
Green tidak berani mengangkat kepalanya ,dia mengira jika dia bicara akan tambah salah di mata kedua wanita itu, pasalnya dia tahu jika asisten Viona begitu lihai dalam membolak - balik kata.
Viona menghela napas " Tuan green.. kedatangan kemari ingin menemui seseorang !"
Green dengan pelan menatap Viona dan menjawab " Ma..maksud Nona White ?"
" saya ingin menemui Tuan Axel Brian !, Anda tidak keberatankan Tuan green ?" Viona bertanya dengan lembut.
" Te..tentu saja saya tidak keberatan, kebetulan Tuan Axel ada di ruangan saya , silahkan Nona White ." green bergegas menjawab ucapan Pewaris Nomor satu keluarga white tersebut.
Green graham menunjukan jalan di belakang Viona, dia tidak berani berjalan mendahului, kecuali saat mau masuk lift dia yang menekankan tombol.
setelah menaiki lift Mereka sampai di lantai 20 Tempat ruangan green berada , Green menunjukan jalan tepat di ujung koridor.
Green kemudian membukakan pintu, Martin melihat ke arah pintu untuk melihat siapa yang membuka pintu, sementara Brian sedang menyeruput teh sambil menyilangkan kakinya dengan nikmatnya.
Green ,Viona dan asisten mereka memasuki Ruangan tersebut, green mengedipkan matanya pada Brian dan Martin, Martin yang mengerti maksud Green langsung berdiri, sementara Brian masih duduk santai dengan kaki menyilang.
green berkeringat dingin, pasalnya dia takut membuat marah Pewaris keluarga nomor satu di inggris tersebut.
benar saja ke khawatiran green langsung di buktikan oleh asisten Viona yang menegur Brian " lancang sekali kamu berani mengabaikan nona White !, apa kamu..."
sebelum Carla menyelesaikan kalimatnya Viona mengangkat tangan, dia kemudian menghampiri Brian dan duduk di sampingnya sambil tersenyum.
sontak saja semua yang ada di situ terlonjak kaget, Martin dan green saling menatap dan tersenyum kecut, pasalnya pesona Brian memang membuat wanita buta, padahal dia sudah memiliki tiga orang istri.
Martin lebih sakit hati lagi, pasalnya orang yang di cintainya juga menyukai Brian, jika mengingat itu membuat Martin putus asa.
Viona kemudian mengulurkan tangannya " Salam kenal Tuan Axel Brian, saya Viona White ."
" anda mengenal saya?" Brian duduk dwngan tegap dan menatap wanita tersebut.
" siapa yang tidak mengenal pengusaha yang membuat pengusaha lain sudah mengakar di negaranya menjadi kalang kabut seperti sekarang !" Viona tersenyum penuh arti.
Brian mengerutkan keningnya dan menatap green, tetapi yang di tatap memalingkan wajah .
" kenapa kalian semua masih berdiri ? " Brian bertanya heran ,karena semenjak kedatangan Viona mereka seperti patung.
__ADS_1
mereka tidak menjawab, Viona tersenyum kemudian berkata " Tuan Axel menyuruh kalian duduk, duduklah !"
Setelah Viona mengucapkan kalimat itu mereka semua duduk ,tetapi yang membuat Brian terkejut mereka malah duduk di lantai, Martin juga mengikuti yang di lakukaan Green.
Brian kemudian sadar siapa wanita yang ada di sebelahnya ,dia menatap wajahnya lekat - lekat , perempuan secantik dan seanggun itu tidak mungkin orang biasa.
dia bergegas berdiri dan menunduk " Maaf Nona White saya buta tidak mengenali anda !"
Green dan yang lain hanya tersenyum kecut, mereka tidak menyangka jika Brian akan menangkap sinyal dengan lemot saat di hadapkan dengan wanita cantik.
" tidak perlu sungkan Tuan Axel.. duduklah ." Viona berkata dengan Lembut.
Brian kemudian akan duduk di lantai mengikuti yang lain, tetapi Viona memegang Tangannya " Tuan Axel tidak perlu merendahkan diri , Toh kita akan jadi sederajat ."
Semua orang terlonjak kaget , mereka semua tidak menyangka jika Pewaris tunggal keluarga White akan menyukai Brian.
Carla buka Suara " Nona White .. bukankah anda terlalu cepat mengambil keputusan , Tuan dan Nyonya besar harus tahu dulu masalah ini !"
