
setelah menginap satu malam Di rumah itu, ke esokan harinya Brian dan yang lain bersiap - siap untuk kembali ke brebes.
David pulang dengan mobil anak buahnya ,sementara Brian bersama ketiga istrinya.
beberapa jam berlalu ,mereka akhirnya sampai di Vila Brian, pak seto dan Bu Risma sudah menunggu mereka di depan pintu, pasalnya Brian memberitahu mereka lewat telepon waktu di perjalanan.
Bu Risma memeluk Mei sia " kamu tidak kenapa - napa kan ?" Bu risma bertanya dengan lembut.
Mei sia menggeleng " saya baik - baik saja bu.., maaf saya terlalu egois " Mei sia berkata dengan Sendu.
" sudah... sudah.. ayo masuk terus istirahat, kalian pasti lelah !" pak seto menegur mereka.
Mereka semua mengangguk. kemudian memasuki Vila, mereka ke kamarnya masing - masing untuk istirahat, Brian mita ijin pada Sindi dan Tanti untuk menemani Mei sia.
hari itu Brian sibuk menenangkan Mei sia, Tanti dan Sindi mencoba untuk mengerti, mereka tidak mempermasalahkan hal itu.
Satu bulan kemudian..
proyek Agrobisnis Brian mulai berjalan, dia membentuk tim kusus untuk menangani bisnis tersebut, pasalnya bisnis tersebut akan memakan banyak biaya dan tenaga.
Brian di ruangan Martin bertanya " apa ada kendala Martin ?"
" semuanya berjalan lancar ,hanya saja para petani kaya yang mencoba menghalangi rencana kita . tapi kamu jangan khawatir orang - orangku akan segera menyelesaikannya." Martin berkata dengan mantap.
" baguslah kalau begitu, aku tidak ingin ada yang merusak rencanaku !" sorot mata Brian berubah serius.
di tempat rencana proyek Axel Capital, orang - orang yang kontra dengan proyek tersebut sedang berdemo, Mereka juga tidak lupa membayar preman - preman kampung yang mereka kenal.
preman tersebut di bayar untuk membuat rusuh demo tersebut, tetapi Axel Capital adalah perusahaan terbesar di indonesia , Axel Capital tidak mungkin diam saja di ganggu seperti itu.
" Hentikan proyek ini , kalian mengotori tradisi petani di sini !" seorang pria cepak berteriak keras di depan.
" betul ..!"
" hentikan !"
__ADS_1
" Hentikan !"
Seorang pria muda yang berpakain militer , tersenyum kecut ,melihat provokasi Pria cepak tersebut.
Dia maju dan bertanya " apa kamu mewakili mereka untuk bicara ?!"
Pria cepak itu melambaikan tangannya ,seketika semua orang diam " Aku bukan mewakili mereka untuk bicara tapi untuk menghentikan proyek ini !"
" Ya hentikan proyek tersebut !" orang di belakang pria cepak menimpali.
Pria Muda menghela napas " kemarilah !" Dia memegang pergelangan tangan pria cepak.
Pria cepak mencoba melepaskan cekalan pria muda, tetapi semakin dia berontak semakin kencang cekalan tersebut.
pria cepak panik , keringat dingin mulai bercucuran ,dia kemudian memohon " ba..baik aku ikut denganmu ,tolong lepaskan tanganku !"
pria muda itu mengangguk, dia melepaskan cekalan tangannya, terlihat jelas bekas cekalan tersebut memerah.
pria cepak kemudian mengikuti Pria muda ke sebuah rumah tempat menyimpan, alat - alat pertanian Ai Sistem, mereka menuju sebuah ruangan yang seperti tempat introgasi, hanya ada satu meja dan dua kursi.
sepanjang perjalan pria cepak banyak melihat ,orang - orang yang berseragam militer seperti pemuda yang mengajaknya.
" duduklah !." pria muda itu memerintah dengan nada tenang tapi mengintimidasi.
