
Tuan Husen memandangi ke harmonisan Mereka, sekarang tahu kenapa Brian ingin mendiskusikannya dengan Ke lima istrinya.
acara makan pun selesai. Tuan Husen sangat senang menikmati makan siang bersama keluarga Brian.
Setelah itu Tuan Husen berpamitan pada Brian dan Kelima istrinya, dia sangat berterima kasih karena sudah di sambut di keluarga tersebut.
Brian dan kelima istrinya mengantar Tuan Husen sampai masuk ke dalam mobil, kemudian Mobilpun jalan Meninggalkan kediaman Brian.
Setelah Tuan Husen pergi, Senyum di wajah istrinya berubah menjadi seringai Licik.
Brian yang melihat itu menghela napas " Baiklah akan aku jelaskan semuanya oke !"
mereka kemudian masuk ke kamar utama , Brian di sana di berondong berbagai pertanyaan.
tapi karena Brian memang tidak mempunyai hubungan apapun dengan Aisyah, dia dengan santai menjawab semua pertanyaan istrinya.
" Jadi Aisyah yang menawarkan diri ?" celetuk Tanti pada Brian.
Brian mengangguk " Viona juga tahu itu, iya kan sayang ?" jawab Brian sambil menengok ke arah Viona.
Viona tersenyum kecut , karena di antara mereka hanya Viona yang tahu tentang Aisyah.
" Vi.., coba jelaskan semua tentang Wanita yang bernama Aisyah ini !" ucap Sindi penasaran.
Viona menjelaskan yang dia tahu tentang Aisyah, dia juga tidak melupakan kejadian waktu di inggris.
Brian yang mendengarkan penjelasn Viona ,tersenyum kecut, pasalnya dia tidak menyangka tanpa rasa malu Viona membeberkan waktu dirinya menggoda Brian dulu.
" jadi kalian pernah Berebut Suami waktu di inggris ?" Tanya Tanti penasaran.
Viona mengangguk " ya .. tapi dia selalu mengganggu aku dengan suami saat Bersama " Viona teringat saat dia di ganggu oleh Aisyah.
Mira yang merupakan masih harem Baru Brian cuma bisa mendengarkan cerita mereka, lagi pula dia berpikir tidak madalah Brian punya istri berapa pun.
yang penting bagi Mira ,dia bisa mendapatkan kasih sayang Brian walau cuma sedikit.
__ADS_1
Mei sia menggembungkan pipinya " Zan long apa nanti bakal ada wanita - wanita lain lagi setelah ini ?!"
Brian menghela napas, dia menatap satu persatu - wajah ke lima istrinya " sayang.. aku juga tidak pernah berharap mendapat wanita lain saat pulang kerja, tapi keadaan yang membuatnya jadi seperti ini, kalian juga tahu itu bukan ?"
Sindi tersenyum, seperti biasa dia yang menenangkan saudari - saudarinya " sudah,sudah..., Suami kita juga mendapat wanita yang baik ,jadi apa masalahnya buat kita, lagi pula Bukankah kalian juga sudah tahu resiko menikah dengan suami kita ?"
Mereka semua kompak mengangguk, karena ucapan Sindi memang benar, jika Menikahi Brian mereka harus menahan cemburu kalau Brian bersama wanita lain.
karena wanita mana sih yang bakal menolak pesona pria mapan dan memiliki wajah yang tampan seperti Brian.
Di hotel Tempat Tuan Husen menginap dia sedang menelpon Aisyah.
" bagaimana keputusan Brian Ayah ?" tanya Aisyah di seberang telepon.
Tuan Husen menghela napas " Kamu di suruh fokus dulu dalam studi kamu, Ayah juga setuju dengan Brian Aisyah, karena Brian melakukan itu agar kamu dapat membantu dia kelak, lagi pula tidak lucu jika istri seorang Axel Brian tidak lulus dalam studinya kan ?"
Aisyah mendesah di seberang telepon, tapi karena dia wanita terpelajar ,dia tahu maksud ayahnya " Baiklah Ayah, aku akan selesaikan studiku ,baru nanti aku tagih janji Brian !"
" Bagus.. Ayah yakin Brian akan senang saat mendengar kamu seperti ini " Tuan Husen mengulas sebuah senyum saat mendengar anaknya bersemangat lagi.
Tuan Husen tidak tahu daja jika di antara istri Brian ada yang tidak bersekolah, tetapi Brian menerimanya tanpa memikirkan hal tersebut.
sebenarnya Brian menyuruh Aisyah menyelesaikan studinya agar dia bisa melupakan Brian dan menemukan pria Lain .
tapi nyatanya rencana Brian gagal total.
Aisyah di sana benar - benar fokus dengan studinya tanpa memikirkan mencari pria lain.
Dua Bulan kemudian..
Tanti sudah mulai merasakan perutnya berkontraksi.
Brian panik saat Tanti seperti itu, tapi Sindi dan Mei sia menenangkannya.
Mereka kemudian membawa Tanti ke Rumah Sakit Kasih Bunda.
__ADS_1
Ke tiga istri Brian menyiapkan segala sesuatunya di rumah untuk menyambut si jabang bayi.
sementara Bria dan Sindi menemani Tanti di Rumah sakit.
Pak Seto dan Bu Risma yang di kadih kabar jika Tanti akan melahirkan, dia langsung meninggalkan proyek Agrobisnis yang mereka handle dan langsung menuju Rumah sakit di antar anak buah Niko.
Di ruang Bersalin , Brian menggenggam tangan Tanti dan menyemangatinya " Sayang .. kamu pasti bisa !" Dia mengecup kening Tanti.
Sindi yang ada di samping Kanan Tanti juga memberi semangat.
Sementara dokter juga menyiapkan Tempat operasi sesar ,jika Nanti Tanti tidak bisa melahirkan Normal.
sebenarnya Brian juga mengusulkan agar operasi sesar saja ,tapi Tanti menolak, dia ingin meraskan menjadi seorang ibu seutuhnya.
Brian hanya bisa menuruti kemauan Tanti, dia hanya bisa mendukungnya.
3 jam kemudian ..
Tanti mulai merasakan Kontraksi hebat, Dia menitihkan Air matanya.
Brian yang melihat itu hatinya tersayat melihat perjuangan istrinya melahirkan buah Cinta mereka.
Brian dan Sindi terus memberi semangat pada Tanti, Mereka berdua menemani Tanti sepanjang waktu.
Dokter mulai memberikan instruksi pada Tanti agar menarik dan mengeluatkan napas.
Raungan ,Cengkraman Tanti Brian Semakin keras ,Hingga akhirnya pada pukul 10.30 malam anak pertama Tanti Lahir .
Bayi Laki - Laki langsung menangis.
Tapi perjuangan Tanti belum selesai, dia masih harus Berusaha keras untuk melahirkan anak keduanya.
Tenaga Tanti semakin melemah, Dia seakan Sudah tidak bisa menguat lagi .
Brian Panik , dia meneteskan Air matanya " Sayang.. ayo kamu pasti Bisa !"
__ADS_1
Brian Dengan segala upaya menyemangati Tanti agar tetap terjaga, dia tidak mau Istrinya menyerah Begitu saja.