Menjadi Kaya

Menjadi Kaya
bab 67


__ADS_3

Brian kembali ke Hotel dengan wajah lelahnya, dia memasuki kamar langsung membersihkan diri.


saat dia akan tidur ponselnya berbunyi , Sindi mengajaknya Video call , saat telepon dia angkat ternyata yang muncul bukan wajah Sindi melainkan Mei sia " Zan long kamu sudah lupa yah sama aku, kamu sms an ,atau apalah sama mereka !, tapi kamu melupakan aku yang cuma mengerti untuk telepon doang !" Mei sia menggembungkan pipinya.


Walaupun sudah tahu jika Brian sudah tidak hilang ingatan ,Mei sia tetap memanggilnya Zan long, karena bagi dia itu panggilan sayangnya.


Brian yang sudah berbaring ,bergegas duduk " sayang... bukan seperti itu, waktu untuk menelpon yang tidak ada , Maaf yah sayang.. !"


Mei sia masih merajuk " gak di maafin... sampe kamu pulang !!"


kemudian ponsel di matikan Mei sia, Brian hanya bisa mendesah , dia kemudian terlentang di atas kasur dan terlelap sampai pagi.


Ke esokan harinya Brian malas untuk bangun dari Ranjangnya ,padahal jam sudah menunjukan pukul 9.


saat Brian akan menutup matanya lagi, terdengar suara ketukan pintu hotel ' tok..tok..tok..


" Brian bangun sudah pagi !" Suara lembut yang Brian kenal ,membuat dia tidak jadi untuk ke alam mimpi lagi.


Brian langsung membulatkan matanya " Viona.. ngapain dia pagi - pagi ke sini ?!"


Brian bangkit dan membuka pintu " lama sekali ih...!"


Viona langsung menerobos masuk tanpa permisi, Brian hanya bisa menggeleng melihat tingkah Viona.


" jadi.. ada apa kamu kemari ?" Brian bertanya sambil menghampiri Viona yang sudah duduk di sofa.


" makan pagi bersama kamu " Viona mengulas sebuah senyum yang begitu menawan.


Viona sudah bertekad akan terus mengejar Brian sampai Brian mau menerimanya .


sifat Viona pun berubah 90 derajat saat bersama Brian, dia menjadi Wanita feminim yang ramah ,berbeda jika dia sedang di kantor akan menjadi cewe cuek yang super dingin seperti kutub utara.


Viona kemudian berkata lagi " sana mandi kok bengong ?.aku tunggu di sini oke !"


Brian menghela napas kasar, kemudian bangkit dan membersihkan diri, setelah berpakaian Rapi Brian dan Viona menuju Restoran kecil dekat kafe yang Brian semalam nongkrong.


Mereka makan dengan lahap sesekali mengobrol , Viona menikmati momen tersebut dengan perasaan yang bahagia.


terdengar suara perempuan menegur " Brian.. !, kita ketemu lagi ."

__ADS_1


Aisyah menyapa Brian sambil melambaikan tangannya.


Brian mendongak " Aisyah.. kamu tinggal dekat sini juga ?"


" emm..aku tinggal Di LUXURY Hotel dekat sini ." Aisyah menunjuk arah Luxury hotel.


Viona menggembungkan pipinya ,karena melihat Cewe cantik yang mengobrol dengan Brian, moodnya seketika menghilang, tetapi Viona mencoba sabar .


" Ehem... apa aku mengganggu kalian ?" Viona bertanya sinis pada Aisyah.


sebelum Brian menjawab Aisyah sudah menjawabnya " Oh..Nona White yang terhormat , kukira siapa ?"


Viona mendengus kesal " jadi kamu jauh - jauh dari padang pasir cuma mau mengganggu hubungan orang ?!"


Brian yang melihat itu segera melerai " sudah ..sudah.. sudah.. , Aisyah duduklah .. makan bersama kami !"


" Terima kasih Brian ." Aisyah langsung menarik kursi di samping Brian dan tersenyum semanis mungkin.


Viona menyilangkan tangannya " apakah kamu tidak di ajarkan sopan santun Aisyah ?!"


Brian menghela napas " kalian cukup oke !, kita di sini untuk makan , bukan untuk berdebat !" Brian diam sebentar kemudian melanjutkan " ngomong - ngomong kalian kenal dimana ?"


" mending aku kaya kulkas adem , dari pada kamu kaya Cacing kepanasan !" ucap Viona ketus.


Brian tidak tahu harus tertawa atau menangis , baik Viona maupun Aisyah tidak ada yang mau mengalah satu sama laini.


Brian menggebrak meja di saat mereka sedang berdebat " braaak !"


" Biar aku pergi saja , ku rasa aku mengganggu nostalgia kalian . permisi !" Brian menarik beberapa lembar uang menaruh di meja kemudian dia pergi.


Viona dan Aisyah saling menatap ,jika di film kartun mungkin kelihatan aliran listrik berwarna merah dan biru yang saling bertabrakan 😅😅


Mereka kemudian serantak berdiri dan mengejar Brian, Viona langsung mengapit lengan Brian dan minta maaf " Brian aku salah, maaf..." wajah Viona di buat sesendu mungkin.


Brian Menggelengkan kepala melihat kelakuan mereka yang seperti berebut mainannya.


Brian bertanya - tanya siapa Aisyah sebenarnya, kenapa dia mengenal Viona , begitu juga sebaliknya.


tetapi Brian tidak mau ambil pusing dan mengabaikannya.

__ADS_1


saat sampai di Mobil Bugati Veyron Brian.


Brian melepaskan tangannya dari kedua apitan gunung kembar mereka " Baik sudah cukup oke. aku mau istirahat lagi !"


Viona menyela dengan manja " aku ikut Brian !"


Aisyah menimpali " kalau dia ikut ,aku juga ikut !"


Brian berdecak kesal " ckk... , jujur aku paling tidak suka dengan wanita yang ribet, manja dan ke kanak - kanakan , aku risih melihat kalian berdua paham !"


tanpa tedeng aling - aling Brian melontarkan kata - kata yang tajam, yang membuat Viona dan Aisyah terlonjak kaget.


Brian kemudian memasuki mobil dan meninggalkan mereka yang masih tertegun dengan ucapan Brian.


Viona berteriak " Brian maaf !!!!"


tetapi Mobil yang di kendarai Brian sudah melesat jauh meninggalkan mereka berdua.


sementara Aisyah tersenyum, pasalnya dia berhasil mengganggu acara makan Brian dan Viona.


" gara - gara kamu wanita gurun pasir !, Brian jadi marah !" Viona menghardik Aisyah.


Aisyah mencibir " idih.. kenapa nyalahin orang lain ?!, memang Briannya yang gak suka sama kamu kok !"


" kamu...!" Viona menunjuk Aisyah dengan geram.


Aisyah menyilangkan kedua tangannya di depan dada " apa !!!"


" Cih..!" Viona menghempaskan tangannya kemudian meninggalkan tempat itu dengan kesal karena rencananya untuk mendekati Brian di hancurkan oleh anak Raja minyak.


sementara Aisyah tersenyum simpul melihat Viona seperti itu, karena berarti misinya sukses untuk membuat Viona sulit mendekati Brian.


Pikiran dua Wanita tersebut seperti anak sma yang berebut cowo, bedanya mereka tidak saling menjambak Rambut saat berkelahi.


ya iyalah .. mereka kan wanita terpelajar, mana mungkin berkelahi seperti itu.


kadang menggunakan otak itu lebih baik daripada menggunakan otot.


tetapi tanpa otot otak juga tidak bisa merealisasikan keinginannya.

__ADS_1


__ADS_2