" Carla.. Apa aku pernah memintamu bicara ?!" Suaranya begitu lembut tetapi terselip aura ancaman didalamnya.
Carla yang merasakan itu menggeleng " Maaf telah lancang Nona ."
green langsung berdiri dan mengantar pewaria keluarga White tersebut.
Setelah mereka pergi Martin menghela napas " Kamu bikin jantungku mau copot Brian !"
Brian mendesah " memangnya aku tahu siapa dia !?, aku juga tidak tahu kalau dia Nona White !"
" sudahlah.. Aku heran sama kamu , istri kamu sudah tiga ,masih ada aja yang tertarik padamu, mana dia pewaris keluarga white ." Martin berkata dengan iri.
Brian mengerutkan keningnya " mana mungkin dia tertarik dengan pria sepertiku ,Kamu gika Martin !"
Martin Menatap Brian ,dia merasa jika sahabatnya itu terkadang bodoh atau apalah jika urusan wanita " terserah kamu sajalah Brian !"
Green graham Kemudian memasuki ruangan dengan senyum lebar di wajahnya " Nice Tuan Axel.. kita akan mendapatkan dukungan besar kali ini !"
Brian tidak mengetahui maksud green, sementara Martin hanya tersenyum kecut ,melihat wajah bodoh Brian.
__ADS_1
mereka kembali melanjutkan diskusinya, tetapi kali ini Green membahas hal tersebut dengan berapi - api, dia juga terus - menerus mengingatkan Brian untuk tidak telat ke restoran nanti malam.
malam harinya green sengaja memanggil penata rias untuk merombak penampilan Brian yang biasanya berpenampilan Acuh, dia merubahnya menjadi pria yang berkarakter dengan setelan Tuxedo Silver.
green juga menyiapkan sebuah mobil Sport Bugatti Veyron agar Brian Tampil selayaknya seorang milyarder.
jika di bandingkan dengan orang tua Brian ,bisa di katakan green lebih heboh dari mereka , pasalnya Green terlalu menuntut kesempurnaan.
Martin yang melihat itu hanya menggelengkan kepala. ternyata teman bisnisnya memiliki sisi yang seperti itu.
Brian sebenarnya malas mengemudi sendiri, tetapi karena green berkata jika nasib perusahaannya ada di tangan dia dan Viona, Brian jadi menuruti semua perkata green.
Brian Memacu mobilnya menuju hotel Diamond , sebelumnya dia sudah di beri tahu jalannya oleh Green , jadi dia hanya tinggal mengikuti arah tersebut.
Brian sampai di parkiran , dia di hampiri tiga orang pelayan, satu orang Pria yang memarkirkan mobilnya di tempat kusus, sementara dua orang wanita yang mengantarnya menuju meja makan.
Brian sedikit aneh dengan reatoran tersebut , pasalnya reatoran tersebut begitu sepi , hanya ada dia seorang yang jadi Tamu selebihnya pelayan yang berjejer rapi entah sedang menunggu siapa.
Brian yang penasara bertanya " mba maaf.. kenapa tempat ini sepi pengunjung yah ?"
Pelayan menjawab sambil tersenyum " Tuan .. Restoran kami sudah di pesan Nona White untuk malam ini , Jadi di sini hanya ada Anda Dan Nona White "
Brian berhenti melangkah , dia sudah menebak ke arah mana acara makan malam ini, dia merasa bersalah dengan ketiga istrinya.
dia bertekad akan menceritakan ini semua setelah selasai.
pelayan yang melihat Brian berhenti melangkah ikut berhenti dan bertanya " ada apa Tuan !"
Brian tersadar " ah.. tidak apa - apa !" Brian kembali melangkah.
saat sampai di Meja Brian benar - benar di buat terkejut dengan dekorasi ruangan yang begitu romantis, dia yang seorang pria saja tidak pernah membuat kejutan seperti itu.
Brian kemudian duduk di kursi yang sudah di siapkan, Brian memandangi dekorasi dengan sangat kagum.
saat Brian sedang asyik memandangi Ruangan tersebut, sebuah suara lembut menegurnya.
" Maaf.. membuatmu lama menunggu Tuan Axel.."
__ADS_1
Brian menoleh ke arah suara " aku juga baru dat..."
suaranya tercekat saat melihat keindahan yang ada di depannya, Mata Brian tidak berkedip, Mulutnya melongo , Brian benar - benar takjub melihat keindahan di depannya.