Menjadi Kaya

Menjadi Kaya
bab 102


__ADS_3

Mereka semua yang ada di ruang rapat kemudian mengambil berkas yang Brian Lemparkan pada ketiga petingginya tersebut.


Mereka yang tidak merasa bersengkongkol dengan mereka bertiga tentu saja kaget saat melihat data tersebut.


berbeda dengan yang bersekongkol mereka semua terlihat panik, wajah mereka pucat pasi.


Brian kemudian berkata lagi " di setiap cabang yang pernah aku kunjungi , hanya di sinilah tempatnya para tikus berkembang biak dengan bebas, jika aku tidak ke sini mungkin dalam kurun waktu 5 tahun Axel Industri akan koleps !!" ucap Brian Tegas.


Mereka semua menunduk tidak ada yang berani menatap Brian .


Ruslan kemudian buka suara " saya minta maaf Tuan Axel, kami telah lalai menjalankan tugas "


" Maaf ?, apa kamu pikir hanya dengan minta maaf masalah ini akan selesai, Aku sudah tahu perusahaan dalam masalah saat aku di usir keluar dari perusahaan, karena Axel Capital tidak pernah membenarkan siapapun memandang rendah seseorang , tapi di sini para bawahanpun berani bersikap kurang ajar dengan orang luar , Apa di Axel Industri tidak menerapkan sistem yang di berikan dari pusat ?, apa kalian sudah merasa hebat !!, asal kalian tahu , bagiku kalian hanya seekor semut yang bisa aku injak kapan saja !!!" Brian berkata dengan tegas.


Tiba - tiba pintu ruangan Rapat terbuka, masuklah Reno dengan percaya diri senyum - senyum tanpa rasa bersalah " ah.. maaf saya telat " pria itu mau duduk di samping Brian.


Brian menegur " di suruh siapa kamu mau duduk di situ ?!"


Reno mengerutkan keningnya " siapa kamu bicara seperti itu, dan beraninya kamu duduk di Kursi CEO, Mana Nona Mira !?"


Brian menyeringai ,dia menaikan kakinya di atas Meja " siapa aku ?, kamu tidak layak tahu siapa aku "


Reno meraung " dasar bajingan , apa kamu tahu sedang berhafapan dengan siapa !"


" apa peduliku, di mataku kalian sama saja ,seperti sampah !" Brian berkata dengan ketus.


Reno tertawa terbahak - bahak " hahaha... bajingan kamu akan kehilangan karirmu jika berani melawanku !"


Semua orang yang melihat Brian di ancam seperti itu, wajahnya memucat , Mereka tidak habis pikir jika Reno akan sangat bodoh.


" kita lihat siapa yang akan hancur !" Brian mengambil teleponnya .

__ADS_1


kemudian menghubungi David , setelah beberapa saat telepon kemudian di angkat " David kamu hubungi semua cabang Axel Capital dan semua relaksi bisnis kita , Hancurkan Batara grup sekarang juga !" Suara Brian sedikit tenang tapi tatapannya tajam.


David Tidak banyak Bicara " Baik Tuan !" telepon kemudian terputus.


Reno terkekeh " hehehe.. kamu kira busa menakutiku seperti itu ?"


Berbeda dengan Reno ,orang - orang yang berkomplot dengannya sudah duduk lemas di kursi mereka, karena mereka tahu jika katirnya sudah habis sampai di situ.


Brian mengabaikan Reno , kemudian menegur Ruslan " Ruslan , hubungi polisi sekarang juga, dan bekukan semua aset mereka ,buat mereka hancur - sehancurnya , aku paling tifak suka dengan orang yang tidak kompeten !!"


lima orang kemudian bersujud di lantai " Tuan Axel maafkan kami, tolong beri kami kesempatan !" Bima mewakili mereka berlima.


Brian mencibir " Kesempatan ?, bukankah sudah tiga tahun ku beri kalaian kesempatan untuk menghambur - hamburkan uang perusahaan ?!"


