Menjadi Kaya

Menjadi Kaya
bab 49


__ADS_3

Mei terumi bertanya " sebenarnya ada apa sih kak ?!"


Mei sia meletakan anaknya yang tertidur di ranjang, dia kemudian menjelaskan semuanya pada Mei terumi .


" jadi.. Zan long sudah punya istri dan dia berani membentak kakak ?" Mei terumi terlonjak kaget.


Mei sia tersenyum kecut " yah seperti itu.. !"


Mei terumi menghela napas " terus rencana kakak bagaimana ?"


" kita akan pergi dari sini, aku yakin David pasti memberi tahu Zan long ,kalau kiya tinggal di sini !" Mei sia diam sebemtar kemudian melanjutkan " terumi kamu bisa mengambil uang dari kartu itu kan ?"


Mei terumi mengangguk " bisa "


" kamu ambil sebanyak - banyaknya buat kebutuhan kita , setelah itu besok kita pergi dari sini !" Mei sia berkata dengan tegas.


Mei terumi mengangguk mengerti, dia kemudian keluar rumah ,bertanya pada orang lewat untuk mencari ATM terdekat.


Kebetulan ada yang menunjukan Minimarket terdekat yang menyediakan ATM, Mei terumi bergegas ke sana untuk mengambil uang.


Di Villa Brian..


Brian mondar - mandir di ruang tamu, dia gelisah karena tidak tahu harus mencari Mei sia kemana.


Sindi dan Tanti tidak berani menegur Brian pasalnya dia takut Brian masih marah .


Bu Risma kemudian buka suara " nak.. kamu tenang dulu.. kamu juga sudah menyuruh Martin untuk mencari Mei sia, ibu yakin Martin akan segera menemukan mereka !"


" Tapi bu.." Suara Brian sedikit sendu.


saat Brian mengejar Mei sia dan tidak menemukannya ,dia segera menelpon Martin untuk mengerahkan anak buahnya agar mencarinya.


Brian mendesah kesal " kemana David !, saat di butuhkan seperti ini dia malah menghilang, hp nya juga tidak aktif . arghhh..!" Brian menjambak - jambak rambutnya sendiri.


Sindi yang melihat suaminya seperti itu, mendekat " sayang... aku yakin Mei sia pasti ketemu, kamu tidak perlu seperti ini !"


Brian menatap Sindi dengan mata memerah " coba kalian pikir !, jika tidak ada Mei sia dan keluarganya mungkin aku sudah mati. aku tidak akan bertemu kalian lagi, apa seperti ini cara kalian berterima kasih padanya ?!, atau kalian tidak ingin aku kembali !"


Brian berbicara dengan nada tinggi, Sindi yang di hadapannya menggigil ketakutan , dia menundukan kepalanya tidak berani menatap Brian.

__ADS_1


Tanti yang melihat itu langsung berdiri dan memeluknya ,dia menatap ke arah suaminya " sayang apa kamu sudah lupa dengan janji kamu dulu !, kamu tidak akan pernah menyakiti kita !, tapi setelah sekian lama kami menunggu kamu apa ini balasan dari kamu ?!"


" janji ?, aku juga punya janji dengan Mei sia !"


" Plaaakkk!!!" sebuah tamparan mendarat di pipi Brian .


" Cukup Brian !!, ibu tahu jika kamu menyayangi Mei sia !, tetapi mereka juga pantas untuk mendapat perhatian dari kamu, selama ini mereka menunggu kamu dengan sabar , sadarlah nak.." Bu Risma menampar menasehati anaknya.


Brian memegang pipinya ,dia kemudian menatap ibunya yang sudah berlinang air mata " maaf bu.. Brian terlalu egois ."


Brian tersada kemudian berlutut di lantai ,dia meminta maaf pada kedua istrinya, Sindi dan Tanti langsung memapah Brian untuk berdiri . Brian memeluk kedua iatrinya dengan getir.


Tiba - tiba terdengar suara menginterupsi " wah.. kayaknya saya mengganggu momen indah ini ."


Brian melepaskan pelukannya dan menatap ke arah suara " kemana saja kamu David !"


" emm .. anu.. " David tersenyum bodoh.


" sudahlah.. kamu sekarang cari Mei sia , kerahkan semua orang yang kamu kenal !" Brian berkata dengan tegas.


