
proyek agrobisnis sudah mulai berjalan lancar setelah Niko mengurus orang - orang yang tidak suka dengan proyek tersebut.
Tetapi seakan sedang mendapat cobaan Axel Capital mulai mendapatkan berbagai masalah.
seperti kata pepatah ' semakin tinggi pohon tumbuh maka semakin kencang angin yang menerpa '
Green graham CEO Axgreen di inggris menelpon Martin " Tuan Martin ini gawat, Axgreen ada yang sengaja menargetkan , jika seperti ini terus.."
Martin menjawab " kenapa bisa seperti itu Tuan Green, anda tidak menyinggung seseorang di sana kan ?"
Axgreen terdengar menghela napas di seberang telepon " Tuan Martin .. ini bukan masalah menyinggung atau tidak, masalahnya sekarang perusahaan kita sudah masuk 10 besar perusahaan terbesar di inggris , otomatis mereka yang berada dalam lingkaran atas terlebih dahulu was - was dengan perkembangan perusahaan kita !"
Martin memijat pangkal hidungnya " baiklah.. Biar saya diskusikan dengan Tuan Axel !, kita bahas ini lagi setelah saya mendapat pengaturan dari Tuan Axel ." Martin berkata dengan tegas.
" baiklah, saya tunggu kabar selanjutnya " Green graham mematikan teleponnya.
Martin kemudian bergegas menemui Brian, pasalnya masalah penting seperti itu ,tidak mungkin di bahas melalui telepon, jadi dia berinisiatif untuk menemui Brian di kediamannya.
karena jarak Vila Brian dengan Axel Capital cukup dekat hanya 15 menit perjalanan, Martin sudah sampai di depan gerbang, dia membunyikan klaksonnya " tin..tin..tin.."
Security yang menjaga gerbang langsung membuka gerbang, karena dia tahu kalau mobil tersebut milik teman bosnya.
Martin memasuki halaman Vila dan memarkirkan mobilnya, dia turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam Vila.
Kebetulan di depan pintu dia bertemu dengan Tanti, pasalnya semenjak Brian sudah kembali Tanti sudah jarang berada di kantor, dia lebih suka di rumah menemani suaminya.
sebenarnya itu hanya sebuah alasan ,karena dia melakukan itu agar cepat mempunyai momongan seperti saudari - saudarinya.
" Martin .., ada apa kamu tergesa - gesa ?" Tanti menegur Martin.
Martin tidak menjawab pertanyaan Tanti dia malah balik bertanya " Brian ada Nona Tanti ?"
__ADS_1
dari expresi Martin Tanti tahu jika ada sesuatu yang penting . tanpa banyak bertanya lagi Tanti membawa Martin masuk dan menyuruhnya menunggu di ruang tamu.
sementara Tanti memanggil Brian di kamar Mei sia, karena Brian sekarang lebih sering menghabiskan waktunya di kamar Mei sia, jadi Sindi dan Tanti mau tidak mau sering menghabiskan waktu di kamar Mei sia juga.
Sindi memasuki kamar Mei sia tanpa mengetuk pintu, karena itu sudah kebiasan mereka kecuali para pelayan dan orang tuan Brian.
Tanti melihat Brian sedang bermain dengan Zan liang, Tanti kemudian menghampirinya " sayang.. Ada Martin di Bawah !"
Brian menoleh ke arah Tanti " Martin ?, Mau apa dia kemari ?"
" entahlah.. aku juga tidak tahu !" Tanti menggendikan bahunya.
Mei sia kemudian ikut bicara " temuin dulu saja, siapa tahu ada urusan penting ."
Brian mengangguk, kemudian dia berdiri dan mengajak Tanti ke bawah untuk menemui Martin.
Martin sedang menyeruput teh yang di sediakan pelayan Vila, Terdengar langkah kaki mendekatinya .
" maaf membuatmu menunggu Martin !" Brian duduk di hadapan Martin,di ikuti Tanti yang duduk di sampingnya.
" Jadi.. ada apa kamu kemari ?" Brian langsung ke intinya.
Martin menghela napas " Axgreen sedang mengalami krisis ,karena ada perusahaan yang sengaja menargetkan Axgreen !"
