
Brian tertawa geli melihat Mira yang ketakutan, Brian kemudian berdiri dan mengajak pergi Mira dari ruangan tersebut.
Brian berjalan di depan s,sementara Mira mengikutinya dari belakang.
saat Brian membuka pintu, dia menatap Mira dengan Aneh, padalnya Brian Melihat Mira yang sedikit kesusahan untuk berjalan.
Brian menggelengkan kepalanya, dia kemudian menghampiri Mira dan membopongnya " Arghh.. apa yang kamu lakukan Tuan Axel. " teriak Mira kaget
" jalanmu lama " Ucap Brian datar.
" Tuan Axel, kita masih di kantor, turunkan aku " Mira takut menjadi bahan Gosip karyawannya.
Tapi Brian tidak menggubris ucapan Mira, dia terus membopong Mira keluar dari Ruan rapat.
benar saja saat di lorong menuju Lift, ada karyawan yang melihatnya, Mereka menatap Mira semua, Mira tertunduk malu.
Brian yang mengerti itu langsung menegur " apa yang kalian lihat, lanjutkan kerjaan kalian !"
para karyawan langsung menundukan kepalanya, setelah Brian dan Mira masuk Lift , Mereka langsung membicarakannya.
" astaga .. ternyata Tuan Axel dan Nona Mira punya hubungan !"
" pantas saja Nona Mira tidak pernah tertarik dengan pria lain"
" kamu benar, mana mungkin dia tertarik dengan pria Lain, sedangkan prianya Bos besar kita !"
" aku jadi iri "
Mereka berceloteh Ria membicarakan Mira dan Brian, tapi Brian sudah bodo amat, pasalnya cepat atau lambat orang - orang juga akan tahu.
Brian juga tidak lupa bahwa dirinya sudah memiliki empat istri, Brian sedang mencari cari agar Mira bisa masuk dalam haremnya, walaupun jika dia memberitahu ke empat istrinya mereka kemungkinan besar menerima Mira, tapi Brian ingin meyakinkan perasaannya dulu terhadap Mira.
Brian Membopong Mira sampai di ruangannya, dia menaruh Mira di sofa ruangan kerjanya dan mengecup Bibirnya.
kecupan sesaat itu membuat Mira tersengat, kemudian Mira bertanya " Tuan Axel kenapa kamu berubah pikiran ?"
__ADS_1
Brian mengulas sebuah senyum kemudian duduk di samping Mira " Entahlah... " Brian menyenderkan tubuhnya ke sofa.
Brian memandang Mira sambil bersender di sofa " Mungkin Karena kamu Cantik " ucap Brian tersenyum.
Mira menghela napas " huh.. bukankah itu alasan yang konyol, kemarin kamu bilang tidak bisa menerimaku " Mira masih ingin tahu jawaban sebenarnya dari Brian.
Brian terkekeh " hahaha... apakah itu penting, yang penting aku sudah menerima kamu bukan ?"
Mira berpikir sejenak, setelah Berpikir ucapan Brian ada benarnya juga, lagi pula hanya masalah waktu untuk tahu kenapa Brian bisa menerimanya.
Mira tidak menanyakan lebih lanjut, sekarang baginya ,bisa bersama Brian adalah hal terindah, walau awalnya dari sebuah kesalahan tapi akhirnya dia bisa di samping Brian.
Mira tersadar saat Brian Menyentuh dagunya untuk melihat ke arahnya " kenapa melamun Terus , apa kamu tidak senang dengan keputusanku "
Mira menggelengkan kepalanya " saya senang kok, malah sangat senang " ucap Mira sambil tersenyum Simpul.
Brian mendekatkan Wajahnya dan memagut Bibir Ranum Mira.
Mira awalnya ingin menolak, tapi dia takut merusak hubungannya dengan Brian.
Mira mengikuti irama Brian, dia tidak peduli lagi dengan Rasa sakit yang masih menyelimuti selongsongnya.
Mira mulai melenguh.
Brian tersenyum saat Mendengar lenguan Mira, tapi tiba - tiba Brian menghentikan aksinya dan Berdiri.
Mira sedikit gelisah, ingin meminta lagi tapi malu, tidak meminta tubuhnya sudah di penuhi gairah.
Mira menggigit Bibir bawahnya, dia menggerak - gerakan pinggulnya sambil duduk.
Brian yang melihat Mira seperti itu tersenyum " Tunggu kamu sembuh dulu, kita lakukan lagi oke !" Brian membuka pintu dan menghilang dari pandangan Mira.
Mira menggembungkan pipinya " dasar Tuan Axel.. sudah memulai tapi tidak mau menuntaskan !" ucap Mira kesal.
Mira menarik napas dalam - dalam kemudian mengeluarkannya, dia melakukan hal tersebut berualang - ulang , bertujuan agar libidonya yang sedang naik bisa hilang.
__ADS_1
Setelah beberapa menit Mira akhirnya kembali tenang, dia menghela napas lega karena masih bisa menguasai dirinya sendiri.
Sementar Brian ,dia meninggalkan Kantor dan kembali ke apartemen Mira.
sampainya di apartemen dia menelpon David, Brian ingin mengetahui bagaiman kabar keluarga sasongko yang dia suruh untuk di hancurkan.
David memberitahu Brian jika Sasongko grup sudah di lahap Axel Capital, dia juga mengatakan jika Sebastian sudah di hilangkan dari dunia ini oleh anak buahnya.
Brian menghela napas lega, akhirnya satu demi satu orang yang mengganggu kehidupannya mulai menghilang, Brian berharap jika kelak dia bisa hidup damai dengan keluarganya dan tidak ada yang mengganggunya lagi.
Brian Kemudian kembali membaca sebuah Buku yang dia temukan tadi pagi saat dia akan berangkat ke kantor.
Di sampul tersebut tertulis ' DEAR DEARY MIRA ' Brian membaca buku tersebut dengan serius.
setelah selesai dia meletakan kembali buku tersebut di tempatnya.
Brian menatap Foto Mira yang sedang tersenyum sendirian, dia mengambilnya dan bergumam " Akan ku berikan kebahagian untukmu , Aku berjanji Mira "
Tak berselang lama Mira pulang , dia melihat Brian yang sedang berbaring di ranjang sambil memainkan ponselnya.
Mira mengunci pintu kemudian duduk di samping Brian " kamu sudah makan Tuan Axel ?"
Brian menaruh punsulnya dan duduk Bersandar di ranjang " Kemarilah !" Brian tidak menjawab malah memanggil Mira, sambil menepuk - nepuk kasur di sebelahnya.
Seperti sedang di hipnotis, Mira menurut, dia langsung duduk di samping Brian.
Brian kemudian Menarik kepala Mira agar bersender padanya , Dia mengusap - usap puncak kepala Mira dan menciumnya.
Mira sangat Bingung dengan perubahan sikap Brian ,dia menengadah ke atas menatap Brian dan bertanya " Tuan Axel kamu kenapa ?"
Brian menggelengkan kepalanya dan tersenyum " aku tidak kenapa - napa, aku hanya ingin berbuat layaknya seorang pria "
Mira tidak tahu apa maksud Brian, tapi dia merasa senang di perlakukan seperti itu, dia memainkan jarinya di dada Brian sambil tersenyum simpul.
Lelahnya hidup yang dia alami seolah hilang karena kehadiran Brian.
__ADS_1
Bab yang ke 2 keknya aku up sedikit malam.
pekerjaan numpuk banget ,😢😢😢