
Brian berencana tinggal di inggris beberapa hari lagi untuk melihat Black Kompany setelah Resmi menjadi anak perusahaan Axel Capital.
Brian mengurus beberapa dokumen yang harus dia tanda tangani, dia juga memberi beberapa pengaturan baru di Black Kompany.
setelah semuanya selesai ,Brian berencana pulang hari ini, dia sedang menunggu anak buah green untuk mengantarnya ke bandara.
Brian mengobrol dengan Martin di kamarnya " aku tidak menyangka jika perusahaan kita akan semakin berkembang seperti ini " Brian mengulas sebuah senyum.
" Bukankah itu bagus , lagi pula ini semua juga tujuan kita kan ?!"
Brian mengangguk " kamu benar, dan ini baru di mulai kembali setelah aku hilang ingat selama tiga tahun, kita akan mewujudkan impian kita yang sempat tertunda dulu !" Brian berkata dengan serius.
" Ya.. mari kita wujudkan mimpi kita !" Martin menimpali.
Kemudian seseorang menghampiri kamar mereka, dia memberi tahu jika jemputannya sudah siap.
Brian dan Martin Turun dari kamarnya, di sana ada Green ,Tuan Husein dan keluarganya yang sudah menunggu di bawah.
Brian kaget saat melihat mereka " Tuan Husein anda tidak perlu repot - repot seperti ini ."
Husein tersenyum " ah.. ini bukan apa - apa, saya hanya ingin menemui kalian terakhir di sini !"
Brian tersenyum " terima kasih atas perhatian anda , Kami berangkat dulu !"
Brian menyalami Husein kemudian dia memasuki mobil di ikuti Martin.
Aisyah yang dari tadi gelisah ingin mengucapkan sesuatu ,dia memberanikan diri menghampiri mobil yang di naiki Brian " Brian.. ini buat kamu " Aisyah memberikan sebuah kotak kado berukuran 15 cm persegi.
Brian mengerutkan keningnya " apa ini ?"
" itu hadiah kecil dariku " Setelah mengucapkan Itu Aisyah kembali ke sisi orang tuanya.
Brian melongokan kepalanya di jendela mobil " Terima kasih Aisyah , sampai bertemu lagi !"
Mobil kemudian meninggalkan Husein dan keluarganya. Brian melambaikan tangannya dari dalam mobil.
__ADS_1
Aisyah yang melihat kepergian Brian juga melambaikan tangannya, tatapan Aisyah sendu seperti di tinggal kekasihnya.
Husein menggoda Aisyah " apa kamu mau ikut dengannya ?"
Aisyah menoleh ke arah Ayahnya " apaan sih ayah, kita belum mahrrom !"
" siapa tahu kamu sudah ngebet sama Brian " Husein masih menggoda anaknnya.
" ayah... ih.." Aisyah menghentak - hentakan kakinya seperti anak kecil yang sedang merajuk.
Husein dan istrinya tertawa melihat kelakuan anaknya, mereka berdua yakin jika putrinya sudah jatuh cinta dengan Brian .di lihat dari expresinya saat melihat Brian.
Brian dan Martin sudah sampai di bandara, Green hanya mengantar sampai tempat parkiran, dia tidak bisa lama - lama mengantar mereka ,karena masih banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan ,setelah Axgreen Corporation bergabung denga Black Kompany.
Brian juga melumrahkan hal itu, pasalnya green akan menjadi sosok nomor satu pengganti Brian, setelah Brian kembali ke indonesia.
Beberapa waktu berlalu, Brian dan Martin sudah berda di dalam pesawat, karena beberapa menit lagi pesawat akan lepas landas.
saat Brian sedang duduk Melamun menatap keluar jendela Tiba - tiba ada seseorang yang menegurnya " Kamu jahat Brian !, mau pulang aku tidak di beri tahu !" seorang perempuan membuyarkan lamunan Brian.
Sontak Brian dan Martin yang duduk berdampingan menengok ke arah suara .
Martin juga sama terkejutnya dengan Brian " Nona White , apa yang kamu lakukan di sini ?"
Viona Tersenyum " apa lagi kalau bukan ikut kalian ke indonesia !"
Brian dan Martin saling menatap, Martin menggendikan bahunya .
Brian menghela napas, kemudian bertanya " Jadi.. apakah kamu akan pergi berlibur ?"
Viona menggeleng.
" atau ada kerjaan yang kamu urus di indonesia ?"
viona masih menggeleng.
__ADS_1
" Terus ?" Brian menatap Viona heran.
" aku ingin lihat rumah calon suamiku !" ucap Viona tanpa malu.
sebelumnya Viona mendapatkan kabar dari Anak buah kakeknya yang dia suruh untuk mengawasi Brian, setelah dia tahu Brian akan pulang, Viona uring - uringan . karena dia tidak di beri tahu Brian jika akan pulang ke indonesia.
pak Tua White akhirnya menyuruh anak buahnya untuk mencari tahu tentang penerbangan Brian, dia menyuruh anak buahnya mencari tahu sedetail mungkin , dari jam berapa Brian akan terbang, pesawat apa yang mereka tumpangi ,hingga kursi yang mereka duduki juga harus di cari.
setelah semuanya dapat ,anak buah Pak Tua White memberi tahunya, Pak Tua White kemudian menyiruh Viona untuk ikut Brian ke indonesia.
tentu saja Viona bersorak kegirangan karena di perbolehkan ikut dengan Brian.
dengan cara itulah Viona sekarang ada di sebelah Kursi Brian dan Martin.
Brian tidak tahu harus tertawa atau menangis, pasalnya dia tidak tahu harus bagaimana menjelaskan ke ketiga istrinya.
sementara Martin yang melihat Brian kebingungan terkekeh " hahaha.. makanya punya wajah jangan tampan - tampan !"
Brian menghela napas " kamu ini Martin !"
Viona kemudian bertanya pada Martin " Tuan Martin, apa boleh saya bertukar tempat duduk dengan anda ?" Mata Viona menunjukan sorot belas kasihan, seperti anak kucing yang meminta makanan.
Brian mengedip - ngedipkan matanya pada Martin, tapi Martin pura - pura tidak melihatnya, dia kemudian tersenyum ke arah Viona " Tentu saja Nona White, silahkan .." Martin bangkit dari duduknya dan bertukar tempat dengan Viona.
Brian mendesah kesal, dia memalingkan muka ke jendela kemudian pura - pura tidur.
Viona yang melihat itu menggembungkan pipinya, tetapi dia kemudian tersenyum, karena bisa duduk bersama Brian dengan waktu yang lama.
Martin hanya menggeleng yang memperhatikan mereka, pasalnya mereka seperti sepasang kekasih yang masih malu - malu.
Pesawat akhirnya lepas landas, tanpa terasa Brian beneran tertidur, Viona yang mendengar dengkuran Halus Brian tersenyum , dia kemudian menaruh kepala Brian di pundaknya.
Viona membatin ' sampai ke ujung dunia pun akan aku kejar kamu Brian, jika kamu belum menerima cintaku !'
Setelah beberapa jam Mereka sama - sama terlelap dengan kepala saling menyender.
__ADS_1
Brian tidak sengaja terbangun saat ada goncangan, dia terlonjak kaget Saat kepala Viona menyender di kepalanya.
Brian menatap Viona lekat - lekat ,Melihat matanya yang terpejam ,merasakan hembusan nafas Viona, Dia kemudian membatin ' di lihat lebih dekat seperti ini ternyata kamu lebih cantik Viona ."