Menjadi Kaya

Menjadi Kaya
bab 75


__ADS_3

ketiga istri Brian sudah selesai berbelanja, begitu juga Viona yang membeli beberapa barang, berbeda dengan istri Brian yang membeli begitu banyak Barang hingga membuat tangan mereka penuh dengan belanjaan.


Brian yang sudah menghubungi Anak buahnya untuk membawakan barang - barang ketiga istrinya saat Mereka bertiga sibuk berbelanja.


karena Brian tahu jika ketiga istrinya akan banyak membeli barang, pasalnya mereka mau berbelanja jika di temani Brian.


jadi ketika Brian mau menemani mereka, otomatis mereka berbelanja dengan pepuasan.


saat ketiga istrinya menghampiri, Brian bertanya " sudah?, atau masih ada yang belum di beli lagi ?"


" sudah sayang, tapi kita makan dulu yah ?" Sindi menjawab dengan senyum manisnya.


Brian mengangguk, dia kemudian menyuruh anak buahnya " Reno, agus ,kalian bawa pulang belanjaan mereka !"


Anak Buah Brian mengangguk " Baik Tuan Axel !!" mereka kemudian mengambil belanjaan ketiga istri Brian.


Seperti biasa Tanti langsung memeluk tangan Brian, karena itu sudah menjadi kebiasaan Tanti sekarang.


Mereka kemudian menghampiri tempat makan yang ada di mall tersebut.


setelah sampai Brian bertanya " kalian mau makan apa ?"


" Kita makan bakso aja sayang, iyakan saudari Sindi ,Mei sia ?" ucap Tanti memberikan usul.


Sindi dan Mei sia mengangguk, pasalnya mereka bukan tipe wanita yang pilih - pilih makanan, asal rasanya enak di lidah mereka, mereka tidak keberatan.


Tapi Brian ingat dengan Viona, dia kemudian bertanya " kamu tidak apa - apa makan Bakso Viona ?"


Viona tersenyum " aku ikut kalian saja, sekalian mau menikmati makanan indonesia mumpung di sini "


" Baiklah.." Brian mengangguk mengerti.


Mereka kemudian menghampiri stan Bakso yang ada di mall, mereka duduk kemudian memesan.


saat pelayan mengantar Bakso Tanti mengerjai Viona " Viona jika di tambah ini dengan Banyak bakso ini akan nambah enak loh " Tanti memegang botol Saus pedas.

__ADS_1


Viona yang tidak tahu langsung percaya " Benarkah ?" Viona langsung menumpahkan Saus sebanyak mungkin hingga kuahnya menjadi merah.


Brian yang melihat itu, melototi Tanti, Tetapi Tanti hanya memeletkan lidahnya sambil tersenyum.


saat Brian mau menghentika Viona dia terlambat, Viona sudah memakan baksonya dengan lahap.


Brian ternganga saat melihat Viona memakan Bakso itu dengan lahap, Begitu juga dengan ketiga istri Brian, mereka saling pandang.


Tanti kemudian menegur Viona " astaga Viona ,kamu suka pedas ?"


Baru saja Tanti bilang seperti itu, tiba - tiba lidah Viona menjadi panas, Keringat bercucuran ,dia megap - megap sambil mengipasi mulutnya " huh..huh..hah.. a..a..air "


Brian bergegas memberinya air, tapi Viona masih kepedasan , Brian buru - buru minta teh hangat pada pelayan.


Sindi dan Mei sia juga ikut panik , mereka semua memelototi Tanti.


Tanti menunduk dan minta maaf " maaf.. aku tidak bermaksud menjailinya "


Brian menghela napas saat Viona sudah mendingan " kamu tidak apa - apa kan ?"


Raut wajah Brian menunjukan ke khawatiran, saat Viona melihat itu ,entah kenapa hatinya jadi hangat, dia merasa nyaman di perlakukan Brian seperti itu.


Tanti buru - buru bangun dari duduknya dan membungkuk ke arah Viona " maaf Viona aku salah "


" sudahlah.. tidak usah di pikirkan, toh aku juga baik - baik saja " Viona berbicara dengan bibir yang masih merah.


setelah melihat Viona baik - baik saja mereka kemudian tertawa, seperti tidak pernah ada kejadian barusan.


mereka kemudian pulang, Betapa bahagianya Brian di kelilingi wanita yang selalu membuat dia nyaman.


saat sampai di rumah, mereka bergegas masuk ke Vila untuk membongkar belanjaan mereka, Brian hanya menggelengkan kepalanya melihat ketiga istrinya begitu semangat seperti anak kecil.


Brian berjalan santai di temani Viona yang mengikuti di belakangnya.


...----------------...

__ADS_1


di tempat Martin ,dia sedang asyik bertelepon dengan Anisa " kapan kamu akan ke sini lagi Anisa ?"


di seberang Telepon Anisa menjawab " entahlah.. lagi pula tidak ada alasan saya datang ke situ lagi "


Martin menghela napas " setidaknya di sini masih ada aku kan ?"


Anisa diam sebentar kemudian menjawab " Tuan Martin, apakah anda serius dengan saya ?"


Martin langsung duduk tegap di tempatnya saat mendengar ucapan Anisa " ya saya serius dengan kamu Anisa " Martin dengan mantap menjawab.


" saya mau menikah dengan anda, tapi saya ingin tinggal di sini "


Anisa mengatakan itu karena dia tidak mau jika nanti hubunganya dengan Martin terganggu oleh perasaannya pada Brian.


Anisa sudah bertekad jika dia akan melupakan Brian dan hanya megaggap sebagai atasannya saja.


maka dari itu dia ingin tinggal Kalimantan, agar bisa memulai hubungan dengan Martin tanpa ada gangguan.


Martin langaung setuju , karena dia juga paham maksud Anisa " baik aku setuju, satu minggu lagi aku akan datang ke kalimantan untuk mempersuntingmu "


" saya tunggu kedatangan anda " Anisa bicara dengan lembut.


" jangan bicara formal lagi denganku Anisa, kita akan memulai hubungan ,jadi aku ingin kamu memanggilku biasa saja "


Anisa menngguk di seberang telepon " iya..sa..aku akan mencobanya "


setelah itu mereka mematikan ponselnya.


Martin sangat bahagia karena Anisa akhirnya mau menerima ajakannya untuk menikah.


walaupun Martin tahu jika akan butuh waktu untuk menghapus perasaan Anisa pada Brian.


Tapi Martin yakin tidak ada yang tidak mungkin jika dia bisa membuat Anisa bahagia.


Martin kemudian langsung memberitahu Denis untuk menyiapkan segala sesuatunya.

__ADS_1


Denis tercengang saat mendengar itu, pasalnya dia kira jika Anisa adalah wanita Brian, karena yang memberikan jabatan pada Anisa juga Brian.


tetapi Denis tidak ingin memikirkan itu, lebih baik dia tidak ikut campur dengan urusan pribadi mereka.


__ADS_2