Menjadi Kaya

Menjadi Kaya
bab 45


__ADS_3

...,selamat hari raya idul fitri....


...Minal aidzin wal faidzin...


...Mohon maaf lahir dan Batin...


...****************...


berhubung hari ini author sibuk kesana kemari bersilahturahmi sama keluarga. author cuma bisa up 1 bab untuk hari ini.


...****************...


...Sindi menatap Zan long, bibirnya bergetar, Dia sangat senang karena Zan long sudah mengingatnya....


" Brian.. kamu sudah ingat aku ?" Sindi bertanya dengan semangat.


Zan long malah balik bertanya " Bri..Brian siapa dia ?"


" bukankah kamu tadi memanggil namaku, kamu sudah ingat semuanya kan Brian ?" Sindi berkata memastikan.


Zan long menggeleng " aku hanya mengingat nama kamu tapi yang lain... arghhh..!" Zan long berteriak kesakitan.


serpihan - serpihan masa lalu Brian mulai muncul dalam pikirannya, tetapi Zan long masih belum tahu siapa dia sebenarnya.


Zan long masih berteriak, Krisna yang di depan Zan long ketakutan, Sindi langsung menggendong anaknya.


Sindi pun berteriak " Security.. pelayan Tolong...!!!"


Security yang mendengar teriakan Sindi langsung bergegas ke arah suara, pasalnya Zan long sedang ada di halaman Vila, jadi security pasti mendengarnya dari pada pelayan yang ada di dalam Vila.


Security dengan tergopoh - gopoh menghampiri Sindi " ada apa nyonya ?!"


" Tolong bawa dia ke dalam sekarang !" Sindi menunjuk kearah Zan long.


" baik ..!" Security memapah Zan long ke dalam.


Sindi langsung menghubungi Dokter pribadinya Ramsi " Halo .. Dokter Ramsi tolong segera ke Vila sekarang !"


di seberang telepon menjawab " baik nyonya Axel !"


Sindi menutup telepon dan langsung mengikuti security dan Zan long masuk, saat sudah di dalam Sindi menitipkan anaknya pada pelayan, dia kemudian menghampiri Zan long yang sudah di baringkan di sofa.


Sindi mengendurkan kancing Baju Zan long agar nafasnya tidak tercekat, dia juga dengan telaten menyeka keringat Zan long yang bercucuran.


10 menit kemudian , Dokter Ramsi sudah tiba Di Vila, dia di antar masuk oleh Security.


" salam Nyonya Axel !" Dokter Ramsi membungkuk hormat.

__ADS_1


Sindi mengangguk dan berkata " tolong cepat periksa dia dok !"


Dokter Ramsi bergegas memeriksa detak jantung dan denyut nadinya, dia menghela napas lega.


" Bagaimana Dok ?" Sindi bertanya dengan cemas.


" dia tidak apa - apa, Apa Pria ini mengalami gegar otak ?" Dokter Ramsi bertanya memastikan.


Sindi menggeleng " saya tidak tahu dok.. mungkin saja benar ."


Dokter Ramsi mengangguk, dia tidak memberi tahu Sindi lebih lanjut, dia memberikan resep pada Sindi dan suruh menebusnya.


setelah dokter Ramsi pergi ,sindi bergegas menyuruh sopir pribadinya untuk menebus obat tersebut.


di Mayga plazza..


setelah selesai memborong baju mereka langsung bergegas pulang, karena Mei sia tiba - tiba cemas dengan anaknya.


Bu Risma pun mengerti dengan perilaku menantunya, karena dia baru pertama kali berkumpul dengan keluarga Axel, jadi dia belum mempercai 100% ,tetapi Bu Risma memaklumi hal tersebut, karena dia juga akan melakukan hal yang sama jika jadi Mei sia.


saat mereka berjalan melewati toko ponsel , Mata Mei terumi terus memandangi toko tersebut, sambil sesekali melihat ponselnya yang terbilang jadul.


David yang melihat itu tersenyum, kemudian dia menarik Mei terumi ke toko ponsel tersebut, Bu Risma dan Mei sia bingung dengan tingkah mereka.


Tapi Bu Risma cepat Tanggap ,dia tahu apa maksud David, Bu Risma kemudian mengajak Mei sia ke toko ponsel juga.


David melambaikan tangannya " tidak usah.. saya ke sini cuma mau beli ponsel untuknya !"


pelayan tersebut melirik wanita yang di samping David, dia kemudian tersenyum " kalau boleh tahu Nona mencari ponsel yang seperti apa ?"


sebelum Mei terumi menjawab, David langsung berkata " Ambilkan dia Ax Abys keluaran terbaru !"


