Menjadi Kaya

Menjadi Kaya
bab 69


__ADS_3

Saat di jalan Martin bertanya " Brian apa yang di berikan Tuan Husein ?"


" bacalah !" Brian menjawab tanpa menatap Martin.


" i..ini Black Kompany di hadiahkan buat kita ?" Martin tercengang.


Brian mengangguk, Dia tahu maksud Husein agar dirinya lebih merentangkan sayapnya di negara tersebut. jadi kelak Husein bisa mendistribusikan hasil tambangnya dengan leluasa.


...----------------...


Husein dan Anaknya masih di ruangan Vip tersebut ,dia kemudian menegur Leonardo dengan senyum sinis " Leonardo.. sekarang kamu mengertikan kenapa saya mendukung Axel Brian ?"


" Tuan Husein saya sudah mengerti , saya janji tidak akan bertindak bodoh lagi dan saya akan memperbaiki kesalahan saya !" Leonardo berkata dengan tulus.


" bagus .. pergilah !!"


Leonardo kemudian pergi dari tempat itu dengan langkah yang gontai, pasalnya dia di pukuli oleh anak buah Husein tanpa ampun.


Aisyah yang dari tadi bingung bertanya dengan polos " Ayah .. kenapa Brian melepaskan orang yang akan mencelakainya, bukankah nanti dia bisa berulah lagi ?"


Husein tersenyum ke arah putrinya " bawahan yang baik adalah bekas musuh yang mengakuinya !"


Tatapan Husein menjadi serius " Brian sudah memprediksi semua itu, dia juga menerima map yang Ayah berikan tanpa melihatnya, anak ini instingnya benar - benar menakutkan jika bicara Bisnis, dia mampu menebak pikiran Ayah , Karena dia sudah bekerja sama dengan kita, dia dengan senang hati menerima Black Kompany yang kelak akan menjadi jembatan kita memasuki pasar di sini dengan mudah !"


" Jadi maksud Ayah, Brian tahu jika Ayah memanfaatkannya ?, bukankah dia harusnya marah karena di manfaatkan kita ?" Aisyah masih bingung dengan maksud ayahnya.


" marah ?, untuk apa ?, di dunia Bisnis walaupun kita di manfaatkan, asalkan kita memiliki keuntungan buat apa menolak itu semua , Brian membutuhkan Black Kompany untuk memperbesar jangkauannya di negeri ini, sementara ayah memberikannya untuk membuka jalan kita , bukankah itu hal yang sepadan ?" Husein menatap Putrinya.


Khadijah ibu Aisyah yang dari tadi diam ikut bicara " kamu tidak mengerti pikiran pria, lebih baik jangan ikut campur oke !"


" ih.. ibu .. aku kan ingin mengerti calon suamiku juga !" Aisyah menggembungkan pipinya.


Husein dan istrinya saling menatap, mereka kemudian tertawa , Keluarga sultan tersebut kemudian meninggalkan tempat itu dan kembali ke penginapannya.


...----------------...


Martin dan Brian sudah sampai di Hotel, Martin sengaja ikut ke kamar Brian karena masih penasaran dengan rencana Husein.

__ADS_1


" Brian .., apa kamu tidak curiga dengan Tuan Husein yang terlalu bermurah hati seperti ini ?" Martin Bicara sambil mencari minuman di kulkas yang ada di kamar Brian.


" untuk apa Curiga ?, sudah kelihatan jika Tuan Husein ingin memanfaatkan kita untuk langkah selanjutnya !"


" yah.. mungkin kamu benar, tetapi kenapa dia memilih kita ,sementara di luar sana masih banyak pengusaha lain, atau jangan - jangan di serius mau menikahkan putrinya denganmu Brian !" Marti duduk dengan menikmati minumannya.


Brian mengerutkan keningnya " jangan berpikir yang aneh - aneh Martin !, istri tiga saja sudah membuatku susah keluar dari kamar "


Martin terkekeh " hahaha... siapa tahu benar, karena dari awal mereka tiba, putrinya selalu menatap wajah kamu terus !"


Martin kemudian menghela napas " kamu beruntung sekali soal Wanita, di rumah sudah ada Nona ,Sindi ,Tanti dan Mei terumi. di sini kamu di perebutkan Nona White dan Nona Aisyah, sedangkan aku .., satu pun tidak punya "


Brian gantian terkekeh " hahaha.. itu hanya dari cara pandangmu saja Martin, Toh aku juga tidak menyukai mereka berdua, aku di sini untuk bekerja bukan mencari istri lagi !"


Brian diam sebentar kemudian melanjutkan " ngomong - ngomong bagaiman hubungan kamu dengan Anisa ?"


