Menjadi Kaya

Menjadi Kaya
bab 101


__ADS_3

Brian tidak mau repot - repot menanggapi orang - orang yang menganggapnya Rendah.


" Bawa aku ke Ruangan Mira ,Ruslan !" Brian sengaja mengatakan itu depan Reseptionis dengan keras.


" Baik Tuan Axel !" ucap Ruslan tegas


Resepsionis berkeringat dingin, dia mulai merasa ketakutan ,srmakin dia memandang punggung Brian yang semakin menjauh dia semakin Begidik ngeri.


Brian sengaja tidak menegur mereka atau balik memarahinya, karena menurutnya itu hanya akan membuang waktunya.


Brian dan Ruslan menaiki Lift dengan tatapan Karyawan yang penuh tanda tanya.


setelah sampai di lantai 20 Lift berhenti, Brian dan Ruslan langsung menuju Ruangan Mira.


Ruslan mengetuk pintu " tok..to..tok.. "


" Masuk " Suara Mira terdengar dari balik pintu.


Ruslan kemudian mempersilahkan Brian masuk, sementara dia pamit undur diri ,untuk menyelesaikan pekerjaannya.


Brian mengangguk, mengantar kepergian Ruslan.


Brian langsung masuk ,dia menutup pintu dan langsung menghampiri Mira.


Mira yang sedang sibuk memilah - milah berkas dia tidak memperhatikan siapa yang masuk barusan.


Brian menutup berkas yang sedang di kerjakan Mira, Mira jengkel dengan yang dilakukan Brian, dia menegur tanpa menoleh " Apa yang kamu la..." suara Mira tercekat saat melihat Brian.


Brian tersenyum " kenapa tidak membangunkanku ?"


" Tu..Tuan Axel..." Mira mau berdiri, tapi Brian menghentikannya.


" duduklah, aku tahu kamu masih sakit " Brian diam sebentar kemudian melanjutkan.


" Pekerjaanmu banyak sekali , apa tidak ada yang membantumu di sini ?" Brian mengambil sebagian Berkas yang ada di meja.dia kemudian duduk di depan Mira.


Mira bingung mau menjawab apa, pasalnya Reno asistennya memang selalu meninggalkan pekerjaannya ,dia tidak berani menegur karena Reno anak dari Pengusaha nomor satu di jakarta.


Reno bekerja di Axel industri karena Ayahnya yang merekomdasikannya pada Mira.


Mira yang hanya sebatas CEO tentu saja tidak berani menentang Ayah Reno, Semua orang di perusahaan juga akan bertindak sama dengan Mira jika melihat Reno.

__ADS_1


karena mereka takut menyinggung Batara Grup.


Brian mengerutkan keningnya, dia tahu ada yang tidak beres dengan perusahaanya ,Brian kemudian berkata " Hubungi semua petinggi ,kita akan melakukan Rapat 10 menit lagi.


Mira mengangguk, pasalnya dia tidak berani membantah atasannya.


Mira langsung menghubungi semua petinggi, saat Mira mengumumkan Rapat dadakan semua petinggi mulai gelisah.


pasalnya Berita tentang di usirnya Brian dari perusahaan sendiri sudah merembet ke seluruh perusahaan.


Manajer keamanan yang paling panik, karena dia mendengar jika tiga anak buahnya telah menyeret Brian keluar dari perusahaan.


" Habis sudah nasibku, ini semua gara - gara kalian yang bertindak ceroboh !!" Raun manajer keamanan pada tiga Security yang telah mengusir Brian.


Ketiga security tersebut hanya bisa menundukan kepalanya, Mereka tidak berani menatap atasannya tersebut.


Sementara Reseptionis sedang menangis di tempatnya, dia di tenangkan oleh teman se profesinya " sudahlah... jangan bersedih lagi, ini semua sudah terjadi "


" tapi..hiks..hiks.." Reseptionis tidak berhenti menangis.


Semua karyawan mulai bergunjing satu sama lain.Mereka senang akhirnya bos besarnya berkunjung.


" mampus !, biar para tikus ,tikus pada kapok !"


" aku harap bos besar menyelesaikan masalah internal perusahaan !"


Para Karyawan mendukung penuhjika perusahaan di tata ulang, karena menurut mereka ada banyak petinggi yang korup di sana.


setelah sepuluh menit, semua petinggi sudah berkumpul di Ruang Rapat dengan wajah yang tegang, Mereka yang telah melakukan kesalahan terlihat sekali dari Ekspresi wajahnya.