Mei terumi buru - buru menyela " David .. Ax Abys keluaran terbaru terlalu mahal, aku ambil yang biasa saja ."


David tersenyum " apa kamu tahu siapa pemilik perusahaan yang memproduksi Ax Abys ?"


Mei terumi menggeleng, David kemudian melanjutkan " Ax Abys di Buat oleh Axel Company, nama pemiliknya Axel Brian... kamu tahu siapa Nyonya Risma ?"


Mei terumi menggeleng lagi, David memandang Bu Risma ,kemudian dia bicara lagi " Nyonya Risma adalah ibu Axel Brian , jadi kamu tahu dong maksud aku?." David menaik turunkan alisnya deng senyum tipis.


Mei terumi menutup mulutnya, dia kemudian menatap Bu Risma dengan tatapan tidak percaya, ternyata dia sedang berjalan dengan seorang yang super kaya !.


Bu Risma menepuk pundak David " kamu ini terlalu berbelit - belit ., Mbak ambil Dua ponsel yang David bilang tadi !" Bu Risma menegur pelayan tersebut.


" astaga.. ternyata dia ibu Tuan Axel !"


" aku juga baru melihatnya !"

__ADS_1


" ternyata ini hari kebeuntungan kita, bisa melihat ibu dari orang jenius "


" kamu benar..!"


para pelayan yang mendengar ucapan David semua berceloteh ria, sementara itu pelayan yang melayani mereka tertegun ,seluruh tubuhnya bergetar.


pasalnya dia saja belum pernah melihat sosok Axel Brian, tetapi dia malah melihat orang yang terkenal dengan kemampuan bisnisnya.


walaupun sudah tiga tahun lalu berita Pemilik Axel Capital menghilang, tetapi nama besar Axel Brian selalu menjadi sosok idaman bagi kaum hawa dan kalangan bisnis.


David kemudian menegur pelayan tadi " mbak.. halo.. mana ponselnya ?!"


pelayan itu tersadar dari bengongnya " eh..emm.. anu.. tunggu sebwntar Tuan David " pelayan itu bergegas mengambil ponsel yang di sebut David.


pelayan datang dengan membawa dua ponsel dengan tergesa - gesa, dia menyerahkan ponsel tersebut pada David.


setelah semuanya selesai di cek mereka membelinya dan pergi meninggalkan toko tersebut.


...----------------...


di Vila..


Sindi masih merawat Zan long dengan teliti, Zan long masih belum terbangun dari pingsannya, tetapi dia sudah sedikit lebih tenang setelah di paksakan minum obat oleh Sindi.


Sindi duduk di sebelahnya , dia mengusap wajah Zan long " sayang.. aku akan selalu menunggu kamu, walaupun kamu tidak mengingatku aku akan selalu mengingat kenangan indah kita ."


Bulir bening menetes dari pelupuk mata Sindi, dia membayangkan kebersamaan mereka dulu, Sindi benar - benar merindukan Brian sepenuhnya.


setelah beberapa dua puluh menit terdengar suara mobil memasuki halaman, Sindi menghapus air matanya , dia kemudian menjauh dari Zan long, karena dia tidak ingin Mei sia salah paham padanya.


David, Bu Risma, Mei sia dan Mei terumi memasuki Vila dengan bahagia, mereka mengobrol sambil jalan dengan cair, sudah tidak ada kecanggungan di antara mereka.


Saat sampai di ruang tamu, Mei sia yang pertama kali melihat Zan long tidur di Sofa langsung menghampirinya.


" sayang.. kenapa kamu tidur di sini ?" Mei sia mencoba membangunkan suaminya.


Sindi berkata " Saudara Mei sia.. Zan long pingsan tadi , jadi aku menyuruh srcurity membaringkannya di sini ."


David dan Bu Risma bergegas menghampiri Zan long saat mendengar ucapan Sindi.


Mei sia panik, dia menggoyang - goyangkan tubuh Zan long " Sayang.. kamu tidak kenapa - napa kan ?"


Sindi kemudian memegang kedua bahu Mei sia " kamu tenang saja, tadi sudah di periksa dokter dan dia tidak apa - apa "


Bu Risma yang tadi juga sempat panik menghela napas " syukurlah..! "


Sindi terharu dengan ke khawatiran Mei sia, pasalnya dia tahu ,jika Exspresi dari Mei sia benar - benar tulus .

__ADS_1


__ADS_2