Menjadi Kaya

Menjadi Kaya
bab 68


__ADS_3

Malam harinya Sesuai janji Brian menemui Mukhamad Husein di Spring Resto, Brian datang lebih awal karena tidak mau menyinggung Raja minyak tersebut.


Brian dan Martin bertanya pada reseptionis " Mbak Meja atas nama Mukhamad Husein !"


" tunggu sebentar Tuan " Reseptionis kemudian memanggil Pelayan " James antar Tuan ini ke ruang Vip Diamond !"


pelayan yang bernama james membawa ke ruangan yang di sebut resepsionis tadi, Brian dan Martin mengikutinya dari belakang.


saat memasuki Ruangan Vip belum ada siapa pun di sana, Martin dan Brian mengobrol Berdua sambil menunggu Raja minyak yang membuat janji dengannya.


beberapa Menit berlalu ,pintu Ruangan terbuka ,masuklah sosok pria paruh baya dengan pakaian khas Timur tengah, Di belakangnya ada dua orang Wanita bercadar, yang satu membawa tas kantor pria dan Satunya lagi memegang pinselnya di tangan kiri.


" maaf Tuan Axel ,membuat kalian menunggu lama " Pria paruh baya yang ternyata Husein membuka suara .


Brian dan Martin berdiri, Brian kemudian tersenyum " kami juga baru datang Tuan Husein " Brian kemudian mengulirkan tangannya untuk berjabat tangan. Martin juga melakukan hal yang sama.


Mereka kemudian kembali Duduk, Brian berdampingan dengan Martin ,sementara Husein Di apit oleh dua Wanita bercadar tersebut.


Husein kemudian mengeluarkan sebuah Map " Tuan Axel ,saya tidak mau berbasa - basi dengan anda, Karena saya takut mengganggu waktu anda , silahkan baca isi kontrak kerja sama kita " Husein mendorong Map tersebut ke arah Brian.


Brian mengambilnya , dia kemudian membaca isi kontrak tersebut, Brian tercengang saat membaca isi kontraknya yang jelas - jelas menguntungkun Brian.


Brian bukan orang kemarin sore yang berkecimpung di dunia Bisnis, pasti ada udang di balik batu.


Brian menutup kontrak tersebut dan menyerahkannya pada Martin " Bacalah Martin !"


Martin juga tercengang dengan perjanjian kontraknya ,karena di situ tertulis Axel Capital akan menerima 50% hasil penjualan Minyak di seluruh indonesia tanpa syarat, Mereka bertugas hanya memasarkannya tanpa mengeluarkan Modal.


Martin juga mengira itu sangat janggal " Brian ini terlalu menguntungkan kita !"


" kamu benar Martin " Brian kemudian menatap Husein dengan serius " Tuan Husein apakah anda salah dalam membuat kontrak tersebut, Atau ada maksud lain yang anda sembunyikan dari saya ?"


tanpa bertele - tele Brian langsung menembak ke poinnya, karena Brian yakin jika Husein tidak sebodoh itu, dia tidak mungkin memberikan sesuatu yang begitu menggiurkan tanpa ada rencana lain di belakangnya .

__ADS_1


" hahaha..., ternyata memang tidak bisa di sembunyikan !" Husein terkekeh sebentar.


kemudian dia melanjutkan " semua yang tertulis di kontrak itu memang benar Tuan Axel, saya hanya ingin menjalin hubungan yang baik dengan anda . dan..."


Husein melirik Wanita yang memegang ponsel " saya ingin menitipkan putri saya pada anda Tuan Axel "


Brian belum mengerti maksud Husein, dia kemudian bertanya " apa maksud anda Tuan Husein ?"


Wanita yang di tunjuk Husein membuka cadarnya " maksud ayahku ingin menikahkan kita " suaranya lembut tetapi seperti ada bom yang mengikuti alunan suara itu ke Brian.


Brian tersentak kaget " Aisyah...!, Tunggu dulu menikah ?, Tuan Husein saya tidak bisa ,saya sudah memiliki tiga orang istri " Brian berkata dengan mantap.


Sementara Martin hanya tersenyum kecut, dia menatap Brian kemudian membatin ' kemarin anak keluarga white yang melemparkan diri padamu, sekarang anak raja minyak. kenapa kamu sunggguh beruntung Brian !'


Husein tersenyum " syukurlah kalian sudah saling kenal, Aisyah benar , saya ingin menikahkan kalian berdua " ucap Husein mantap.


