana anak saya !!?"


" anak anda ada di sebelahku, di sedang menunggu polisi menjemputnya " ucap Brian datar.


" ka..kamu Tuan Axel Brian ?, Tuan Axel tolong ampuni kami, ini semua bukan salahku, tapi salah anak sial itu !" Winanda memohon - mohon pada Brian.

__ADS_1


Brian mencibir " Bukan salah anda ?, sementara anda memasukan anak anda ke perusahaan saya dengan kekuasaan anda ?, jadi dimana yang bukan salah anda ?"


Brian langsung mematikan panggilan tersebut dan melemparkan ponsel Reno di hadapannya.


Beberapa Menit kemudian polisi datang, Brian menceritakan semua kronologi dan buktinya, Polisi langsung membawa ke lima Petinggi perusahaan di tambah Reno.


Karyawan yang melihat kejadian tersebut terkejut , Mereka bertanya - tanya apa yang sebenarnya terjadi.


Mira yang dari tadi menurut tinggal di ruangannya, langsung ke ruang Rapat untuk menemui Brian, dengan jalannya yang sedikit mengangkang.


Mira memasuki Ruang Rapat , saat polisi sudah menangkap tikus - tikus perusahaan, Brian yang melihat Mira tersenyum dan menyuruh Mira duduk fi sampingnya.


Brian tidak menjelaskan langsung kepada Mira, karena Brian ingin menuntaskan Rapatnya terlebih dahulu.


Brian kemudian buka suara " Ruslan !, sebarkan pada karyawan jika posisi 5 petinggi sedang kosong, aku ingin mereka yang merasa mampu menduduki tempat tersbut untuk mengajukan diri, aku sendiri yang akan mewawancarai mereka !"


" Baik Tuan Axel !" ucap Ruslan tegas.


" dan kalian , atur anak buah kalian agar menuruti pengaturan pusat , aku tidak mau kejadian waktu aku baru datang terulang kembali !" Brian berkata dengan Lantang .


" Rapat cukup sampai di sini, kalian boleh pergi !" Brian mengusir mereka untuk kembali bekerja.


setelah mereka semua pergi, Brian tersenyum ke arah Mira.


Brian memandangi Mira dengan senyum anehnya, Mira merasa canggung di tatap Brian seperti itu, Srmakin lama Brian menatap semakin membuat Mira gelisah.


Akhirnya Mira bicara " Tuan Axel, jangn menggodaku terus "


Brian tidak menjawab, dia masih menatap Mira, Brian sengaja melakukan itu karena Brian mulai suka jika melihat Mira salah tingkah.


Wajah Mira mulai Merah Merona, Mira Meremas bajunya karena tidak tahu harus berbuat apa, dia juga bingung mau bicara apa pada bosnya tersebut.


Brian kemudian bertanya " jadi.. Kenapa kamu kemari ?"

__ADS_1


Mira yang tadi menunduk mendongak menatap Brian " se..sebenarnya apa yang telah terjadi Tuan Axel ?" ucap Mira canggung.


Brian kemudian menyenderkan tubuhnya di kursi " Aku hanya menyelesaikan tugasku sebagai seorang atasan "


Brian diam sebentar kemudian melanjutkan " Mira.. kamu sebenarnya tidak Cocok Menjadi CEO " ucap Brian lembut.


Mira langsung memotongnya " Tuan Axel, apa anda akan memecat ku , Tuan Axel tolong beri aku kesempatan sekali lagi " Mira yang tadi malu - malu, berubah menjadi Sendu.


Brian mengerutkan keningnya dan menatap Mira " siapa bilang aku akan memecatmu ?"


" i..itu tadi Tuan Axel bilang ing..." Brian menutup mulut Mira dengan jari telunjuknya.


Brian kemudian melanjutkan " Kamu memang akan aku copot dari jabatan CEO, tapi kamu akan menjafi asisten Pribadiku, Karena aku tidak ingin ada orang yang menyakitimu lagi selain aku " Ucap Brian menggoda Mira.


Brian sudah memutuskan, dia tidak ingin meninggalkan Mira sendiri, entah kenapa dia ingin selalu bersama Mira, Brian seakan terkena Candu wajah Mira.


Mungkin mulai ada yang salah dengan otak Brian, atau mungkin memang sifat nakal laki - lakinya muncul, Brian seolah melupakan komitmennya dengan ke empat istrinya.


Atau mungkin karena gunung kembar Ke empat istrinya kalah dengan Mira, Entahlah .. hanya Brian dan Author yang tahu 😁😁


Mira tidak mengerti maksud Brian, dia kemudian bertanya " maksud Tuan Axel apa yah ?:


Brian mendekatkan dirinya pada Mira dan membisikan sesuatu " aku tidak bisa melupakan malam panjang kita "


Mira terkejut ,dia menatap Brian lekat - lekat dan bertanya lagi dengan ragu " apa Tuan Axel akan menikahiku ?" ucap Mira sambil menggigit bibir bawahnya.


Brian menggendikan bahunya " entahlah... Mau kamu bagaimana ?" Brian malah balik bertanya pada Mira.


Mira langsung sumringah, dia berdiri dan menghambur ke pelukan Brian " Terimakasih Tuan Axel " Mira mengecup pipi Brian.


Brian memeluk Mira dengan erat, gunung kembar yang terhimpit membuat darah Brian Mendidih ,dia kemudian berkata " jika kamu terus seperti ini, aku bakal tidak tahan lagi Mira "


Mira langsung melepaskan pelukannya dan menatap celana Brian, benar saja adik kecil Brian sudah meronta - ronta hingga tercetak bencolan di celananya.

__ADS_1


Mira merengut " Tuan Axel.. masih sakit .." ucap Mira manja.


__ADS_2