David kemudian menggeleng " kurasa tidak perlu Tuan..."


" Tuan Axel.. tolong dengar penjelasan saya dulu , saya datang kemari ingin memberitahu keberadaan Nona Mei sia !" David berkata dengan jujur.


Brian kemudian menyuruh duduk David, semua orang yang ada di situ kemudian duduk di sofa, mereka mendengarkan bagaimana dia membawa dan dimana Mei sia berada, David juga tidak lupa memberi tahu alamat dan kondisinya sekarang.


" jadi begitu tuan Axel dan nyonya !"


Brian mengulas sebuah senyum " baguslah kalau mereka tidak apa - apa, David siapkan mobil kita akan ke sana sekarang !"


David menggeleng " Tuan Axel.. lebih baik kita tunggu besok , kita biarkan Nona Mei sia menenangkan diri dulu, Toh di sana dia denga adiknya jadi Tuan tidak usah khawatir !"


Bu Risma menimpali " benar Nak.. lebih baik biarkan dia menenangkan diri dulu, ini juga sudah malam , besok kamu jemput dia kemari !"


Brian akhirnya setuju dengan usulan ibunya, walaupun dalam hati sebenarnya dia masih khawatir ,pasalnya dia tahu orang seperti apa Mei sia , sifatnya yang mudah emosi karena kurang pendidikan, dia juga sering nekad melakukan sesuatu jika menginginkan sesuatu.


ke esokan harinya ..


Brian semalaman tidak bisa tidur memikirkan Mei sia , Tanti dan Sindi yang berinisiatif menemaninya juga tidak di sentuh sedikitpun.

__ADS_1


tetapi kedua istrinya tidak marah sama sekali, karena mereka memaklumi keadaan Brian saat ini, mereka berdua hanya bisa menghibur sebisa mungkin, sampai mereka tertidur sedangkan yang di hibur malah tidak bisa tidur.


saat David baru datang ke Vila ,Brian langsung memasuki mobil David " ayo.. langsung jalan !"


" tapi Tuan Axel ..?"


" jangan banyak bicara , cepat jalan !" Brian membentak David.


David mendesah kesal, pagi - pagi buta sudah datang ke Vila bosnya, dia sengaja tidak sarapan di apartemennya karena dia kira akan sarapan gratis di kediaman bosnya, tetapi kenyataannya Zonk !.


Mobil David terus melaju membelah jalan di pagi hari.


satu jam kemudian Mereka tiba di komplek perumahan yang kemarin David sewa untuk Tinggal Mei sia.


mereka berhenti di depan rumah tersebut, Brian langsung keluar mobil dan bergegas memasuki halaman rumah itu.


David hanya menggeleng melihat Bosnya seperti itu, dia kemudian turun dan mengikuti bosnya.


saat mereka di depan pintu ,Brian memencet Bell " Tingnong..tingnong..tingnong.." Brian memencet bell beberapa kali tetapi tidak ada yang menyaut - nyaut.


dia kemudian membuka pintu , ternyata pintu tersebut tidak di kunci, Brian bergegas masuk dan berteriak " sayang.. ayo pulang !"


David mengikuti dari belakang , pikiran David mulai tidak enak, pasalnya saat dia masuk dia tidak melihat barang - barang Mei sia.


Brian berteriak - teriak keluar masuk tetapi tidak ada orang sama sekali yang menyaut .


Brian kemudian brrtanya pada David " apa kamu yakin Mei sia kamu ajak ke sini ?!"


David mengangguk " aku yakin Tuan Axel !"


" tetapi kemana mereka ?!" Brian bertanya dengan kesal.


Brian sudah menduga jika Mei sia pasti akan melakukan hal nekad seperti itu.


" Mei sia ..!!, aku harus mencari kamu kemana ?!!" Brian berteriak dengan lantang.


Brian terduduk di sofa dia menangkup kedua wajahnya dengan telapak tangan.


Air matanya menetes, dia tiba - tiba ingat kembali kenangan tiga tahun bersama dengan Mei sia , saat mereka tetap tertawa bersama walau hidup mereka serba pas - pasan.

__ADS_1


Mei sia tidak pernah mengeluh dan menuntut ini itu pada Brian.


__ADS_2