
Martin dan orang Tua Brian sudah sampai di kalimantan.
Martin sangat berterima kasih karena orang tua Brian mau menghadiri acara akadnya dengan Anisa.
Acara akad sengaja mereka gelar ,di panti asuhan yang telah membesarkan Anisa, pasalnya Anisa ingin ibu Panti Menjadi Wali dirinya.
Anisa juga ingin berbagi kebahagiaan dengan adik - adik Pantinya, Karena Anisa bukan Tipe orang yang mudah melupakan masa lalunya.
Denis dan orang - orangnya sudah mendekor Halaman Panti menjadi begitu elegan agar acara Akad tersebut di sukai bosnya.
Martin sudah Siap untuk ke acara pernikahannya, Bu Risma menghampiri Martin dan Merapikan dasi Martin.
" apa kamu gugup Martin ?" Bu Risma bertanya dengan Lembut.
Martin tersenyum kecut " sedikit , Terima kasih pak Seto ,Bu Risma karena sudah Mau datang ke acara saya "
Bu Risma menggeleng, dia kemudia memegang pipi Martin dengan sebelah tangan " kamu sudah ibu anggap seperti anak kami, kamu juga yang selama ini sudah menjaga Brian, harusnya ibu yang berterima kasih padamu " Ucapan Bu Risma begitu tulus.
Martin memegang tangan Bu Risma yang ada di pipinya sambil meneteskan Air mata " Aku sangat bahagia karena mengenal kalian, walau kalian bukan orang tua kandungku, tapi Aku sudah menganggap kalian seperti orang tua ku sendiri, Mulai sekarang bolehkah aku memanggil kalian Ayah dan Ibu ?"
Pak Seto langsung menjawab " Tentu saja, kita adalah keluarga, bukankah begitu Bu ?"
Bu Risma mengangguk, Pak seto menghampiri mereka dan memeluknya.
Martin Merasa kebahagiaannya bertambah karena di temani orang Tua Brian.
kemudian mereka berangkat ke acara, Denis sudah menunggu di lobi Hotel untuk menjemput Martin dan orang tua Brian.
Saat sampai di bawah Martin langsung menyuruh Denis untuk bergegas mengantar mereka , pasalnya jarak antara panti dan Hotel yang di tempati mereka cukup jauh.
Di Panti asuhan ,Anisa sedang di rias oleh Ahlinya, Anisa terlihat begitu cantik dengan balutan gaun putih yang melekat pada tubuhnya.
Anisa menatap dirinya di cermin , dia kemudian membatin " aku harus melupakan Brian, sekarang aku akan menjadi milik Martin !" Anisa menghirup napas kemudian mengeluarkannya, agar sedikit Rileks.
Bu panti yang melihat itu, memegang Bahu Anisa dari belakang dan bicara " Anak Ibu begitu cantik, sekarang kamu akan mempunyai keluarga Baru, hiduplah dengan bahagia "
Anisa tersenyum " makasih Bu "
__ADS_1
Mereka kemudian keluar dari kamar dan menuju halaman panti yang sudah di siapkan dengan panggung dan Tenda untuk menghindari terik Matahari.
Anak - anak Panti menunggu di depan pintu, mereka berpakain Rapi dan berbaris di sepanjang jalan yang akan di lewati Anisa.
Saat Anisa keluar ,mereka serentak mengucapkan selamat dan menaburkan kelopak bunga mawar di sepanjang langkah Anisa.
Anusa begitu tersentuh dengan perlakuan yang begitu istimewa tersebut, sekarang hatinya semakin mantap dengan Martin ,Karena pengaturan yang di buat Martin sangat berkesan buatnya.
saat Anisa menaiki panggung Mini yang kusus di buat untuk akad mereka ,dia benar - benar tidak bisa berkata - kata, dekorasi nan indah, Nuansa yang begitu elegan dengan Bunga - bunga yang menghiasi panggung tersebut.
Anisa duduk di depan Meja kecil di hadapan penghulu, Bu panti duduk di sampingnya.
tak selang beberapa lama , Martin dan rombongan Tiba dengan membawa beberapa hadiah yang sudah di siapkan.
Martin di apit Pak Seto dan Bu Risma , Martin terkagum - kagum saat melihat Anisa yang begitu Cantik saat memakai Gaun pengantin.
