Menjadi Kaya

Menjadi Kaya
bab 65


__ADS_3

Viona yang sedang merias diri mendengar Brian yang sedang menelpon, dia kemudian bertanya " siapa yang menelpon Brian ?"


Brian menoleh ke Viona " ah.. ini Martin !, orang yang kemarin bersamaku ."


" dia asisten kamu ?"


Brian menggeleng " dia sahabatku sekaligus partnerku, karena dialah aku bisa seperti sekarang ."


Viona mengangguk mengerti, pasalnya dia dengan Carla juga seperti itu, bedanya Carla menjadikan dirinya asisten pribadi Viona , padahal Viona tidak menganggap Carla Asistennya tetapi sebagai sahabatnya.


" kamu tidak mandi Brian ?" Viona membuyarkan lamunan Brian yang sedang memikirkan sesuatu.


" nanti sajalah.. aku tidak ada baju ganti !" Brian berkata dengan jujur.


" mandi saja dulu ,biar aku yang carikan baju ganti !" Viona berhenti sejenak merias wajahnya, dia mengambil ponselnya dan mengirimi seseorang pesan agar membawa baju pria di apartemennya.


Brian kemudian mengangguk, dia masuk kamar mandi untuk membersihkan diri.


beberapa menit dia sudah selesai, dia keluar dari kamar mandi dengan hanya handuk yang melilit tubuhnya,.


terpampang tubuh kekar Brian dengan perut six packnya yang membuat Viona melongo, jika tadi Brian yang tertegun sekarang giliran Viona yang tertegun setelah melihat dada bidang Brian.


Saat Viona sedang asyik memandangi Brian , Brian menegurnya " Mana baju gantinya Viona ?"


" eh.. emm.. bentar lagi sampai !" Viona menjawab dengan wajah merona.


Tak berselang lama bel apartemen berbunyi , Viona bergegas berdiri dan membukakan pintu.


Viona mengambil setelan tuxedo yang di bawa pengantar tersebut ,kemudian dia memberikannya pada Brian.


...----------------...


Black Company..


" jadi Viona memihak Axgreen Corporation ?!" seorang lelaki dewasa sedang berbincang dengan asistennya.


" Benar Tuan.. tadi pagi Carla asisten Nona Viona yang menegur kami langsung ."


Lelaki tersebut duduk dengan tegap dan memerintahkan asistennya " jangan hiraukan ucapan Viona !, lagi pula dia belum sepenuhnya memegang White grup, hanya pak tua White yang perlu kita takuti !"


" Baik Tuan !"


Leonardo Black tidak tahu jika Axgreen Corporation memiliki seorang Brian yang sedang di incar Viona untuk menjadi suaminya.


pak Tua White juga sudah tahu tentang Brian dari Carla tadi pagi, setelah Viona memutuskan berpihak pada Axgreen Corporation , Carla tahu jika sahabat dan bosnya itu menyukai Brian.

__ADS_1


maka dari itu Carla langsung melaporkan semuanya pada pak tua White.


tetapi pak tua White tidak marah ,dia malah senang dengan pilihan Viona , karena pak tua White atau Wiliam White sudah penasaran dengan sosok yang berdiri di belakang Axgreen.


saat Wiliam White tahu namanya Axel Brian, dia mencari semua informasi tentangnya, dia pun langsung tertarik pada Brian.


kebetulan Carla memberitahu jika Viona sudah satu kamar dengan Brian, Wiliam White bersorak girang saat mendengar itu.


pucuk di cinta ulam pun tiba, begitulah kata pepatah lama.


...----------------...


Axgreen Corporation..


" gawat Tuan green..!" seru Susan asisten green yang langsung menerobos masuk ke ruangan green.


green mengerutkan keningnya " ada apa lagi Susan !?"


" Tuan green,setelah tadi pagi mereka berhenti ,tiba - tiba mereka mulai menekan kita lagi !, dan kali ini sekalanya lebih besar !" susan memberitahu dengan wajah panik.


Martin dan Green saling menatap , mereka benar - benar tidak tahu harus berbuat apa.


Martin mungkin bisa melakukan apa saja jika di indonesia, tapi sekarang posisinya berbeda, sedangkan green hanyalah seorang pebisnis pemula yang kebetulan bertemu dengan Brian dan Martin.


mungkin koneksinya banyak, tetapi itu hanya kalangan menengah ke bawah , jika mereka di suruh membantu dan mengetahui black Kompany yang akan mereka lawan ,mereka akan langsung mundur sebelum bertempur.


