Menjadi Kaya

Menjadi Kaya
ban 109


__ADS_3

Brian melewati hari - harinya dengan bahagia karena di temani istri - istri yang pengertian .


Brian sebenarnya ingin melebarkan perusahaannya di beberapa negara lagi, tapi berhubung kandungan Tanti sudah Mau masuk 7 bulan ,dia mengurungkan niatnya.


pasalnya dia trauma kejadian Sindi dulu, sekarang Brian hanya fokus mengecek perusahaannya dari jarak jauh di bantu Orang - orang kepercayaannya.


Orang Tua Brian juga berinisiatif untuk membantunya, mereka sekarang yang mengawasi Agrobisnis Milik Brian dengan di bantu Niko.


Brian sudah melarang orang tuanya untuk bekerja, tapi mereka kekeh memaksa dengan Alasan agar tubuhnya sehat.lagi pula mereka juga tahu sistem yang Brian gunakan dalam Pertaniannya.


Brian hanya bisa menyetujuinya.


Di Vila Brian sekarang Ramai karena menambah satu orang, setiap istri Brian memiliki Pelayan dan sopir pribadi, di tambah jika sudah memiliki anak Brian juga mencari Baby Sister untuk anak - anaknya.


toh uang bukan masalah lagi buat Brian, dengan perusahaannya yang sudah mencakup seluruh indonesia dan go internasional ,uang Brian mengalir setiap hari bagaikan Air .


Tanpa sepengetahuan istri - istrinya Brian sudah mengalihkan saham perusahaannya kepada istri - istrinya. Contohnya di inggris Axgreen Company yang dulu sahamnya Di miliki Brian 60% sekarang sudah di ganti milik Viona.


Di pulau senkuku di berikan pada Mei sia, jakarta pada Mira dan di Brebes sebagian sudah menjadi milik Tanti dan Sindi.


bukan tanpa alasan Brian melakukan hal tersebut, Dia hanya ingin kelak anak - anaknya tidak berebut hak waris mereka.


karena walau Brian menginginkan anak - anaknya akur, tapi dia mengantisipasi hal yang paling buruk.


Brian sudah sering melihat kejadian seperti itu, Anak kandung saja Rela saling tikam untuk mendapat hak waris ,apa lagi Brian yang anak - anaknya berbeda ibu ,tentu itu akan jadi hal yang sangat di takutkan Brian.


untuk itulah Brian mulai merancangnya dari sekarang, agar pembagian buat mereka se adil mungkin.


Saat Brian sedang beristirahat di halaman , Brian mengerutkan keningnya melihat Security yang menahan sebuah Mobil di depan gerbang.

__ADS_1


Terlihat satu security Bergegas Masuk untuk melaporkan sesuatu,


Security yang melihat Brian di halaman langsung menghampirinya " Tuan Axel di depan ada orang yang katanya ingin menemui anda "


Brian menjawab " Siapa namanya ?"


Security sedikit mengingat - ingat " Emm.. Hus... Mukhamad Husen..iya Itu Tuan Axel " ucap Security memastikan.


Brian terlonjak Kaget " Tuan Husen !!, cepat suruh dia masuk !"


Security mengangguk " Baik Tuan Axel !" Security meninggalkan Brian.


Gerbang kemudian di Buka, Mobil Tuan Husen memasuki Halaman Vila dan berhenti di depan pintu Vila.


Brian yang sengaja menunggu di depan Vila, langsung menyapa Tuan Husen saat beliau Turun dari Mobil " selamat datang Tuan Husen, Kenapa anda tidak memberitahu saya jika akan Pergi ke Indonesia ?" ucap Brian sedikit berbasa - basi.


Tuan Husen Tersenyum " aku hanya ada sedikit urusan di sini "


yang tidak di ketahui Brian, jika sebenarnya niat Tuan Husen kemari untuk menemui dirinya secara langsung, Karena dia ingin Aisyah berhenti uring - uringan.


Mereka duduk Di Ruang tamu, Viona dan Sindi kemudian datang menemui Tuan Husen karena di beri tahu pelayan.


" Tuan Husen lama tidak bertemu " Viona berkata dengan Sopan.


Sementara Sindi hanya membungkuk sopan untuk menghormati Tamunya tersebut. mereka kemudian duduk di samping Brian.


Tuan Husen tersenyum Ke arah Viona " aku tidak menyangka jika Kamu akan menjadi Nona Axel Viona "


Viona hanya tersenyum manis ke arah Tuan Husen.

__ADS_1


Brian kemudian Bertanya tanpa berbasa - basi " Tuan Husen .., ada apa yah anda repot - repot datang ke Rumah saya ?"


Tuan Husen Menghela napas, dia kemudian menjelaskan maksud kedatangannya pada Brian dan Istrinya .


Tuan Husen tidak menutup - nutupi sedikitpun tentang niatnya , rasa superiornya sebagai orang nomor satu di Qatar dia buang jauh - jauh, hanya demi mendapatkan kebahagiaan putrinya.


" Jadi seperti itu Brian, Aku sebagai Ayah Aisyah meminta tolong padamu Agar mau menikahinya " Ucap Tuan Husen Tulus.


Viona yang mendengar penjelasan Tuan Husen membatin " sudah ku duga jika kamu tidak akan melepaskan Brian begitu saja ,wanita gurun pasir !"


Sindi menatap suaminya , dia seakan - akan bertanya ,siapa Wanita bernama Aisyah tersebut .


Brian Menghela napas " Tuan Husen ..., Saya menghargai niat anda , tapi bukankah ini terlalu berlebihan , Lagi pula bukankah Aisyah masih harus menyelesaikan studinya ?, Mari bicarakan ini lagi jika dia sudah menyelesaikan studinya !" Brian berkata dengan mantap.


Tuan Husen tersenyum, Setidaknya usaha dia untuk menemui Brian ada hasilnya " Brian Apakah tudak bisa di putuskan sekarang ?"


Brian menggeleng " Tuan Husen, dengan segala hormat, saya juga harus membicarakan ini dengan istri - istri saya , saya harap Tuan Husen mengerti "


Tuan Husen mengerti maksud Brian, dia juga tidak memaksakan hal tersebut, padalnya yang Brian Ucapkan juga ada benarnya.


Brian harus membicarakan masalah tersebut dengan para istrinya, jadi Tuan Husen tidak menanyakan hal itu lagi.


Mereka ngobrol Beberapa saat , Brian juga mengajak Tuan Husen untuk menikmati Makan Siang bersama keluarganya, karena kebetulan Tuan Husen Datang saat akan makan siang.


Tuan Husen menyetujuinya, Mereka berbincang - bincang sambil menunggu makanan siap di sajikan oleh pelayan.


saat semuanya sudah siap, pelayan memanggil Tuannya dan para istri Brian.


Di meja makan Tuan Husen tertegun, saat melihat ke ramahan istri - istri Brian, dia juga sangat Takjub pada Brian ,karena bisa membuat mereka berlima akur satu sama lain.

__ADS_1


" Tidak Heran jika Aisyah ngebet banget jadi harem Brian , dasar anak nakal " ucap Tuan Husen membatin.sambil menghela napas.


__ADS_2