" maaf Tuan Husein saya tidak bisa, jika anda mencampurkan Bisnis dengan urusan pribadi berarti anda tidak mengenal saya dengan baik !, Martin kita pergi !" Brian bangkit , saat dia akan melangkah pergi.


Husein tertawa rerbahak - bahak " hahahaha... aku suka pria yang begitu teguh dengan pendiriannya, Tuan Axel duduklah !, saya hanya menggoda anda "


" saya hanya menguji anda dan ternyata benar ,anda memiliki pendirian yang kuat, sebelumnya saya minta Maaf, kita belum makan malam , setidaknya izinkan saya mentraktir anda makan untuk hari ini ." Husein berbicara dengan Tulus.


Sementara Aisyah menggembungkan pipinya ,dia tidak menyangka akan di tolak mentah - mentah oleh Brian ' pantas saja si kulkas bertindak agresive dengannya, apa Brian juga menolaknya ?' ucap Aisyah dalam hati.


Brian kemudian duduk, Husein menyuruh pelayan untuk menyajikan makanan, berbagai makanan Mewah mulai terhidang di atas Meja.


Walaupun Husein orang timur tengah ,tetapi dia tetap pebisnis, dia juga menyuruh pelayan mengambil Lafite 1982 untuk menghormati Brian.


Setelah acara makan selesai, Brian menandatangani kontrak dengan senang hati, pasalnya siapa yang akan menolak perjanjian yang begitu menggiurkan itu.


Husein kemudian buka suara " saya hampir melupakan sesuatu untuk anda Tuan Axel "


Brian menatap Martin, Martin hanya menggeleng, Husein kemudian berteriak " bawa dia masuk !"

__ADS_1


Dua orang berpakain Hitam membawa sseorang yang sudah babak belur dengan kedua tangannya yang terikat " Tu..tuan Husein saya minta maaf, saya tidak bermaksud menyinggung anda !"


Pria itu merangkak menghampiri Husein ,tetapi dia belum sampai ,punggungnya sudah di injak oleh salah satu pria yang membawanya.


pria itu meronta minta ampun " Tuan Husein ampuni saya !"


Brian tidak mengerti maksudnya apa, dia kemudian bertanya " Tuan Husein apa maksudnya ini ?"


" Tuan Axel saya perkenalkan, Leonardo Black pemilik Black Company, tetapi sekarang dia sudah bukan siapa - siapa lagi, dialah orang yang menyerang perusahaan anda !" Husein menjelaskan dengan acuh.


Brian dan Martin tercengang saat mendengar itu, dia tidak menyangka jika Keluarga nomor dua di inggris akan di perlakukan seperti itu.


Husein kembali bicara " saya menyerahkan dia pada anda, terserah anda mau melakukan apa !"


Brian mengangguk ,dia mengambil pisau yang di gunakan untuk memotong steak di meja, kemudian Brian menghampiri Leonardo.


sontak saja Leonardo yang masih terbaring di lantai langsung panik di bawah injakan pria berbaju hitam " Tuan Axel Brian saya salah, saya minta maaf, tolong lepaskan saya, saya janji akan melakukan apapun untuk anda !"


Brian tidak menggubris omongan Leonardo , setelah di sampai di sampingnya " tolong angkat kaki anda Tuan !" Brian menatap pria berbaju hitam tersebut.


Pria itu menatap bosnya, Husein mengangguk, kemudian pria berbaju hitam melepaskan injakannya.


Brian membangunkan Leonardo agar duduk , Leonardo sudah pasrah ,melawan pun dia sudah tidak bisa , Brian kemudian membisikkan sesuatu padanya.


dia kemudian memotong ikatan pada Leonardo, semua orang tercengang, kecuali Husein yang tersenyum saat melihat tindakan Brian.


Brian kemudian bangkit meninggalkan Leonardo yang masih terpaku di tempatnya. dia kemudian kembali duduk di hadapan Husein.


Husein kemudian menatap wanita yang membawa tas, dia mengeluarkan sebuah map lagi " ini hadiah dari saya ,karena telah menemani makan malam hari ini !"


Brian sudah tahu itu apa, pasalnya semenjak Leonardo di perkenalkan tadi, dia sudah menduga jika perusahaannya pasti sudah di beli oleh Husein.


Brian pun tidak ada alasan untuk menolaknya , dia kemudian bicara " terima kasih banyak Tuan Husein, saya tidak akan mengecewakan anda !"

__ADS_1


Brian dan Martin kemudian meninggalkan Ruangan tersebut setelah semuanya selesai, mereka kembali ke hotel tempat mereka menginap.


__ADS_2