Pria cepak mengangguk ,kemudian dia duduk di depan pria muda tersebut .
" jadi.. apa maksud kalian berdemo seperti itu?, apa kalian tahu rencana proyek tersebut untuk mensejahterakan masyarakat di sini juga ?!" Pria muda membuka pembicaraan.
pria cepak tidak berani menatap wajah pria muda tersebut, tenggorokannya tercekat setelah mendengar ucapan tersebut, dia hanya bisa tertunduk lesu dan diam tanpa kata.
Pria muda menghela napas " siapa yang menyuruh kalian !"
saat kata - kata itu keluar ,sontak saja wajah pria cepak semakin pucat, pasalnya dia sudah di bayar mahal untuk melakukan hal tersebut ,dia juga di larang untuk menyebutkan nama orang yang menyuruhnya.
pria cepak tidak bicara sepatah katapun, pria muda tersebut mulai habis kesabarannya, dia mengeluarkan pisau dan menancapkan di meja tersebut " mungkin jika aku memotong tanganmu satu persatu kamu mau bicara !"
__ADS_1
" tu..tunggu dulu tuan ABRI , sa..saya akan bicara " pria cepak akhirnya mau bicara setwlah di ancam.
pria Muda itu tersenyum, rencanya untuk menakut - nakuti pria cepak berhasil " jelaskan sekarang !".
Pria cepak menceritakan semua yang dia tahu, dia juga menyebut beberapa nama orang yang menyuruh mereka .
" baiklah kamu boleh pergi !" Pria muda mengusirnya setelah mendapat informasi.
Pria cepak dengan tergesa - gesa meninggalkan tempat itu, dia langsung memberi tahu teman - temannya jika tempat itu berbahaya.
alhasil orang - orang yang berdemo, pada lari membubarkan diri setelah mendengar penjelasn pria cepak tersebut.
prua muda masih di dalam Ruangan , dia sedang menelpon Martin untuk menjelaskan situasi di tempat tsrsebut.
" jadi seperti itu Tuan Martin !" Pria muda selesai menjelaskan.
Martin terdengar menghela napas di seberang telepon " Niko aku serahkan semuanya pada tim kamu, jaga orang - orang yang akan bekerja sama dengan kita !, aku yakin setelah ini mereka pasti bakal melakukan sesuatu lagi !"
" Laksanakan Tuan Martin !!" jawab niko tegas, kemudian telepon di matikan oleh Martin.
orang - orang yang bekerja sama dengan Axel Capital, mereka sedang di belajari cari menggunakan Alat yang sudah di tanami Ai Sistem, mereka takjub dengan alat - alat tersebut yang seperti robot.
Contohnya Traktor yang bisa jalan sendiri hanya dengan menyuruhnya, mesin panen padi dan yang lain - lain. semua alat pertanian tersebut sudah super moderen.
hari demi hari berlalu , semua orang yang ikut Axel Capital sudah merasakan dampak yang positif dari kegunaan alat tersebut.
tenaga mereka juga lebih ringan di banding bisanya ,berkat alat tersebut di tambah mereka tidak mengeluarkan modal sepeserpun untuk bertani.
bukankah itu sudah termasuk pengaturan VIP, orang bodoh mana yang mau menolak usaha tanpa modal sepeserpun.
jika ada orang seperti itu ,mungkin mereka kalangan iri hati , yang bisanya cuma nyinyir tanpa melakukan sesuatu untuk membantu mereka yang sedang kesusahan.
Brian ingat betul kehidupannya dulu dengan orang tuanya , maka dari itu dia tidak ragu untuk melakukan proyek tersebut, mungkin Brian tidak memberi mereka uang langsung tapi secara tidak langsung Brian memberikan sebuah pekerjaan untuk mereka.
Author minta maaf dua hari ini upnya telat, Author lagi gak enak badan , satu hari bisa bolak balik ke wc sampe 12 x loh😷😷
__ADS_1
sekali lagi maaf all.
dan terimakasih yang tetap stay 👌👌