Menjadi Kaya

Menjadi Kaya
bab 39


__ADS_3

Mei terumi tertegun, dia tidak habis pikir jika syaratnya seperti itu, tetapi dia mencari cara agar mengerti maksud dari David.


" apa hanya itu ?" Mei terumi memastikan.


" sebenarnya.. saya juga ingin makan malam di rumahmu , bagaimana ?" David menaik turunkan alisnya.


sementara Yan liang yang mendengar pembicaraan itu semakin yakin jika atasannya tertarik pada Mei terumi.


dia menarik Mei terumi dan membisikan sesuatu di telinganya " Terumi.. terima saja, Tuan David bukan pria nakal, dia juga masih jomblo !" Setelah membisikan sesuatu pada mei terumi dia tersenyum ke arah David.


Mei terumi ragu sebentar kemudian menjawab " ba.. baiklah Tuan David aku terima syaratnya ." wajahnya sedikit merona.


" bagus.. Yan liang , dia tidak usah trial lagi, langsung buatkan kontrak kerja !" David diam sebentar kemudian menatap Mei terumi.


" aku akan menunggu kamu setelah selesai bekerja !, kamu keluar sebentar Mei terumi, aku ingin bicara empat mata dengan Yan liang !" David berkata dengan senyum lebar di wajahnya.


Mei terumi mengangguk kemudian dia meninggalkan mereka berdua.


" Duduklah.. !" David mengubah tatapannya menjadi serius.


Yan liang gugup saat melihat perubahan wajah David, dia mengangguk dan duduk di depan David.


setelah Yan liang duduk, David bertanya " Apa kamu mengenal keluarganya ?"


Yan liang bingung dengan pertanyaan David " maksud Tuan David ?"


David menghela napas " hufft.. keluarga Mei terumi apa kamu mengenalnya ?"


Yan liang menggeleng " saya tidak mengenalnya Tuan.., saya hanya dapat rekomendasi dari universitasnya, kalau tentang Keluarga Mei terumi, saya tidak mengenal sama sekali !"


" kalau begitu kamu selidiki keluarganya, terutama dwngan orang yang bernama Zan long, aku ingin data lengkap tentang dia secepatnya !" David berkata tegas ,kemudian dia berdiri dan meninggalkan Yan liang ,yang masih mencerna kata - katanya.


Yan liang kemudian terasadar saat David sudah menutup pintu, dia bergegas mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.


...----------------...


di kediaman Vila Brian ..


" Krisna .. jangan lari - lari !" Sindi berteriak memanggil anaknya yang sudah bisa berlari.


" aio.. angkap ..au, bu..hihihi" seorang anak kecil berusia Tiga tahun berlari sambil tertawa khas anak seumurannya.


" kena kamu ... !" pak Seto menangkap anak itu, dan meggelitiknya.

__ADS_1


" ah.. aek ..hihihi.. " anak itu tertawa senang.


" Maaf pak.. krisna .. jangan berlarian terus sayang nanti jatuh " Sindi memarahi anaknya dengan nada sendu.


" sudahlah Sindi.. biarkan saja , yang penting dia tidak apa - apa !" Bu Risma yang melihat suami dan cucunya sedang bermain dan tertawa menjawab ucapan Sindi.


Kedua orang tua Brian sekarang tinggal di Villa Brian ,dengan Sindi dan Tanti, pasalnya mereka ingin melihat cucunya setiap hari, agar tidak teringat dengan Brian terus.


mereka bergantian merawat anak Sindi dan Brian ,Axel Krisna Barata, Sindi menamai anaknya dengan nama ayahnya dan keluarganya.


Tiga tahun setelah kehilangan Brian, Sindi masih kekeh dengan pendiriannya tidak ingin menikah lagi, walaupun ada banyak pria yang ingin bersamanya.


Tanti juga sama, apa lagi Tanti belum mempunyai anak , banyak anak dari relaksi bisnis Axel Capital ,berlomba - lomba mendapatkan Tanti.


tetapi tanti selalu menolak, karena Tanti tahu, sebagian dari mereka hanya menginginkan nama dari perusahaan suaminya.


karena Tanti sekarang yang memegang kendali Axel Capital, Tanti dan Martin bekerja sama dengan baik, layaknya Brian dulu, maka dari itu Axel Capital tidak menurun ,malah sudah membuka beberapa cabang di belahan dunia.