Martin mengangguk , dia langsung mengambil ponselnya dan menelpon Brian.


......................


di waktu yang sama kediaman Keluarga White..


Viona sengaja mengajak Brian ke rumahnya untuk menemui kakeknya.


kebetulan mereka sedang berbincang santai saat Martin menelpon, Brian menatap Viona dan kakeknya seolah meminta untuk mengangkat telepon.


Wiliam mengangguk " angkatlah ."


Brian mengangkat teleponnya " kenapa lagi Martin ?".


" Brian.. orang yang menngicar perusahaan kita setelah tadi pagi sempat berhenti sekarang mereka melakukakan lagi, tapi kali ini dengan sekala yang lebih besar !, kamu harus kesini membahas masalah ini secepatnya !" Martin bicara dengan kalut.


" apaaa !!!" Bruan bangkit dari duduknya.


Viona dan Wiliam mengerutkan keningnya , mencoba menebak apa yang sedang terjadi .

__ADS_1


" Baiklah Martin ,aku akan segera ke sana !" Brian langsung menutup teleponnya.


Brian kemudian membungkuk pada Wilian " Tuan White , saya minta maaf karena tidak bisa berlama - lama di sini , saya harus menyelesaikan masalah perusahaan saya "


Brian bergegas keluar dari rrumah keluarga White menuju mobilnya , dia tidak ingin membuang - buang waktu.


setelah Brian pergi Wiliam bertanya pada Viona " Apa yang sebenarnya terjadi Viona , mengapa dia begitu cemas ?"


Viona menggeleng " entahlah kek .., padahal tadi pagi saya sudah menelpon Carla untuk menekan Black Kompany yang menyerang Axgreen Corporation ."


Wiliam mulai mengerti dengan kondisi Brian, dia kemudian bangkit " ikut kakek Viona !"


Viona mengangguk dan mengikuti kakeknya , Viona tidak banyaka bertanya, karena dia tahu kakeknya pasti akan melakukan sesuatu yang penting.


setelah Brian sampai di Axgreen Company ,dia memutar otaknya untuk tetap bertahan dari gempuran Black kompany yang mencoba membeli saham mereka yang tercecer di luar, sekitar 15% saham mereka yang tercecer sudah terkumpul oleh black kompany.


Brian tahu jika sudah tidak mungkin mengumpulkan saham yang ada di luar , jadi jalan satu - satunya dia harus menahan saham yang ada di dalam.


Suasana di ruang rapat Axgreen Company sangat tegang dengan tim trading terbaik mereka yang menahan sham mereka.


Wiliam dan Viona sampai di gedung White grup.


Wiliam menyuruh Viona untuk memanggil tim trading perusahaan.


setelah beberapa saat mereka sudah berkumpul, mereka menuruti perintah dari pak Tua White, sementara Black kompany sedang serius dengan menekan Axgreen Corporation.


White Grup dwngan terang - terangan menyerang Black kompany .


Pak tua White menyuruh Tim tradingnya untuk membeli semua saham Black Kompany yang tersebar di Luar, dia juga mentranfer sejumlah uang untuk menekan saham yang di dalam.


Hasilnya Black Kompany tertekan habis - habisan karena mereka tidak fokus bertahan.


...----------------...


di ruangan Trading Black Kompany ..


Tiba - tiba orang yang mengawasi pergerakan saham Black Kompany tercengang saat melihat sahamnya tiba - tiba anjlok beberapa poin dengan hitungan menit.


Orang itu langsung bergegas memberi tahu Leonardo " Tuan Leon gawat !"


Leonardo menggerutu kesal karena kesenangannya sedang di ganggu " apa kamu tidak bisa jangan menggangguku dulu ?!"


pria itu tidak berkata lagi tapi langsung memberikan laptopnya " apa ini !, kenapa bisa seperti ini !" Leonardo yang melihat saham Black Company semakin merosot tajam meraung.


" siapa yang berani melakukan ini !" Leonardo membentak Bawahannya.

__ADS_1


" Tuan Leon.. coba perhatikan baik - baik " pria yang memberikan laptop berkata selembut mungkin. agar tidak memancing emosi bosnya.


Leonardo memperhatikan Layar dengan seksama, kemudian tangannya bergetar ,keringat dingin mulai bercucuran " Pak Tua White..."


__ADS_2