Menjadi Kaya

Menjadi Kaya
bab 41


__ADS_3

Martin masih memperhatikan pria tersebut, dia mengamati dengan seksama, ternyata dia benar - benar melihat muka Brian ,walaupun kulit pria itu sedikit kecoklatan tetapi mukanya memang mirip dengan Brian.


Martin langsung duduk tegap di kursinya " Bri..Brian !"


David langsung mengalihkan Video call ke dirinya dan dia meminta ijin ke Zan long untuk bicara di luar dengan temannya, Zan long hanya mengangguk.


David keluar Rumah dan bertaya pada David " bagaimana ?, ini lebih pentingkan ?, jangan bilang ke Tanti dulu ,aku akan mencari tahu lebih detail tentang dia !"


" itu benar Brian kan David ?!" Martin bertanya dengan semangat.


" entahlah.. aku masih menyeledikinya, beri aku waktu beberapa hari lagi di sini Martin !" David berkata dengan serius.


Martin mengangguk mengerti " baiklah.. aku serahkan semuanya padamu, jika dia benar Brian, no Tanti dan Sindi pasti akan senang !"


David mematikan ponselnya dan kembali masuk ke dalam rumah Zan long.


" siapa tadi David ?" Mei terumi bertanya karena penasaran.


" ah.. dia salah satu petinggi Axel Capital !" David berkata dengan jujur.


karena mereka tidak mengenal Martin, jadi mereka hanya bersikap biasa saja, mereka pun kembali menikmati makan malam dengan sesekali mengobrol.


......................


Satu minggu kemudian di Axel Capital ..


" Martin .. kemana David ?, sudah hampir satu bulan dia tidak kelihatan batang hidungnya !!" Tanti menegur Martin.


Martin menjawab " Martin masih menyelesaikan tugasnya di pulau senkuku nona Tanti ."


" satu bulan untuk mengurus perusahaan kecil di sana?, apa dia sudah tidak ingin bekerja di Axel Capital lagi !!" Tanti menumpahkan emosinya pada Martin.


Martin hanya bisa menghela napas, semenjak Brian hilang ,Tanti yang memegang kendali Axel Capital, dia sangat tegas dan tidak pandang bulu.


Tanti yang sekarang beda dengan yang dulu, pasalnya dia tidak suka bercanda lagi semenjak kehilangan Brian, Tanti selalu beraikap serius.


Staf dan Karyawan Axel Capital semuanya patuh dengan ketegasan Tanti, Martin pun sama, walaupun dia dan Brian yang membangun Axel Capital, tetapi dia sadar akan tempatnya, jika bukan karena Brian dia tidak akan seperti sekarang.


jafi dia memutuskan untuk membantu Tanti seperti dia membantu Brian.


...----------------...

__ADS_1


Bandara pulau senkuku...


" Tuan David apa kamu yakin akan membawa kami ke indonesia untuk bekerja di sana ?" Zan long masih ragu pada David.


David twrsenyum penuh arti " Tuan Zan long tenang saja, saya tidak akan pernah berbohong pada kalian !, jadi percayalah padaku , di sana kalian akan hidup lebih baik !"


Mei terumi menggembungkan pipinya " padahal aku sudah jadi asisten tuan yan liang, tapi malah di pindahkan !"


David terkekeh melihat tingkah Mei terumi " tenang saja .. di sana kamu akan dapat kerjaan yang lebih baik !"


Mei sia menengadah ke langit sambil menggendong anaknya " setelah sekian lama.. kami akhirnya meninggalkan tempat kelahiran kami , ayah ,ibu maaf... tetapi ini demi kehidupan yang lebih baik untuk keluarga kecil ku "


Zan long mengelus puncak kepala istrinya " jika kita sudah banyak uang, kita bisa berlibur kemari lagi sayang !"


David tersentuh menyaksikan kemesraan suami istri tersebut, dia kemudian membatin " kalian pasti akan hidup lebih baik Tuan Axel ,nyonya Mei sia !"


Setelah mendekati keluarga Zan long selama satu bulan, David akhirnya bisa mendapatkan kepercayaan dari Zan long, dan dia menawarkan pekerjaan di indonesia.


tentu saja awalnya mereka menolak, tetapi punya seribu cara untuk memastikan mereka, karena dia tidak bisa pulang dengan tangan kosong.


...----------------...