Seperti di sambar Petir, ucapan Brian langsung menyambar ke otak mereka hingga membuat mereka tidak bisa berkata - kata.


Reno mulai mencerna kejadian di depannya ,Dia Bergumam " Tuan Axel ?, apa maksud mereka ,Tuan Axel ..?"


Wajah Reno langsung memucat saat dia mengingat Nama Axel.


Reno tidak bisa berkata - kata , Tenggorokannya seakan tersiram air panas, Mulutnya seperti di kunci dengan gembok.


Reno hanya bisa menatap Sendu Brian, Niat hatinya ingin meminta maaf, tapi logikanya mengrndalikan semua organ tubuhnya ,yang Membuat Reno diam seperti patung.


...----------------...


Batara grup..


di Ruang Rapat semuanya , karena tiba - tiba Kerja sama mereka dengan Axel capital di putus secara sepihak.


Bukan cuma itu semua Relaksi Bisnis Batara grup yang bekerja sama dengan Axel Capital juga memutus semua kerjasamanya.

__ADS_1


Di Ruangan itu terlihat perdebatan yang membuat Rapat biasanya santai seperti Ruangan anak kelas SD, begitu berisik dan saling menyalahkan satu sama lain.


Winanda Batara ,Ayah Reno sudah tidak bisa mengontrol pemegang saham dan para elite nya.


Mereka semua seolah hilang akal saat Axel Capital menekan Batara grup.


Status mereka yang begitu tinggi juga, seakan hilang entah kemana, Mereka layaknya orang udik yang menyeleseikan sesuatu dengan emosi saja.


saat mereka sedang beradu mulut , Asisten Winanda Masuk dengan dengan mengantar seseorang.


Saat melihat orang itu , semua orang seketika terdiam, Winanda berdiri dan menyambutnya " Tuan Hansel , kebetulan anda datang, silahkan duduk " Winanda menyerahkan kursinya pada irang yang bernama Hansel.


Hansel Blues, Pemilik Blues Enterprize , dia merupakan orang terkaya ke tiga di inggris.


Hansel Blues sudah bekerja sama dengan Batara grup semenjak mereka Masih merintis, bisa di bilang Blues Enterprize adalah pendukung utama Batara grup.


Winanda kemudian Berkata dengan sendu " Tuan Hansel , Batara Grup sedang ada ma..."


Sebelum Winanda menyelesaikan kalimatnya , Hansel mengangkat tangannya agar Winanda diam, kemudian dia berbicara " Lebih baik kalian menyerah saja , kalian telah menyinggung orang yang salah !"


Saat Hansel bicara seperti itu , semua orang saling menatap heran, karena Tuan Hansel yang mereka kenal biasanya akan melakukan sesuatu untuk menolong mereka bukan malah menyuruh mereka menyerah.


Winanda kemudian Bertanya " Tapi Tuan Hansel, kami tidak menyinggung siapapun ?!"


Hansel menghela napas " kalian memang tidak menyinggung siapapun , Tapi anak kamu Winanda , dia berani bermain - main dengan api , apa kalian ingin tahu siapa yang melakukan ini ?"


Winanda berkeringat dingin saat mendengar anaknya telah melakukan kesalahan, tapi karena dia ingin tahu siapa yang telah melakukan ini dia bertanya " Tuan Hansel apa yang telah anakku lakukan ?"


Hansel menggelengkan kepalanya tidak berdaya " Dia telah menggelapkan uang perusahaan, dan Axel Brian yang sekarang sedang ada di sini mengetahuinya "


Suara Hansel datar, tapi efek kejutnya sama seperti Guntur yang menyambar Pohon.

__ADS_1


Bukan cuma menggelegar tapi membakar seluruh pohon tersebut hingga habis.


seperti keadaan semua orang yang ada di ruang Rapat , Mereka langsung diam tanpa kata seolah suara mereka telah di lahap habis oleh api tersebut.


__ADS_2