...----------------...


Sore hari jam pulang kerja di pulau senkuku..


David sudah menunggu Mei terumi di mobilnya, dia duduk di kap mobil dengan menyilangkan tangan di dada.


David merapikan Rambut mei terumi yang acak - acakan karena berlari dan menyibak di atas telinganya " tidak usah terlalu formal, panggi saja aku David !"


" Tapi..." saat Mei terumi akan protes .


David menutup mulutnya denga jari telunjuk " ssst.. jangan protes , oke !"


Mei terumi hanya mengangguk, David membukakan pintu mobil dan menyuruh Mei terumi masuk.


Mei terumi tidak pernah di perlakukan seperti itu, tentu saja wajahnya memerah, dia menjadi gugup saat masuk dan duduk di sebelah David.


David hanya menggeleng dan tersenyum melihat tingkah Mei terumi.


mobil mulai melaju membelah jalanan pulau Senkuku, dengan Mei terumi yang memandu jalan.


saat di tengah perjalanan David berhenti di sebuah kedai makanan sederhana.


" David kenapa berhenti ?" Mei terumi bertanya.


David menunjuk ke arah pedagang dan berkata " kita beli see food , buat nambahin makan malam kita !"

__ADS_1


saat Mei terumi mau buka suara David sudah membuka pintu dan bilang " kamu tunggu di sini saja !, biar aku yang pesan !"


Mei terumi hanya bisa mengangguk pasrah, walaupun dia turun, dia juga tidak bisa membantu apa - apa, untuk makan di tempat kerja aja dia hanya membawa bekal tidak membawa uang sepeserpun.


David masuk ke mobil dengan menenteng plastik yang besar, Mei terumi mengkerutkan keningnya.


"bukankah itu terlalu banyak David ?!" Mei terumi merasa tidak enak.


David hanya tersenyum " sekalian aku beli Bir tadi ,buat nanti minum dengan kakakmu !"


David kembali fokus menyetir, mengikuti petunjuk Mei terumi.


Tak berselang lama mereka sampai di depan Rumah kumuh yang jauh dari para tetangga, hati David serasa teriris, pasalnya jika Zan long benar - benar bosnya, dia akan merasa sangat tidak berguna karena membiarkan bosnya tinggal di tempat seperti itu.


David tertegun, matanya memerah. dia tidak habis pikir bosnya bisa tinggal di tempat seperti itu, sementara dirinya yang bawahan tinggal di tempat mewah, yang segala sesuatunya ada . dan yang membuat dia semakin bergetar adalah bosnya tinggal di situ sudah tiga tahun lamanya.


Saat David sedang tertegun dalam lamunannya ,Mei terumi Berkata " Rumahnya jelek yah David ?, maaf.. pasti kamu tidak biasa tinggal di tempat kumuh !" Mei terumi tertunduk lesu, dia mengira jika David menilai wanita dengan harta.


David tersadar, dia langsung menggeleng " tidak.. tidak.. bukan begitu, aku cuma teringat masa laluku." David mencoba berbohong.


Mei terumi kemudian mendongak, menatap David " jadi dulu kamu seprti aku juga ?!"


" jangan di bahas , kita mau masuk gak nih ?" David mencoba mengalihkan topik pembicaraan, agar kebohongannya tidak terbongkar.


" eh.. aku sampai lupa.. maaf.. Ayo kita masuk !" mereka berjalan menuju rumah tersebut.


" aku pulang.. !" Mei terumi membuka pintu.


Mei sia menyaut dari dapur " kamu kok sudah pulang terumi ?, memangnya Zan long sudah pulang ?"


Mei terumi menggeleng " kakak Zan long belum pulang, aku di antar David !"


Mei sia membeo " David ..?"


David menjulurkan kepalanya dan tersenyum " Saya David !"


" masuk dulu kak.. nanti aku jelasin di dalam !" Mei terumi menarik kakanya masuk.


David membuntuti dari dalam , mei terumi pun menjelaskan ke kakanya bahwa pria yang dia bawa itu bosnya.


saat mendengar itu Mei sia langsung panik dan membungkuk hormat, pasalnya dia tidak berani menyinggung orang - orang yang kedudukannya lebih tinggi, agar keluarganya bisa hidup damai.


mereka kemudian berbincang - bincang sambil menunggu Zan long pulang .

__ADS_1


__ADS_2