Menjadi Kaya

Menjadi Kaya
bab 98


__ADS_3

Brian Masuk ke Bandara Doha, tapi dia tidak membrli tiket Ke semarang melainkan Jakarta, Karena Brian Ingin melihat anak perusahaannya yang ada di jakarta terlebih dahulu.


di sisi lain dua juga berniat beristirahat di sana sebelum Kembali ke Brebes, pasalnya Brian tahu, jika dia sudah sampai Rumah ke empat istrinya tidak akan memberi waktu Istirahat Untuk Brian.


Brian juga sengaja tidak memberitahu ke empat istrinya jika dia pulang hari ini.


Beberapa Menit Kemudian pesawat yang di tumpangi Brian lepas Landas, Brian memandang keluar jendela dan bergumam " Ah..akhirnya selesai juga masalah di sini " Brian kemudian menyenderkan Tubuh se rilex mungkin dan memejamkan matanya.


Perjalanan Brian Mulus seperti kulit ke empat istrinya, setelah beberapa jam pesawat sampai di Bandara Soekarno Hatta.


Bruan keluar dari Bandara dengan menenteng tas yang berisi laptopnya " akhirnya sampai juga di indonesia "


Tiba - tiba sebuah Mobil berhenti di depan Brian, Brian mengerutkan keningnya, saat seorang wanita keluar dari mobil tersebut.


Wanita tersebut menghampiri Brian dan membungkuk Hormat " Tuan Axel ,selamat datang di jakarta "


Brian tidak berkata apa - apa ,dia menatap Wanita tersebut dengan penuh tanda tanya.


Wanita tersebut yang melihat expresi Brian tersenyum " Tuan Axel saya Mira Afia, saya CEO Axel Industri. " Wanita tersebut memperkenalkan dirinya dengan seulas senyum.


Brian sedikit terkejut, karena dia tidak pernah datang ke jakarta lagi semenjak dia menyerahkan wewenangnya pada Martin.


Brian kemudian Bertanya " apakah Martin yang menugaskanmu ?"


" Benar Tuan Axel " jawab Mira singkat.


Brian tidak bertanya lagi, dia langsung memasuki mobil tanpa menunggu persetujuan Mira.


Mira yang melihat itu menghela napas, pasalnya dia masih ingin sedikit berbasa - basi dengan bosnya itu, Karena menurut Mira ,itu adalah Kesempatan langka bisa berbicara dengan Bos besarnya tersebut.


Mira menginjak gas dan mobilpun meninggalkan Bandara.

__ADS_1


di tengah jalan Brian Bertanya " siapa yang memberitahumu aku datang kemari ?"


Mira tahu pasti Brian akan menanyakan hal tersebut, pasalnya dia memang tidak sengaja dengar dari salah satu staf Axel Energy yang kebetulan Berteman dengannya.


Mira kemudian menjelaskan pada Brian kenapa dia bisa tahu jika dirinya ke jakarta Hari ini, bukan ke Brebes.


" Oh.. begitu " ucap Brian datar.


Mira sedikit kesal karena Brian tidak meliriknya sedikitpun, padahal dia sudah berpenampilan semenarik mungkin, dengan belahan gunung kembar Jumbo yang terlihat di selah pakain formalnya.


Wajah Mira juga tidak kalah dengan istri - istri Brian, malah bisa di katakan Mira lebih menarik dan bisa membuat pria yang melihatnya langsung terangsang.


tapi Brian tetaplah Brian, Boro - boro melirik wanita lain, dia saja mampir ke jakarta sebenarnya melarikan diri dari ke empat istrinya.


mana mungkin dia tertarik dengan Wanita lain.


Tapi Mira tidak mengetahui itu, karena dia pikir Brian sama seperti pria lainnya.


Setelah beberapa menit Brian sampai di sebuah apartemen Mewah di jakarta.


Mira kemudian mengantar Brian ke Apartemen Miliknya, Brian terkejut saat masuk ke apartemen tersebut, pasalnya dia mengira jika Apartemen tersebut di siapkan kusus untuknya.


Brian berhenti melangkah saat memasuki apartemen " Mira apa maksudmu !" Suara Brian sedikit tinggi.


Mira tersenyum " Tuan Axel , saya akan melayani anda saat anda berada di sini "


Mira melepaskan jasnya, Kemeja putih yang dia pakai tidak bisa menampung gunung kembar Jumbonya hingga kancing bagian atas sengaja dia buka.


Brian menegur Mira " Apa kamu gila Mira ?!"


" Tuan Axel, di sini tidak ada siapapun, lagi pula saya melakukan ini secara suka rela " Miran menutup pintu dan menguncinya.

__ADS_1


Mira mendekati Btian dan berbisik " Tuan Axel, istirahatlah, saya mau mandi dulu " Suara Mira begitu menggoda.


Brian mau mengatakan sesuatu tapi Mira sudah memasuki kamar Mandi " ini tidak benar, aku harus keluar dari sini !" Brian mendesah kesal karena ternyata pintu apartemen menggunakan Sandi.


" sial..!!, lebih baik aku tunggu dia dan segera keluar dari sini " gumam Brian.


Brian kemudian duduk di sofa menunggu Mira, Tapi karena lama menunggu dia meminum Botol air yang ada di meja karena haus.


awal petaka Brian yang terjerumus ke pelukan wanita Lain mulai bermula dari kebodohan Brian yang percaya begitu saja dengan wanita yang menjemputnya.


Setelah meminum, minuman tersebut ,tiba - tiba tubuh Brian menjadi panas, dia melepaskan jasnya, dan melonggarkan Kemejanya yang seakan mencekik leher.


Menit demi menit Berganti , Brian semakin tidak karuan , Adik kecilnya mulai bangkit.


Brian mulai gelisah, Kancing kemejanya yang tadi hanya di lepas satu buah, perlahan dia buka hingga memperlihatkan dadanya yang bidang.


Tenggorokannya terasa kering, Brian menghabiskan minuman yang ada dalam Botol tadi.


tetapi semakin lama , gairahnya semakin memuncak , pada saat itu Mira keluar dari kamar mandi hanya di balut anduk yang sangat minim .


kalau dia mengangkat kaki sedikit saja mulut selongsong kenikmatannya akan terpampang jelas.


Mira tersenyum saat melihat Brian yang sudah gelisah, wajahnya memerah tatapannya penuh dengan gairah.


Mira srngaja mrnggodanya denga menghampiri Brian tanpa memakai bajunya lebih dulu " Tuan Axel, apa kamu tidak apa - apa ?"


napas Brian kian memburu saat mencium aroma sabun yang bercampur dengan Aroma Shampo yang membaur di tubuh Mira.


Brian memandangi Mira dari atas sampai bawah, saat Brian melihat Rambut Halus Mira yang terurai basah ,dia semakin gelisah.


Brian yang sudah tiga bulan tidak menyentuh Wanita ,mulai terngiang di pikirannya untuk menerjang Mira.

__ADS_1


Pikiran Brian mencoba bertahan dengan mengingat ke empat istrinya, tapi gejolak gairah tubuhnya tidak bisa menahan itu.


Mira tersenyum, Dia duduk di sebelah Brian dan Berbisik "malam ini aku sepenuhnya milikmu Tuan Axel " ucap Mira sangat Lembut.


__ADS_2