" Brengsek kamu David !, mau sampai kapan aku harus membohongi nona Tanti, awas saja jika kamu pulang tidak membawa Brian !!" Martin menggerutu sendiri.


saat Martin sedang menggerutu sendiri, ponselnya berbunyi, terpampang nama David di layar , Martin langsung mengangkatnya " kemana saja kamu, kupingku sudah mau pecah dengar omelan Nona Tanti !"


di seberang telepon David malah terkekeh " hahaha... sekali - kali biar kamu ngrasain apa yang aku rasakan !"


" huft.. jadi bagaimana ?" Martin bertanya pada David.


"Jemput kami Di Bandara sekarang, kami sedang menunggu di sini , jangan banyak tanya dulu cepatlah !" David memerintah Martin.


" baik .. aku sendiri yang akan menjemput kalian !" Martin mematikan teleponnya.


Martin langsung bergegas keluar dari kantor , tapi saat di lobi dia berpapasan dengan Tanti yang juga mau keluar .


" Martin.. kamu mau kemana tergesa - gesa begitu ?" Tanti bertanya.


" em..anu.. saya ada urusan sebentar nona Tanti " Martin menjawab dengan gugup, pasalnya dia takut jika Tanti akan mengintrogasinya.


Benar saja dugaan Martin, saat Martin berbalik akan pergi Tanti memanggilnya kembali " apa begitu penting !, hingga mengabaikan aku Martin ?!"

__ADS_1


Martin menghela napas, kalau dia terus berbicara pasti urusannya akan panjang " begini saja nona Tanti, anda ikut denganku ke bandara !"


" bandara ?, maksud kamu ?" Tanti bertanya dengan tatapan menyelidik.


" jangan banyak tanya dulu Nona Tanti, nanti juga anda tahu, tapi anda bawa mobil sendiri, karena kita mau menjemput seseorang yang penting !" Martin berkata dengan serius.


Tanti mengerutkan keningnya, pasalnya dia tidak di beri tahu jika akan ada tamu penting di Axel Capital.


tetapi Tanti percaya pada Martin, karena selama ini dia juga sering membuat keputusan tanpa persetujuannya, jadi dia menganggap jika Martin akan menjemput orang penting tanpa memberitahunya.


Tanti kemudian mengikuti Martin ke bandara dengan mobilnya, dia tidak bertanya apa - apa lagi, dia terus membuntuti Martin di belakangnya.


tiga puluh menit kemudian mereka sampai di bandara , Martin celingukan mencari David tapi tidak ketemu - ketemu.


Martin pun memutuskan untuk menelpon David " kamu dimana ?, aku sudah sampai !"


" ah.. kami di kantin sedang makan siang !" David menjawab dengan mulut penuh makanan.


Martin mematikan teleponnya dan langsung bergegas ke kantin.


tetapi Tanti yang ada di belakangnya menegurnya " kamu mau kemana Martin ?"


Martin menghela napas " huft.. Nona Tanti ikut saja ,jangan banyak tanya dulu !"


Tanti kesal dengan tingkah Martin yang seakan mengabaikannya, tidak biasanya Martin tergesa - gesa seperti itu.


Tanti jadi semakin penasaran siapa orang yang Martin jemput, apakah dia sepenting itu, hingga Martin mengabaikannya.


Tanti bertanya - tanya dalam benaknya, tetapi mencoba untuk bersabar dan mengikuti Martin.


Martin Dan Tanti sampai di kantin , Martin mencari keberadaan David , matanya menyapu seluruh ruangan kantin ,terlihatlah David dengan satu orang pria dan dua wanita .


Martin bergegas menghampiri mereka , Tanti mengikuti dengan malas ,dia sibuk berbalas pesan dengan Sindi yang menanyakan kenapa dia tidak pulang makan siang.


Saat Martin sampai di meja rombongan David , dia tersentak, Martin menatap Pria yang bersama David dengan Mata berkaca - kaca.


melihat Martin berdiri terpaku , Tanti bertanya dengan masih berbalas pesan dengan Sindi " Martin mana orangnya ?"


Tetapi Martin tidak menjawab , Tanti berdecak kesal , dia kemudian mendongak untuk melihat orang yang akan di temui Martin " Martin.. !, kamu dengar aku bi..."


Tanti terkejut setelah melihat pria yang ada di meja kantintin bersam David, seketika Handphone yang di genggamnya jatuh, bibirnya bergetar ,matanya memerah ..

__ADS_1


__ADS_2