
Brian di bawa ke sebuah taman kota, Brian sangat terkejut saat melihat Taman tersebut.
dia tidak menyangka jika Tempat yang gersang bisa di jadikan Taman yang penuh dengan pohon dan bunga, jika mereka yang baru pertama melihat pasti mengira tempat itu bukan di Qatar.
" Tuan Axel.. Nona Aisyah juga biasanya ke tempat ini untuk bersantai " Ucap sopir jujur.
" Aku tidak menyangka ada tempat seperti ini di sini " Brian menatap sekeliling dengan kagum.
Brian turun dari mobil, dia melangkahkan kakinya masuk ke taman tersebut.
Brian juga melihat banyak muda - mudi di sana, Dia tidak henti - hentinya berdecak kagum " memang beda negara yang memiliki banyak uang dengan negara yang memiliki banyak utang " Ucap Brian lirih.
Brian kemudian menghampiri sebuah pohon yang cukup Besar, dia kemudian duduk di sana dengan santai.
Sopir yang mengikuti Brian tidak berani duduk di sampingnya, karena dia pikir itu tidak pantas.
tapi Brian menegurnya " kenapa berdiri terus ?, duduklah !"
" Tapi.. Tuan Axel, saya rasa itu gak pantas " Ucap sopir jujur.
Brian menghela napas " jangan berpikir seperti itu, kamu kesini untuk menemani aku , jadi anggap saja aku teman kamu "
" Tapi..."
" sudah.. jangan banyak tapi.. tapi, bersikap formalnya nanti saja !" Ucap Brian dengan tulus.
Sopir kemudian menurut, walaupun awalnya canggung, tapi lama kelamaan mereka berbicara dengan akrab.
Sang sopir begitu kagum dengan pribadi Brian, Meski dia bertatus tinggi tapi Brian tidak memandang rendah yang ada di bawahnya.
setelah satu jam , Brian kemudian menyuruh sopir untuk mengantarnya kembali ke hotel.
Sopir tidak membantah sama sekali, dia menuruti apa yang Brian inginkan.
Mobil membelah jalanan kota Doha, Brian menikmati pemandangan tersebut sepanjang jalan.
__ADS_1
Setelah sampai Brian langsung memasuki kamar, dia mempersiapkan diri untuk acara makan malam dengan Tuan Husen.
satu jam kemudian orang yang menjemput Brian sudah datang, Brian pun mengikuti orang tersebut.
Mereka menuju kediaman Tuan Husen, Brian diam sepanjang perjalanan, dia hanya memainkan Ponselnya, berselancar di situs Web yang memberitakan kabar terbaru tentang Bisnis di Qatar.
Brian langsung terduduk tegap setelah melihat sebuah perusahaan Minyak yang akan di lelang, walaupun perusahaan tersebut tergolong kecil jika di bandingkan dengan Qatar Petroleum milik Tuan Husen.
tapi setidaknya perusahaan tersebut Masih cukup untuk menyuplai Minyak ke seluruh pulau jawa untuk 5 tahun kedepan.
setelah beberapa Menit Brian sampai di kediaman Tuan Husen, pelayan yang sudah menunggu kedatangan Brian langsung mengantarnya masuk.
Tuan husen sudah menunggu Di Ruang makan dengan Istri dan anaknya.
saat melihat Brian ,Tuan Husen tersenyum " selamat datang Brian, silakan duduk !"
" Terima kasih Tuan Husen " ucap Brian sambil duduk.
Mereka ngobrol sebentar ,ketika makan sudah di hidangkan semuanya di meja ,mereka mulai acara makannya , tidak ada yang bicara sepatah kata pun.
Setengah jam kemudian mereka selesai dengan makanannya. Brian tidak ingin membuang kesempatan tersebut ,dia langsung Bertanya pada Tuan Husen ,agar nantinya tidak mendapatkan masalah.
Tuan Husen menatap Brian " ya saya tahu , apa kamu ingin pergi ke sana ?"