Brian mengerutkan keningnya " bagaimana bisa itu terjadi, aku kan sudah bilang jangan menyinggung perusahaan yang ada di atas kita, walaupun Axel Capital nomor satu di indonesia , tapi kalau di luar kita belum jadi apa - apa, kita masih merangkak di sana !" ucap Brian geram, pasalnya dia mengira jika green graham menyinggung seseorang.
" sayang tenanglah.. jangan emosi dulu, Martin pasti ada alasannya kan ?!" Tanti mencoba menenangkan suaminya.
" Brian.. kamu sudah lama mengenal karakter kami, kami selalu menuruti pengaturanmu, bukan kami yang menyinggung mereka, tapi mereka yang sengaja menargetkan kita, apa kamu tahu tiga tahun ini seberapa pesat perkembangan Axgreen Corporation?, itu sudah membuat takut para pengusaha nomor satu di inggris, aku mengira jika mereka ingin menekan perkembangan kita ." Martin menjelaskan panjang lebar.
Brian menyesal mengucapkan kata - kata tadi " Maaf Martin, aku sudah buruk sangka pada kalian, emosiku belum setabil, karena akhir - akhir ini banyak sekali masalah , jadi apa kamu punya solusi Martin ?."
__ADS_1
" aku paling mengerti kamu Brian, jika tidak mungkin aku sudah meninggalkanmu !" Martin diam sebentar kemudian melanjutkan
" jalan satu - satunya kita harus bisa bekerja sama dengan mereka !"
" Maksud kamu ,kita harus bekerja sama dengan perusahaan yang akan menghancurkan kita , kita akan di tertawakan mereka Martin !" Brian mendengus kesal.
" semenjak kamu hilang ingatan kenapa kamu jadi bodoh dan gampang emosian Brian !" Martin menghela napas dan melanjutkan
" dengar baik - baik , di antara mereka yang menyerang kita pasti masih ada perusahaan yang bersikap netral, kita akan memanfaatkan kondisi tersebut untuk memperkuat koneksi Axgreen !"
Brian menggaruk - garuk belakang telinganya yang tidak gatal " oh jadi seperti itu ?!, baiklah aku ikut rencana kamu !"
" Baik.. besok kita berangkat ke inggris !" Martin berkata dengan tegas.
" Ba.. eh tunggu dulu , aku juga pergi ke inggris ?" Brian bertanya seperti orang bodoh.
Martin menghela napas kasar " Nona Tanti anda bisa menghandle Axel Capital sementara kami pergi ke inggriskan ?" Martin tisak menghiraukan ucapan Brian.
Tanti yang dari tadi sedang fokus mendengarkan pembicaraan mereka sontak kaget , tapi dia buru - buru bersikap setenang mungkin " serahkan padaku ,toh ada David Dan Susan yang membantuku !"
" terima kasih Nona Tanti, Besok kami berangkat ke inggris , tolong persiapkan suami anda agar sedikit lebih pintar !" setelah mengucapkan itu Martin langsung berdiri dan pamit undur diri.
Brian tercengang dwngan sifat Martin yang seperti itu, dia tidak menyangka jika Martin akan lebih tegas dari dirinya .
Tanti hanya tersenyum melihat suaminya yang masih tertegun karena ucapan Martin, dia kemudian menegurnya " sudahlah sayang.. Ayo kita bicarakan ini dengan Sindi dan Mei sia !"
Tanti mengapit lengan Brian sambil berjalan, dia membawa suaminya ke kamar Mei sia, kemudian menyuruh pelayan untuk memanggilakan Sindi.
saat semua sudah berkumpul Brian dan Tanti mulai menjelaskan jika Axgreen Corporation sedang ada masalah ,jadi Brian harus pergi ke sana untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Sindi dan Tanti yang paham tentang perusahaan tentu mengerti kondisi apa yang sedang di alamai Axgreen Corporation, berbeda dengan Mei sia yang seakan berat di tinggal oleh Brian.
__ADS_1
tetapi Brian membujuk Mei sia pelan - pelan hingga akhirnya dia menyetujuinya.