Menjadi Kaya

Menjadi Kaya
bab 79


__ADS_3

Brian hanya bisa pasrah , mungkin orang - orang di luar sana mengira jika kehidupan dengan banyak istri itu menyenangkan.


tapi kenyataannya berbeda, Brian sudah mersakan itu sekarang, kalau maen satu - satu tentu akan menyenangkan ,karena Brian pasti bisa menguasai permainan.


masalahnya jika mereka mau maen bersama, bersiaplah merasakan tenagamu di kuras habis ,seperti yang terjadi pada Brian sekarang.


Setelah pertempuran panjang itu Brian terlelap dengan ketiga istrinya yang masih setia di sampingnya.


dengkuran halus Brian membuat Tanti mendongak " dih.. sudah tidur aja "


Mei sia juga mendongak " Gak di suruh mandi dulu suami kita ?"


Sindi duduk kemudian menggeleng " tidak usah, dia pasti capek, lagian kita juga terlalu bersemangat sih ,suami kita jadi seperti ini deh "


Mereka semua terkikik geli saat mengingat kejadian barusan , mereka seperti berebut mainan.


Sindi dan Mei sia bangun dan memakai bajunya kembali, Sindi kemudian tersenyum ke arah Tanti " jaga suami kita baik - baik "


Tanti mengangguk, dan menyenderkan kepalanya di Dada Brian, Sementara Mei sia menarikkan selimut untuk menutupi tubuh polos suaminya da Tanti.


Sindi dan Mei sia meninggalkan kamar untuk melihat anak mereka ,pasalnya mereka meninggalkan anak - anak cukup lama ,karena asyik bermain dengan saudari - saudarinya.


Brian tidur pulas sekali, ponselnya berdering pun dia tidak terbangun, Tanti yang mendengar itu bergegas mengambil ponsel suaminya dan mengangkat " halo siapa yah ?." ucap Tanti menyapa.


di seberang telepon menyaut " Aku Aisyah, Briannya ada ?"

__ADS_1


Tanti menjauhkan telepon dan meliriknya, dia kemudian menatap suaminya dan menempelkan kembali ke telinganya " Aisyah siapa yah ?"


" aku temen Brian, kamu pasti istri Brian yah ?" Aisyah tanpa rasa takut bertanya pada Tanti.


Tanti yang sudah menahan emosinya dari tadi ,mengelus dadanya " kamu sudah tahu Brian punya istri, kenpa masih menelponnya ?"


Aisyah menjawab dengan santai " Terus kenapa kalau Brian punya istri ?, itu bukan masalah buat ku "


Saat mendengar ucapan Aisyah Tanti tercengang, Tanti menatap lekat - lekat suaminya, dia kemudian membatin ' Kamu terlalu tampan sayang, makanya banyak wanita yang tidak tahu malu mengejarmu !"


Tanti menghela napas " Brian sedang tidur, nanti telepon lagi saja " Tanti langsung mematikan ponsel tersebut.


Tanti kemudian merebahkan dirinya di samping Brian, dia menyandarkan kepalanya di dada Brian bergumam " aku kira hanya kita bertiga yang mau berbagi suami, ternyata di luar sana masih yang mau denganmu sayang " Raut wajah Tanti sendu.


Tanti tahu jika Brian mungkin pria yang perfeck di mata para Wanita, dia juga tidak bisa menahan Brian jika dia menginginkan lebih dari mereka.


karena relaksi Bisnis Brian tentu ada yang memiliki anak perempuan, mereka pasti berniat menikahkannya dengan Brian, agar keturunan mereka tidak turun drajatnya nanti.


Mungkin Brian bisa menolak jika kekuatan keuangan mereka lebih Rendah dari Brian, tapi jika yang menginginkan Suaminya anak dari pemilik sebuah Raksasa Bisnis, tentu saja itu akan menyulitkan suaminya.


Contohnya seperti Viona kemarin, untungnya Viona bisa memahami Brian, jika wanita lain mungkin tidak, mereka yang punya kekuasaan akan cenderung menghalalkan segala cara untuk mendapatkan yang mereka mau.


Untuk itu Tanti dan saudari - saudarinya memutuskan percaya dengan suaminya, jika dia ingin menikah lagi ya silahkan.


asal Wanita itu mau berbagi dengan adil seperti mereka.

__ADS_1


...----------------...


London, inggris..


Viona sedang melamun di taman depan kediamannya, pandangan Viona kosong menatap kedepan.


Pak tua White yang melihat itu menghela napas, pasalnya semenjak kepulangannya dari inggris Viona jadi sering melamun dan tidak pergi ke perusahaannya.


pak Tua White menghampiri Viona, dia duduk di sebelahnya , kemudian dia bicara " Hati itu bagai Batu ,walaupun keras tapi jika di tetesi air sedikit demi sedikit akan terkikis. Perasaan juga sama Viona, jika kamu terus - terusan seperti ini, hatimu akan hancur "


Viona menoleh ke arah kakeknya ,dia tidak bicara tapi matanya berkaca - kaca, Pak Tua white menatap cucunya dengan prihatin, dia kemudian bicara lagi " kakek sudah bilang padamu, kejar dia sampai dapat, jangan menyerah sebelum berperang !"


Tangis Viona Pecah " Tapi kek..hiks.. hiks.., apa aku bisa berbagi Brian dengan yang lain?, Aku bukan Wanita kuat seperti istri - istri Brian, hiks..hiks.."


Pak Tua white memeluk Cucunya , dia mengusap - usap puncak kepala Viona " Semua orang akan belajar menghadapi kehidupan baru mereka jika sudah menikah, jika mereka bisa kenapa kamu tidak ?"


Pak tua White Diam sebentar ,kemudian melanjutkan " Bukankah kamu dulu pernah bilang, jika kamu berusaha keras pasti kamu bisa melakukannya?, kamu sudah membuktikan itu dengan membuat White Grup jadi tambah besar seperti sekarang ?!"


Viona teringat dulu saat White grup masih jadi perusahaan nomor dua di inggris, Dia melakukan terobosan - terobosan yang membuat Deviden perusahaan mereka naik Drastis.


Hingga pak Tua White tidak segan - segan memberikan White grup pada Viona di usianya yang masih tergolong muda.


Viona melepaskan pelukan kakeknya , dia menghapus air matanya dan duduk tegap " kakek benar, aku tidak boleh menyerah sebelum mendapatkan Brian, Terima kasih kek " Viona menghambur ke pelukan Pak Tua White.


Pak Tua White tersenyum " Itu baru cucu kakek !"

__ADS_1


setelah perbincangan dengan kakeknya ,Viona bertekad Akan mendapatkan Brian, walau harus berbagi denga istri - istrinya dia rela.


karena dia tidak ingin merusak hubungan mereka , Tidak pedulu jika Brian menolaknya lagi dan lagi dia akan tetap berusaha mendapatkannya.


__ADS_2