Menjadi Kaya

Menjadi Kaya
bab 82


__ADS_3

Akad nikah akan di mulai, Martin dan Anisa yang pengantin baru juga datang ke acara tersebut.


Martin tidak menyangka jika Brian akan menambah istri lagi.Sementara Anisa yang menemani suaminya hanya tersenyum saat melihat Brian sedang menunggu Viona di depan penghulu.


Viona kemudian Turun dengan Sindi dan Mei sia yang menuntunnya dari kanan dan kiri, sementara Tanti memegangi gaun belakang Viona yang panjang agar Viona bisa beralan dengan leluasa.


Balutan gaun putih khas pengantin membalut tubuh Viona yang ramping.


Riasan wajah yang sederhana membuat Viona tampak lebih anggun .


David Berkata di samping mei terumi " Aku satu saja belum, Tuan Axel sudah empat ,hmmm.."


Mei terumi menimpali " makanya buruan nikah kalao pengin !"


" Kalo begitu ayok sekarang saja sekalian " David menyeringai pada Mei Terumi.


Mei terumi mencubit perut David " awww!"


" kalo mau nikah harus persiapan dulu !" ucap Mei terumi tersipu malu.


David tercengang saat mendengar kalimat Mei terumi " Jadi kamu mau ?!"


Mei terumi menundukan kepalanya sambil sedikit mengangguk, David yang melihat itu bersorak gembira " akhirnya ... akhirnya...ada yang mau menikah denganku, Terimakasih Terumi.." David memeluk Mei Terumi.


Viona duduk di sebelah Brian, Pak Tua White kemudian duduk juga di sebelah Viona, karena mereka melakukan akad dengan anjuran islam, pak tua White mau tidak mau harus duduk di sebelah Vionauntuk menjadi saksi.


walau ini pertama kali buat pak tua White tapi dia begitu lugas dalam menjalankan perannya.


ijab qabul di lakukan, Brian mengucapkan dengan lancar tanpa halangan sedikitpun. karena dia sudah pernah melakukan hal itu sebelumnya.


Saat Brian mengecup kening Viona suara tepuk tangan dan sorakan menggema di aula Vila.


Brian ,Viona dan ketiga istrinya yang dulu Berdiri sejajar, menyalami tamu undangan yang mengucapkan selamat.

__ADS_1


walau hati Brian masih sedikit tidak menerima, tapi dia juga sadar kalau pernikahan bukanlah sebuah permainan.


Brian harus menjalankannya dengan sungguh - sungguh ,agar kelak tidak merusak hubungan mereka.


Martin dan Anisa menghampiri Brian dan ke empat istrinya ,Martin buka suara " Selamat Brian, Baru beberapa hari aku tinggal di kalimantan sudah mendapatkan istri lagi " ucapan Martin sedikit mengandung sarkasme.


Brian menghela napas " mau gimana lagi, mungkin karena aku terlalu mempesona " Brian nyengir kuda.


Ke empat istri Brian sontak saja terkikik, karena walaupun maksud suaminya bercanda, tapi kenyataannya memang seperti itu.


Anisa kemudian buka suara " Selamat Tuan Axel " ucap Anisa tersenyum.


" Terima kasih Anisa, maaf saya tidak bisa hadir di acara kalian " ucap Brian dengan nada menyesal.


Martin menepuk bahu Brian " Kami tidak mempermasalahkan itu, lagi pula Ayah dan Ibu sudah hadir ,itu lebih dari cukup buat kami, iyakan sayang " Martin menggenggam tangan Anisa dan menciumnya.


Anisa mengangguk sambil tersipu di perlakukan seperti itu di depan banyak orang.


Martin kemudian bertanya " oh iya .., bagaimana kabar Nona Tanti ?"


Mereka semua menikmati acara yang katanya sederhana, padahal Untuk menyambut tamu undangan ,berbagai masakan mewah yang kusus di datangkan dari restoran Nomor satu kota tersebut menghiasi meja prasmanan dengan puluhan pelayan yang siap siaga melayani tamu undangan.


Beberapa jam kemudian ,tamu undangan satu persatu meninggalkan kediaman Brian, karena acara sudah selesai.


setelah semua tamu undangan sudah tidak ada, Martin dan Anisa juga pamit untuk kembali ke apartemennya.


Brian yang tahu maksud Martin tidak menahannya, karena mereka juga pengantin baru tentu saja butuh tempat privasi untuk kebersamaan mereka.


Ayah dan ibu Brian juga berinisiatif memasuki kamar mereka ,agar tidak mengganggu Brian dan istrinya. sementara pak Tua White sudah di antar ke hotel tempat dia menginap oleh David.


Viona yang sudah kembali ke kamarnya terlebih dahulu ,saat Brian sedang berbincang dengan Martin.


Viona sedang mempersiapkan dirinya untuk menyambut Brian.

__ADS_1


Viona mengganti gaun pengantinnya dengan Baju tidur yang sedikit terbuka.


Desain baju itu menerawang ,memperlihatkan kulit mulus Viona.


Viona berbaring di ranjang dengan di tutupi selimut , dia sengaja melakukan itu agar Memberi kejutan pada Brian, walaupun Brian sudah pernah melihatnya tanpa memakai sehelai benang pun.


tetapi menurut Majalah dewasa yang dia baca, memakai pakain Sedikit terbuka membuat pasangan kita akan lebih Bergairah dari pada langsung memperlihatkan tubuh polosnya.


sementara ketiga istri Brian sudah sepakat, jika malam ini mereka tidak akan mengganggu acar malam pertama Brian dan Viona.


Mereka akan menunggu besok untuk bergantian memanjakan Suaminya tersebut.


Brian di tarik oleh ketiga isteinya agar masuk ke kamar Viona , saat di depan pintu Brian berbicara " Sayang... wanita di luar sana jika suaminya ingin tidur dengan wanita lain akan melarangnya, tapi kalian malah menyuruh aku begini" Brian menghela napasnya.


Sindi tersenyum " itu karena mereka berselingkuh, Kalau kamu kan akan meniduri istri sendiri masa gak boleh "


" Benar Sayang, malam ini kami tidak akan mengganggu, Buat Viona tepar oke !" Tanti melingkarkan jemarinya ke arah Brian.


Mei sia langsung menarik Brian " Sudah Sana masuk Zan long, kasian Viona sudah menunggu lama "


Brian menghela napas lagi, dia kemudian membuka pintu, saat Brian sudah masuk Ketiga istri Brian langsung kembali ke kamar masing - masing.


Brian mengunci pintu dan menghampiri Viona yang sedang bersender di ranjangnya.


Karena masih canggung ,Brian tidak berani menatap Viona.


Viona yang sudah tidak sabar menarik Brian hingga Brian terlentang di ranjang.


Viona langsung duduk di atas Brian " Apa kamu masih tidak bisa menerimaku Brian ?"


Brian tidak menjawab , dia sedang tertegun melihat dua gundukan yang tertutupi oleh kain transparan di depannya.


Brian menelan ludah beberapa kali, Dia merasa Viona jauh lebih mempesona di banding pertama kali dia melihatnya saat di Hotel London.

__ADS_1


Viona menatap Suaminya yang tidak menjawab pertanyaannya, saat Viona melihat tatapan mata Brian tertuju pada gunung kembarnya.


Wajah Viona merah merona, dia dengan malu - malu berkata " Kenapa cuma di pandang, sekarang aku sudah menjadi milikmu seutuhnya " Viona menarik kedua tangan Brian dan menggengamkannya pada gunung kembarnya.


__ADS_2