
David bergegas memanggil perawat untuk memberi pertolongan pada Bu Risma ,sementara Tanti masih menangis sesenggukan.
Bu Risma terbangun dari pingsannya di temani pak Seto, dia langsung menangis memanggil - manggil nama Brian " Brian pak.. Brian.. huhuhu.. Brian .."
" sudah bu... Brian pasti selamat !, kita tunggu kabar dari David nanti ." Pak seto memeluk dan menenangkan istrinya.
sementara Tanti masih di luar ruangan dengan David yang sekarang duduk di kursi tunggu.
Tanti masih menitihkan air matanya ,tetapi tidak histeris lagi.
David menghela napas dengan kasar " huh.. Tan sudahlah.. aku juga sedih mendengar Tuan Axel begini, tapi mau bagaimana lagi, kita harus bersabar menunggu info selanjutnya !"
Tanti menggelengkan kepalanya " aku tidak bisa David .. Brian segalanya buat aku .. huhuhu.."
David tidak berdaya dengan keadaan sekarang, pasalnya dia juga merasa kehilangan juga tetapi dia juga tahu jika Tanti pasti lebih sedih dari dirinya.
orang tua Sindi keluar dari kamar Sindi, mereka menanyakan kemana besannya.
David kemudian menceritakan semua yang terjadi, Orang tua Sindi juga terpukul, tetapi mereka mencoba untuk tetap tenang.
" Tuan dan nyonya Barata, lebih baik Nona Sindi jangan di beri tahu dulu masalah ini, kondisi dia masih lemah paska melahirkan , saya takut Nona Sindi kenapa - napa ." David berkata dengan jujur.
Orang tua Sindi menyetujui saran David, mereka juga tidak mau ambil resiko terjadi sesuatu dengan Sindi karena dia baru melahirkan dan kondisinya masih lemah.
...----------------...
Jepang, Maskapai penerbangan Phoenix air lane.
ke esokan harinya..
puing - puing pesawat sudah di temukan, pesawat itu hancur berkeping - keping di perbatasan laut China .
" apa..! belum di temukan juga ..!!" Asahi membentak anak buahnya.
dari 203 orang yang adadi pesawat termasuk awak kapal sudah baru di temukan 60 orang mereka juga sudah meninggal semua, sisanya masih tidak di ketahui.
asahi tidak tahu harus bagaimana, tetapi dia tetap memberikan instruksi pada anak buahnya " tetap cari ..!, jangan sampai ada yang terlewat sedikitpun !"
anak buah asahi hanya mengangguk pasrah, mereka juga tahu jika bos besarnya, ikut dalam kejadian tragedi tersebut, jadi mereka mau tidak mau harus menuruti ucapan asahi.
...----------------...
di rumah sakit Citra Kirana..
Sindi sedang menggendong anaknya, dia bertanya pada orang tuanya " pak, bu.. apa Brian belum sampai ?"
__ADS_1
Renaldi dan juliana saling menatap, Renaldi lalu berkata dengan gugup " em.. em.. Brian terjebak di pesawat, pesawat yang dia tumpangi ada masalah ,jadi terpaksa mendarat di bandara terdekat !"
" bapak benar sayang.. , nanti juga Brian datang , Sini biar anak kamu ibu gendong, kamu masih perlu istirahat !" Juliana mengalihkan perhatian Sindi.
Sindi menurut, dia memberikan anaknya pada Juliana, Sindi merebahkan diri, dia kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi Brian, tetapi tetap saja nomornya tidak aktif.
sejak kemarin Sindi sudah menghubunginya dan hasilnya sama.
Sindi mulai bosan , dia kemudian berselancar di dunia maya, saat matanya melihat berita tentang kecelakaan pesawat terbang dia kemudian mengkliknya.
awalnya dia membaca - baca berita tersebut dengan santai, saat di men sekrol ke bawah melihat daftar penumpang, tenggorokannya tercekat , matanya memanas dan tangannya bergetar.
" Bri.. Brian..?!, " bulir bening mulai menetes dari pelupuk matanya membasahi pipi.
Renaldi dan istrinya yang dari kemarin sengaja menemani Sindi agar tidak mengetahui Brian kecelakaan di pesawat.
Mereka menengok ke Sindi, betapa yerkujutnya mereka saat melihat Sindi sudah terisak.