Sementara Brian dan Mira Masih duduk di ruangannya , Brian kemudian berbicara " Kamu tidak usah ikut , biar akau saja yang urus semuanya !"


" Tapi aku juga bertanggung jawab atas perusahaan Tuan Axel !" ucap Mira tegas.


Brian tersenyum menggoda Mira " apa kamu yakin akan berjalan kesana ?, duduk saja masih di alasin bantal "


Wajah Mira Merah merona " ini juga kan karena salahmu " Mira mendengus kesal.


Brian Masih menggoda Mira " Bukankah kamu menikmatinya, bagaimana kalau nanti malam kita melakukan lagi, Aku ketagihan dengan tubuhmu " Brian menjilat bibirnya.


Wajah Mira semakin Merah Merona " Brian ..!!" Mira melemparkan bantal yang buat alas dia duduk.

__ADS_1


Brian terkekeh " hahahaha... , sudah kamu di sini saja !"


Brian kemudian meninggalkan Mira yang masih tersipu malu di ruangannya.memang tidak di pungkiri jika Mira menikmati keperkasaan Brian, dia juga sebenarnya menginginkan lagi.


Mira membayangkan jika hari - harinya terus bersama Brian, Tiba - tiba Selongsongnya berdenyut nyeri saat mengingat kejadian semalam.


Di tempat Rapat, Brian membuka pintu , seketika ruangan yang tadinya berisik berubah menjadi hening, jika ada jarum jatuh ke lantai mungkin akan terdengar dengan jelas.


Brian langsung duduk di tempat yang biasanya Mira tempati , Brian kemudian memandang orang - orang yang tidak dia kenal kecuali Ruslan.


Brian menyatukan kedua tangannya untuk menopang dagunya di meja, tatapannya berubah menjadi tajam " Jadi.. kalian semua petinggi Axel Industri ?"


Ruslan yang kedudukannya paling tinggi di bawah Brian Menjawab dengan tegas " Benar Tuan Axel !"


Tatapan Brian Masih tenang, dia Bertanya " Manajer Keuangan, pemasaran ,dan Sekretaris bicaralah !"


Bima Manajer Keuangan menjawab " saya Bima Zakaria Manajar keuangan "


" Saya Maguwarjo manajer pemasaran !"


" Saya Sintia sekretaris perusahaaan !"


Brian kemudian melemparkan Berkas yang dia bawa dari ruangan Mira ke arah Mereka " Bacalah " Suara Brian masih datar.


Mereka bertiga mengerutkan keningnya , Kemudian mereka membacanya dengan seksama, tapi bagi mereka itu tidak ada kesalahan sedikitpun.


Bima Bertanya pada Brian " apa maksudnya ini Tuan Axel, tidak ada masalah di berkasnya ,semua baik - baik saja "


Brian menegakkan Tubuhnya " Apa mata kalian Rabun ?!" Brian mulai sedikit meninggikan suaranya.


Semua orang tercengang saat Brian berkata seperti itu, Ruslan langsung merebut Berkas yanga ada di tangan Bima , dia kemudian mengecek " Tuan Axel , aku juga tidak menemukan kesalahan di sini "


Brian kemudian menggebrak Meja Rapat " Braaaakkk!!"


Semua orang yang ada di dalam terlonjak kaget , Brian kemudian bicara dengan Lantang " aku menggaji kalian lebih besar dari perusahaan - perusahaan lainnya, tapi Melihat kesalahan yang jelas - jelas tertera di situ kalian tidak bisa melihatnya !!, Lihat angka penjualan ,pemasukan dan pengeluaran dan berapa kita dapat deviden perbulannya. Walaupun kalian mencoba menutupi dengan cermat tapi kalian tidak bisa membodohiku !!, apa kalian pikir aku mendirikan perusahaan tanpa perjuangan !!, hingga kalian seenaknya mencuri uangku !!!"


Ruslan meneliti kembali ,angka - angka yang di maksud Brian ,dia kemudian mencocokan dengan deviden , Betapa terkejutnya Ruslan saat menemukan banyak ketidak cocokan dalam data tersebut.


Waktu Brian mengambil berkas - berkas yang sedang di tanda tangani Mira , Brian Langsung melihat ke arah poin tersebut, makanya dia langsung meminta Mira untuk melakukan Rapat.


dan kenapa Mira tidak menyadarinya , Karena Berkasnya menumpuk, Mira tidak bisa dengan jelas mengoreksi semuanya .

__ADS_1


dugaan Brian Asisten Mira bekerja sama dengan Mereka untuk membuat Mira kurang teliti dalam melakukan pekerjaannya.


__ADS_2