Brian tahu hubungan mereka, pasalnya Martin selalu bercerita pada Brian tentang masalah pribadi, karena sahabat terdekat Martin cuma Brian.


Martin menyenderkan kepalanya di sofa " entahlah... dia masih tidak memberi respon, padahal aku coba perhatian padanya "


Brian menepuk pundak Martin " sabarlah Martin, tidak ada usaha yang menghianati Hasil !"


ke esokan harinya berita tentang bergabungnya Black Kompany dengan Axel Capita membuat warga inggris gempar, pasalnya perusahaan nomor dua di negara tersebut tidak pernah menunjukan gerak - gerik akan bekerja sama dengan Cabang Axel Capital.


Black Kompany malah terlihat menekan Axgreen Corporation, tentu saja itu menjadi tanda tanya besar di kalangan pebisnis di negara tersebut.


...----------------...


Kediaman keluarga White..


" Kakek lihatlah berita hari ini !" Viona memberikan ponselnya pada Wiliam.


tetapi Wiliam tidak kaget ,dia sudah menduganya akan seperti itu " sudah kakek duga, Brian bukan orang sembarangan , Viona kamu harus berteman dengannya apapun yang terjadi, ini demi keluarga white !"


Viona mengangguk " itu pasti kek !"


Viona kemudian membatin " kamu benar - benar melebihi Expetasiku Brian, aku akan terua berjuang mendapatkanmu !"

__ADS_1


Wiliam mengerutkan kening saat melihat cucunya senyum - senyum sendiri, dia kemudian menegurnya " kamu tidak kenapa - napakan Viona ?" Wilian bicara sambil menyerahkan ponselnya pada Viona.


Viona tersenyum kecut " eh.. emm.. aku tidak papa kek , aku berangkat ke kantor dulu kek !" Viona langsung mengalihkan perhatian dengan berpamitan pada Wiliam.


" Axel Brian..., Aku ingin menyaksikan sampai sejauh mana kamu melangkah ." Wiliam bemonolog sendiri.


...----------------...


Axgreen Corporation ..


di ruang Rapat, semua petinggi Axgreen Corporation berkumpul , mereka sedang menunggu Bos mereka yang belum datang, mereka menunggu dengan wajah yang berseri berbeda dengan kemarin dengan wajah yang lesu.


Beberapa menit kemudian Brian dan Marti memasuki Ruangan, di ikuti Leonardo di belakang yang wajahnya masih sedikit lebam.


Semua orang berdiri dan membungkuk hormat, Brian duduk ,kemudian melambaikan tangannya menyuruh mereka duduk, sementara Leonardo berdiri di belakang Brian.


para petinggi Axgreen kemudian mengucapkan selamat dengan serentak " Selamat Tuan Axel !"


Brian tersenyum " terima kasih, ini semua juga berkat kerja keras kalian !"


" Baiklah sekarang kita mulai rapatnya !, Tentu kalian sudah tahu jika Black Kompany sudah menjadi bagian dari kita !"


Brian diam sebentar kemudian melanjutkan " Saya tidak akan mengubah pengaturan di Black Kompany, Leonardo akan tetap jadi CEO di sana !"


saat Brian mengucapkan kalimat itu ,para petinggi saling tatap ,mereka masih tidak mempercayai Leonardo ,pasalnya dia sudah mebuat kehebohan kenapa bosnya masih percaya padanya.


Randi Norton Wakil CEO buka suara " Tuan Axel sebelumnya saya minta maaf, tapi bukankah itu terlalu beresiko ."


" benar Tuan Axel yang di ucapkan Randi " ucap manajer keuangan.


Brian menghela Napas " saya tahu maksud kalian, untuk itu saya sudah mencapai kesepakatan dengan Leonardo untuk membuat pengaturan orang - orang yang masih layak di perusahaan, dan kamu Randi !, saya menugaskan kamu untuk bekerja sama dengan Leonardo, kamu bawa orang - orang yang kamu percaya , jangan kecewakan saya !"


seperti biasa Brian selalu bicara ke intinya tanpa berbasa - basi terlebih dahulu, dia membuat semua pengaturan untuk orang - orang yang akan membantu sekaligus mengawasi Leonardo.


setelah para petinggi mendengar pengaturan Brian, mereka setuju dan tidak memepertanyakannya lagi.


Masalah di inggris akhirnya selesai.

__ADS_1


...Author mau promo nih . yok like dan komen di Novel baru author ....


#SUAMIKU SEORANG PENGAMEN# jangan lupa tinggalkan like dan Komen agar author semangat upnya. makasih buat kalian yang sudah setia membaca Novel Author 😉😉😉


__ADS_2