Brian kemudian menjelaskan maksudnya pada Tuan Husen, dia tidak menutup - nutupi sedikitpun tentang Niatnya.
Tuan husen mengerti maksud Brian , pasalnya dia juga sudah mendengar jika Petromas akan di lelang karena pemiliknya Azwan karim memiliki banyak hutang.
Dia mau tidak mau harus melelang perusahaannya untuk menutupi semua hutangnya di bank.
" Jadi seperti itu Tuan Husen, apakah anda bersedia menjadi penghubung saya dengan mereka ? Brian bertanya penuh harap.
Tuah Husen terkekeh " hahaha... kamu jangan khawatir, Lelangnya masih Tiga hari lagi, aku akan menemani kamu ke sana dan memastikan kamu mendapatkan perusahaan tersebut !"
" sekali lagi terima kasih Tuan Husen, saya akan selalu mengingat kebaikan anda !" Ucap Brian tulus.
__ADS_1
Brian tersenyum penuh Arti, karena sebentar lagi dia akan Membuka perusahaan di Qatar.
walaupun Ini baru pertama kali untuk Brian mengelola Minyak mentah, Tapi dia tidak khawatir ,karena dia yakin jika Tuan Husen mau mengajarinya.
lagi pula Brian juga sudah menjadi bagian dari perusahaan Tuan Husen, jadi akan tidak mungkin jika Tuan Husen tidak mau membantunya.
Mereka bebincang - bincang sebentar setelah itu Brian kembali ke hotel, Saat dalam mobil Brian teringat dengan Aisyah, dia Heran dengan tingkah Aisyah yang jadi pendiam, karena seingat Brian waktu bertemu dengan Aisyah di inggris dia tipe Wanita yang agresive.
Tapi Brian bersukur karena Aisyah tidak seperti itu lagi ,jadi dia tidak perlu repot - repot menjauhkannya.
saat sudah di kamar Brian menghubungi Martin untuk menyiapkan segala sesuatunya.dia ingin Martin membuat pengaturan lebih dulu agar nati sekali jalan semuanya konek.
Martin tercengang saat mendengar Brian akan membeli sebuah perusahaan Minyak, pasalnya Brian Baru beberapa hari tinggal di sana dan sudah mendapatkan peluang.
tetapi Martin tidak menanyakan lebih lanjut tentang detailnya, dia hanya fokus untuk menjalankan intruksi Brian.
Brian juga tidak lupa memberi kabar pada istrinya, sebelum istirahat dia menyempatkan waktu untuk Video call dengan mereka.
Mereka selalu bersama saat Brian melakukan Video call, pasalnya mereka tidak ingin membuang - buang waktu atau istirahat Brian.
setelah selesai Berbincang dengan Ke empat wanitanya ,Brian langsung membaringkan tubuhnya di ranjang dan terlelap.
Ke esokan harinya Brian terbangun oleh suara dering ponselnya.
Brian mengambil ponsel tersebut dan menjawab " Halo " Ucap Brian malas.
" Aku tunggu kamu di bawah !" Suara Wanita terdengar di seberang telepon.
Belum sempat Brian mau bertanya , Wanita terswbut sudah memutus panggilannya.
Brian membuka matanya untuk melihat siapa tadi yang menelpon.dia terkejut saat melihat nama Aisyah yang baru saja memanggilnya.
Brian langsung bergegas memberaihkan diri dan turun menemui Aisyah yang sudah menunggu di Lobi Hotel.
saat Di lobi Dia melihat Aisyah bersama Pria yang selalu di sampingnya waktu di inggris, Brian menghampiri Aisyah dan menyapa " Ada Apa Aisyah ?"
__ADS_1
Aisyah tersenyum " mau mengajak kamu sarapan "
Brian mengerutkan keningnya. baru saja semalam dia berpikir jika Aisyah sudah tidak tertarik dengannya, tapi sekarang penyakit Gatelnya kumat lagi. Brian hanya bisa menghela napas, agar dia tidak tergoda dengan Putri Partner Bisnisnya.