Martin kemudian duduk, Setelah semuanya Siap penghulu memulai ijab kabulnya.
Tidak halangan yang berarti saat Martin mengucapkan ijab kabul ,dia dengan tegas mengucapkannya, hanya denga satu kali ucap.
para tamu yang datang bertepuk tangan saat Martin dan Anisa saling memakaikan cincin pernikahan mereka .
...----------------...
sementara di Vila Brian..
Brian sangat panik karena Tanti tidak bisa memakan apapun.
" Sayang.. kamu harus makan walau sedikit " Brian memegang tangan Tanti , sementara sebelah tangannya mengusap puncak kepala Tanti.
Tanti Menggeleng dengan Lemas " Tidak bisa sayang, semua rasanya tidak enak. "
Sindi yang ada di kamar itu juga, memberikan ide " sayang kamu coba masak ,biasanya makanan lain tidak bisa masuk, tapi masakan suami bisa "
Sindi memberikan ide tersebut karena dia pernah melihat iparnya juga seperti itu, lebih baik mencoba peluang sekecil apa pun, daripada melihat saudarinya tersiksa.
" tapi aku tidak pandai masak " Brian takut masakannya tidak enak.
__ADS_1
Sindi menghela napas " coba saja dulu sayang, biar aku yang menjaga Tanti "
Brian pun menuruti ucapan Sindi, dia pergi ke dapur untuk masak sesuatu.
tetapi saat di dapur dia bingung mau masak apa, pelayan yang melihat itu bertanya " Tuan mau makan apa, biar saya saja yang melakukannya "
Brian menggeleng " Bukan buatku Bi, Ini buat Tanti, dia makan apa saja selalu di muntahkan, Sindi bilang jika masakanku mungkin bisa dia makan, tapi aku bingung mau masak apa "
Bi inah Tersenyum, dia tahu Maksud Tuannya itu, Bi inah kemudian memberkan ide "coba masak nasi goreng saja Yang mudah Tuan, Biar bibi yang ngasih tau bumbunya, Tuan hanya mengikuti instruksi bibi "
Brian setuju dengan ide pelayannya " Baiklah Bi, mohon bantuannya "
Bi inah kemudian memberitahu langkah - langkahnya, Brian hanya mengikuti instruksi Bi inah.
Walau sedikit berantakan tapi nasi gorengnya telah jadi, Brian bangga karena bisa memasak untuk istrinya " makasih Bi , aku ke atas dulu "
Brian dengan semangat membawa sepiring nasi goreng, yang entah rasanya bagaimana.
Brian memasuki kamar dan menghampiri Tanti dan Sindi " sayang bangunlah, Aku masak nasi goreng kusus buat kamu "
Sindi memapah Tanti untuk bangun, dia kemudian menyenderkan Tanti di ranjang dengan bantal di punggungnya agar tidak pegal.
Brian menyuapi Tanti, Awalnya Tanti ragu - ragu karena takut di muntahkan , Tapi siapa yang tahu jika masakan Brian benar - benar bisa di makan Tanti.
Tanti bersemangat dan berkata " ini enak sayang "
Tanti makan dengan lahap, dia tidak memuntahkan makanannya sama sekali, Sindi yang melihat itu tersenyum, tapi dia juga penasaran, apa segitu enaknya ,pasanya melihat Tanti begitu lahap di suapi Brian.
Sindi kemudian mendekat ke Brian " Sayang aku mau sesuap dong ?"
Tanti dan Brian menatap Sindi dengan heran, Mereka kemudian tertawa, Brian memberikan sesuap pada Sindi.
Beru mengunyah , Sindi langsung menutup mulutnya dan pergi ke kamar Mandi.
Brian yang melihat itu mengerutkan keningnya, saat Sindi keluar Brian bertanya sambil menyuapi Tanti " kenapa sayang?"
Sindi menggeleng " aku tidak kenapa - napa, Kamu tadi mencobanya dulu gak sayang ?"
__ADS_1
Brian menggeleng, Brian yang penasaran kemudian mencoba nasi goreng buatannya , Baru masuk satu suap Brian meletakkan piringnya dan melakukan hal yang sama dengan Sindi.