Menjadi Kaya

Menjadi Kaya
bab 92


__ADS_3

Brian menghela napas, Dia kemudian memegang kedua bahu Aisyah dan menatapnya " Aisyah maaf..., Aku tidak bisa , aku sudah memiliki empat orang istri , aku tidak ingin menyakitimu , Cari lah pria lain yang bisa membahagiakanmu "


Aisyah menggeleng , Air matanya semakin deras " Aku hanya ingin bersama kamu Brian, Aku tidak mau dengan pria Lain " Aisyah langsung memeluk Brian dengan kencang.


Brian tidak tahu harus tertawa atau menangis, kejadian ini mengingatkan dirinya waktu menolak Viona.


Aisyah Menangis di pelukan Brian ,Brian menghela napas " Aisyah .. jangan seperti ini "


Brian mencoba melepaskan pelukan Aisyah tapi Aisyah kekeh memeluknya dengan erat, Brian akhirnya pasrah, dia hanya bisa menunggu Aisyah tenang.


Brian membayangkan jika Aisyah masuk ke haremnya, di Begidik Ngeri saat membayangkan kelima Wanita menggilirnya. apakah itu akan menjadi surga atau neraka.


Brian membatin " Tidak..tidak..tidak.. Pikiran macam apa itu, aku harus menolaknya ,bagaimanapun caranya !"


Setelah beberapa menit Aisyah akhirnya tenang, tangisnya sudah berhenti, Brian kemudian melepas pelukan Aisyah dan menatapnya " Aisyah.. Lebih baik kita jalani ini dulu dwngan perlahan ,agar nanti tidak ada penyesalan, aku juga ingin mengenal kamu lebih dekat lagi oke " Brian menghapus air mata di pipi Aisyah.


Aisyah yang mendapat sedikit lampu hijau, wajahnya mulai sedikit Sumringah " kamu tidak bohongkan Brian ?"


Brian mengangguk sambil tersenyum, Sebenarnya Brian sengaja berbohong agar Aisyah bisa lebih Tenang.


Brian juga tidak ingin membuat seorang wanita menangis, karena sudah cukup dulu dia melihat Sindi yang menangis untuknya.


setelah Aisyah tenang, dia kemudian menelpon sopirnya untuk menjemput mereka.


Aisyah sudah tidak memperdulikan adat Orang timur Tengah, Di merangkul Brian Sepanjang perjalanan, dia seolah - olah telah memiliki Brian seutuhnya.


Brian lagi - lagi menghela napas, entah sudah berapa kali dia melakukan hal tersebut, pasalnya jika menyangkut urusan Wanita dia tidak bisa menolaknya secara tegas.


Drama di mulai lagi saat Brian turun di depan Hotel dia menginap , Aisyah juga ikut turun dan membuntuti Brian .

__ADS_1


Brian yang melihat itu mengerutkan kening " Aisyah kamu tidak pulang ?"


Aisyah langsung menghambur ke Brian dan memeluk lengannya sambil menyenderkan kepalanya di bahu Brian " aku ingin tidur bersama kamu " Suara Aisyah begitu lembut terdengar di telinga Brian.


" kamu gila Aisyah, kita belum menikah , kamu jangan mempermalukan keluargamu !" Brian sedikit meninggikan Suaranya.


Aisyah masih tetep kekeh memeluk lengan Brian.


Brian yang melihat itu mendesah kesal , dia kemudian membopong Aisyah agar duduk di kap mobil .


Brian langsung melepaskan jasnya dan melemparkan ke tanah " baiklah kalau itu mau kamu, kita main di sini, biar di nikahkan sekalian !" Ucap Brian serius.


Aisyah terlonjak kaget, walaupun dia ingin tidur bersama Brian, dia juga sadar jika tingkah Brian Sudah di luar akal sehatnya.


Saat Brian akan melepas kemejanya, Aisyah Berteriak " ahhhhh...!"


Saat mobil sudah jauh , Brian mengambil jasnya yang dia lemparkan ke tanah dan terkekeh " hehehe... ternyata ampuh juga cara seperti itu !" Brian kemudian menggeleng - gelengkan kepalanya.


Brian memasuki Hotel dengan perasaan senang ,karena akhirnya bisa lepas dari cengkraman Aisyah .


Ke esokan Harinya Brian mulai membuat pengaturan di perusahan Barunya, Dia Juga mengganti nama peresahaan tersebut menjadi Axel Energy.


Brian juga memasukan orang - orang yang di pilihkan Tuan Husen untuk menjadi Petinggi di perusahaan tersebut.


di juga tidak lupa memberi pengarahan dan pengaturan di bawah pimpinannya.


kebijakan - kebijakan yang di terapkan Brian juga mengganti beberapa kebijakan perusahaan yang dulu.


Brian melakukan hal tersebut agar orang - orang yang bekerja di bawah naungannya tidak melakukan penggelapan uang dan sesuatu yang merugikan perusahaan.

__ADS_1


Brian Sibuk dengan perusahaan barunya, dia juga sengaja melakukan hal itu untuk menghindar dari Aisyah.


karena dengan seperti itu Aisyah tidak mungkin mengganggunya, dan Tuan Husen juga tidak mungkin menyalahkannya.


Hari berganti Hari Brian mulai sedikit mengerti dengan kondisi perusahaan, Dia juga di beri tahu stafnya jika mereka sudah menemukan Lokasi Tambang Baru ,yang kemungkinan menghasilkan minyak.


Brian tercengang, pasalnya dia tidak menyangka jika akan mendapatkan jack pot seperti itu.


niatnya yang hanya ingin Belajar dari perusahaan tersebut sambil menunggu kemungkinan - kemungkinan yang akan terjadi di lima tahun kedepan.


tapi Timnya malah menemukan sumber daya lagi, nampaknya keberuntungan selalu menyertai Brian, Tentu saja Brian menyambut Berita tesebut dengan gembira.


Brian menyuruh Timnya untuk segera meneliti lebih lanjut, karena di kerjakan lebih cepat lebih Baik, agar nantinya perusahaan tidak mandek di satu titik.


sangking semangatnya Beian sampai lupa dengan Waktu, tidak berasa dia sudah Di Qatar selama dua Bulan.


selama itu juga dia sudah jarang bertemu dengan Aisyah, karena dia benar - benar sibuk.


Apalagi Proyek Tambang Baru sudah mulai di kerjakan, saat Berita ini tersebar , Semua pengusaha Yang ada di sana tercengang, pasalnya Brian hanya membutuhkan waktu Dua bulan untuk menwmukan titik lokasi yang strategis.


Tuan Husen yang mendengarnya juga hanya bisa menggeleng dengan keberuntungan Brian .


Tuan Husen yang sedang duduk dengan istrinya berkata " Pantas saja dia cepat naik status, kinerja dan keberuntungannya sangat besar "


" Dia memang cocok untuk putri kita sayang " Ucap khadijah istri Tuan Husen.


" kamu benar, tapi Brian seprtinya tidak menyukai putri kita " Tuan Husen menghela napas kasar.


Khadijah juga sepemikiran dengan suaminya, Walaupun mereka menginginkan Brian menikah dengan putrinya, tapi mereka juga tidak bisa memaksa , karena Brian juga punya hak untuk menolak hal tersebut.

__ADS_1


__ADS_2