Menjadi Kaya

Menjadi Kaya
bab 96


__ADS_3

Tuan Maher begidik ngeri saat melihat tatapan Tuan Husen, dia langsung mengalihkan tatapannya ke Brian dan bertanya dengan ketus " Jadi apa maksudmu mengundang aku ke sini !"


Brian menghela napas " Tuan Maher..., saya harap anda tidak salah paham dengan maksud sya mengundang anda kemari, saya hanya ingin membicarakan Busnis dengan anda "


" Bisnis ?, jika ingin membicarakan Bisnis denganku ,untuk apa kamu memanggil Tuan Husen juga !" Tuan Maher bicara dengan Sinis.


" Tuan Maher saya bukanlah anak kemarin sore yang tidak tahu apa - apa tentang anda, apa anda akan memenuhi undangan saya tanpa kehadiran Tuan Husen ?" Btian madih bicara Santai.


Faktanya memang seperti itu, Tuan Maher tidak bisa membalikan argumrn tersebut, dia kemudian menatap Brian dengan dingin dan bertanya " tidak usah basa - basi, apa tujuanmu !"


" Kebetulan sekali saya juga tidak suka berbasa - basi "


Brian menegapkan duduknya ,tatapannya berubah menjadi tatapan serius " Tuan Maher ,saya sudah tahu jika anda yang menyabotase proyek Axel Energy, Saya juga tahu jika anda sebenarnya menginginkan proyek tersebut, karena anda sudah lama menemukan Titik tersebut jauh sebelum pelelangan "


Brian diam sebentar kemudian melanjutkan " Anda Juga yang menyabotase Petromas agar bangkrut dan membuat Tuan Azwan Karim melelang Petromas , Karena Titik yang anda inginkan berada di Wilayah Tuan Husen, dengan mengakuisisi Petromas anda bisa Leluasa memasuki kawasan tersebut, Karena secara tidak Langsung Petromas masih di bawah naungan Petroleum , bukankah itu tujuan anda seharusnya ?"


Tuan Maher terkejut karena Brian mengetahui semua rencananya ,dia berkeringat dingin, pasalnya dengan terbongkarnya rencana tersebut, itu sama saja membuka aibnya Apa lagi di depan Tuan Husen.


Tuan Husen juga tidak kalah terkejut , dia benar - benar tidak tahu jika Tuan Maher telah menyusun rencana sampai sejauh itu tanpa sepengetahuannya.


Tuan Husen kemudian bertanya pada Brian " Brian... apa kamu tidak Menuduh Tuan Maher terlalu jauh ?!:


Tuan Maher Menimpali " benar .. jangan terlalu berlebihan hanya karena kamu di dukung Tuan Maher, ingatlah tempatmu Bocah !" Tuan Maher Meraung.

__ADS_1


Brian masih santai " Berlebihan ?, saya Mau bertanya pada anda Tuan Husen, Bukankah waktu pertama kita datang ke acara Lelang Tuan Azwan Karim bilang jika dia bisa memberikan perusahaannya jika Anda menyukai perusahaan tersebut ?"


Tuan Husen mengangguk " terus apa hubungannya Brian ?"


" Bukankah itu sudah janggal, jika Tuan Azwan karim benar - benar ingin melelang perusahaannya untuk membayar hutang - hutangnya dia tidak akan mengatakan hal seperti itu ?, jika anda tertarik dengan perusahaan tersebut, mungkin dia akan menjual ke anda dengan separuh harga atau lebih murah ,Karena dalam sorot matanya dia masih ingin menyenangkan anda tanpa memikirkan masalahnya !" Brian memberikan analisanya.


" maksud kamu, dia bertindak seolah tidak punya hutang ?" Ucap Tuan Husen kaget.


Brian tersenyum " tepat sekali !"


Tuan Maher mulai panik dia kemudian menyela " Dari mana kamu tahu jika dia tidak mempunyai hutang , sementara banyak bank yang menagihnya !?"


Brian kemudian membuka Laptopnya, di sana terlihat deviden Petromas yang stabil, dan Data keungan Petromas dan bank mana yang menagih hutang.


Karena Tuan Maher pikir rencananya akan berhasil, dia tidak merubah data yang ada Petromas, dia tidak berpikir jika Brian akan menemukan data tersebut.


" anda benar Tuan Husen , Deviden Petromas Stabil, Dan bank ,bank yang menagih hutang pada Tuan Azwan Karim sebagian di bawah Naungan Zain International milik Tuan Maher , artinya Tuan Maher sengaja menekan Tuan Azwan karim untuk memberikan Petromas, tapi Tuan Azwan karim menolak, dia lebih memilih untuk Melelang Petromas dengan Harapan anda akan hadir di sana, dan ternyata dugaannya benar " Brian berkatata dengan Acuh.


" jadi dari awal dia hanya ingin meminta bantuanku ?, tapi kenapa dia tidak datang langsung menemuiku ?" ucap Tuan Husen bingung.


Brian menghela napas " Apa Tuan Husen pikir Tuan Maher akan melepaskan Keluarga Tuan Azwan Karim ?"


Tuan Husen mulai mengerti maksud Brian, dia menatap Tuan Maher dengan sengit, terlintas pikiran untuk membunuhnya karena telah membodohi dirinya.

__ADS_1


Tuan Maher terduduk Lemas , dia tidak menyangka jika orang yang dia anggap Bocah kemarin Sore akan mengetahui detail rencananya.


Tuan Maher sudah pasrah dengan nasibnya nanti karena semua tipu muslihatnya terbongkar oleh Brian.


" Maher..!!, berani sekali kamu mau memanipulasi wilayahku !!" Tuan Husen menggebrak Meja dan meraung.


Brian kemudian menenangkan Tuan Husen " Tuan Husen kita bisa bicarakan ini baik - baik "


" Brian.. orang sepertinya tidak lantas di kadihani, fia akan terus menggerogoti majikannya jika dia jadi Anjing sekalipun !!" Tuan Husen masih tidak terima karena telah di bodohi di depan matanya.


" Tuan Husen , percayalah padaku , bukankah kita sudah sepakat ?" Ucap Brian Lembut.


Tuan Husen menghela napas " lanjutkan !" Tuan Husen masih menatap Tuan Maher dengan tajam.


Bria tersenyum " terima kasih Tuan Husen "


Brian kemudian mengalihkan panfangannya pada Tuan Maher dan bertanya " Tuan Maher saya akan menawarkan sebuah Bisnis yang saling menguntungkan untuk anda "


Tuan Maher mendongakan kepalanya dan bertanya " apa yang kamu mau dariku ?" ucap Tuan Maher datar.


Tuan Maher sudah kehilangan segalanya saat Brian membongkar semuanya, dia tahu jika Tuan Husen tidak akan prrnah mengampuninya, maka dari itu dia hanya bisa pasrah di sana.


Brian menatap Lekat - lekat Wajah Tuan Maher, dan menunjukan Tatapan yang penuh Ambisi kepadanya.

__ADS_1


Tuan Maher yang melihat itu terlonjak kaget ,pasalnya tatapan Brian mengingatkan pada dirinya sendiri, dia menelan Ludah dan menunggu Brian Berbicara dengan antusias.


Tuan Husen juga terlonjak kaget saat melihat Brian yang seperti itu, pasalnya dia selalu melihat Brian yang Begitu santai ,Tuan Husen kemudian Membatin " benar - benat monster Bisnis, pantas saja dia bisa Berjalan sejauh ini !"


__ADS_2