Renaldi buru - buru menghampirinya " Ada apa Sayang ?"
" bapak tahu Brian kecelakaan Brian kan ?, kenapa bapak tidak memberi tahu aku ?! , huhuhu..." Sindi meraung ke Renaldi sambil menangis.
Renaldi bingung mau menjawab apa, dia langsung memeluk putrinya " sayang.. tenanglah.. Brian pasti selamat "
Renaldi sadar,dia sudah tidak bisa menutup - nutupi kecelakaan tersebut, jadi dia hanya bisa memberikan sedikit sandaran buat anaknya, pasalnya dia yakin jika Sindi akan sangat terpukul.
Juliana meletakkan cucunya di tempat bayi, kemudian dia juga memeluk Sindi " sabar sayang.. Brian pasti selamat .."
" huhuhu.. Tapi pak, bu...?" Sindi masih terisak di pelukan mereka.
Mereka kemudian melepaskan pelukannya, Renaldi memegang kedua bahu Sindi " sayang kamu harus kuat.. kamu sekarang sudah jadi seorang ibu !, dan yakinlah Brian pasti selamat !"
......................
dua bulan berlalu..
pencarian korban hilang sudah di hentikan, pihak kepolisian setempat menyatakan dari 203 orang, 120 di temukan semua meninggal ,83 yang hilang juga di nyatakan telah meninggal.
Asahi tidak tahu harua berbuat apa, semua anak buahnya juga sudah menyisir semua tepat yang dekat dengan kejadian,tetapai hasilnya nihil.
...----------------...
di kediaman Brian ..
setelah beberapa jam pernyataan itu di rilis , semua anggota keluarga Brian mengadakan kirim doa bersama untuk Brian.
__ADS_1
Tanti dan Sindi juga sudah pasrah dengan keadaan, jika Brian meninggal mereka akan menerimanya, tetapi jauh di lubuk hati mereka menginginkan Brian masih hidup.
...****************...
tiga tahun berlalu dari tragedi jatuhnya pesawat yang di tumpangi Brian.
pulau Senkuku, Kota kajima..
" aku pulang...!!, Ah capeknya ." seorang Pria berumuran 30 an , memasuki rumah yang terlihat sederhana.
" mandi dulu ... terus makan sayang ..!" Suara dari dalam menyauti.
Pria itu bergegas masuk , untuk membersihkan dirinya.
setelah selesai dia ke ruang makan sederhana, istri dan adiknya sudah menunggu dirinya.
" cepatlah kakak Zan Long !, aku sudah lapar banget !" adik dari istrinya mengelus - elus perut.
" hais .. kamu ini Mei terumi.." istri pria itu menggeleng - gelengkan kepalanya.
Zan long hanya tersenyum melihat kakak adik yang begitu akrab tersebut, dia bersyukur bertemu dengan istrinya Mei sia .
Mei sia termasuk wanita yang cantik, dengan wajah khas wanita China, begitu juga dengan Adiknya Mei terumi yang hampir mirip dengan kakaknya, perbedaan mereka tentu saja dari kedewasaan mereka , karena merek terpaut 6 tahun.
Mei sia dan Mei terumi sudah tidak mempunyai orang tua, dulu kedua orang tua mereka pergi ke pulau senkuku untuk bekerja sebagai buruh, mereka melahirkan Mei sia dan Mei terumi di pulau tersebut, sampai akhirnya mereka meninggal di situ.
Mei sia dan suaminya melanjutkan bekerja sebagai buruh . mereka berusaha menyekolahkan adiknya agar memiliki pekerjaan yang lebih baik.
Di sela makannya Mei Terumi berkata " kakak .. aku memiliki kabar baik !"
Mei sia dan suaminya saling menatap di sela makan mereka , kemudian Mei sia bertanya " kabar baik apa ?"
" aku.. aku di terima magang Di Axel Company !" Mei terumi memberikan sebuah berkas pada kakaknya.
" astaga ... ini beneran Terumi ?! " Meisya kaget dan bahagia setelah melihat berkas rersebut.
Mei Terumi mengangguk dengan tersenyum .
Zan long berkata sambil makan " selamat adik kecilku "
'oe..
oe..
oe..
__ADS_1
karena teriak begitu keras, anak Mei sia dan Zan long menangis karena kaget, Mei sia buru - buru menggendong anaknya agar tidak menangis lagi.