
Sindi sangat bahagia karena setelah sekian lama dia bisa memenuhi tanggung jawabnya lagi sebagai seorang istri.
" kamu kenapa sayang?, kok senyum - senyum sendiri ?" Brian mengecup kening Sindi dan bertanya.
Sindi menggeleng " tidak apa - apa , saya hanya sedang bahagia saja ". Sindi mengulas sebuah senyum.
" bahagia ?" Brian bertanya menyelidik.
" Ya.. setelah sekian lama kita berpisah, kita akhirnya bisa menikmati momen ini lagi sayang !" Sindi berkata dengan jujur.
saat Brian mau menjawab ,tiba - tiba seseorang mengetuk pintu dan berteriak.
tok..
tok..
tok..
" Sindi kamu di dalam kan ?!"
Brian dan Sindi saling menatap, pasalnya mereka tahu siapa yang mengetuk pintu.
Sindi tersenyum ke arah Brian " Biar aku saja yang membukanya sayang "
Sindi bangun dari ranjang, dia berjalan menuju pintu tanpa memakai sehelai benangpun. Brian yang melihat itu menelan ludah melihat Tubuh Sindi yang berjalan lenggak - lenggok.
Brian membatin " kenapa kamu harus berjalan seperti itu, apa kamu sengaja membangkitkan gairahku lagi ?" Brian masih memandangi Sindi.
benar saja adik kecil Brian langsung berdiri kembali , Matanya berubah penuh gairah lagi, walaupun sudah beberapa Ronde ,karena Brian sudah lama tidak menjamah istrinya, dia merasakan sensasi yang berbeda saat melihat lekuk tubuh Sindi yang seperti gitar spanyol.
Sindi membuka pintu , Tanti langsung menggerutu " sedang apa sih sin ?, Lama ba.."
Tanti berhenti bicara saat melihat tubuh telanjang Sindi, Dia terbelalak kaget melihat saudarinya telanjang tanpa malu.
Sindi langsung menarik Tanti masuk dan mengunci pintu " ada apa Tan ?"
Tanti malah balik bertanya " Sin kamu .."
lagi - lagi ucapan Tanti terpotong saat ada tangan yang memeluknya dari belakang.
Tanti menoleh ke belakang " sayang kamu .."
dan lagi ucapan Tanti kembali terpotong saat Brian yang sudah di kuasai Birahi langsung mencumbu Bibir Tanti.
Sindi kembali ke ranjang untuk berbaring, dia hanya menonton Brian dan Tanti yang sedang bergelut dengan kenikmatan.
__ADS_1
setelah mereka selesai Sindi bertanya pada Tanti " Tumben jam segini pulang ?, ada apa Tan ?"
Tanti yang tadi sudah lupa dengan niatnya menggedor kamar Sindi karena ulah suaminya .
Dia menepuk jidatnya " astaga ... aku lupa Martin ada di bawah ! "
Brian dan Sindi saling menatap, kemudian Sindi tertawa " hihihi.. saking menikmatinya kamu jadi lupa segalanya Tan ?"
Tanti berdecak kesal, dia buru - buru memakai pakainnya, dan merapikan rambutnya yang berantakan.
Tanti kemudian menatap Brian " sayang .. kamu juga turun !, Martin ingin bertemu denganmu !"
Brian melepaskan rangkulannya pada Sindi ,dia bertanya " memangnya ada perlu apa Martin kemari ?"
" sudahlah.. turun dulu, kasian dia sudah lama menunggu !" Tanti sudah rapi saat bicara.
Brian kemudian bangkit dan memakai pakaiannya di bantu kedua istrinya.
Brian bertanya pada Sindi " kamu tidak ikut turun sayang ?"
Sindi menggeleng " tidak.. aku mau melihat krisna dulu ." Sindi berkata sambil tersenyum.
" baiklah.. "
Brian dan Tanti sudah rapi kembali ,mereka bergegas turun menemui Martin.
Wajah Tanti merah merona, dia tersipu malu saat Martin berbicara seperti itu di depan mertuanya.
pak Seto terkekeh " hahaha.. maklum Martin ,bulan Madu mereka berdua tertunda "
Brian menggaruk - garuk belakang telinganya yang tidak gatal, dia kemudian duduk berhadapan dengan Martin, sementara Tanti mengikuti duduk di sebelahnya.
Pak seto Berdiri kemudian pamit " baiklah.. karena Brian sudah di sini, lebih baik saya tidak mengganggu kalian "
setelah pak seto meninggalkan mereka Brian buka suara " Ada apa Martin ?, sampai kamu harus ke sini ?".
Martin bingung mau menjelaskan dari mana, pasalnya dia takut Tanti salah paham dengan pembicaraannya .
Martin masih berpikir bagaimana menjelaskan pada Brian, tetapi Brian menegurnya " Martin !, kok malah bengong ?"
Martin terlonjak kaget " eh..emm..anu Brian .. Anisa akan datang kemari !" Martin bergegas menutup mulutnya.
" Anisa ?" Brian berpikir sejenak , dia kemudian mengingat nama itu " oh.. Anisa yang memgang Axel Corporation bersama Denis kan ?"
Martin mengangguk, dia tidak berani mendongak, pasalnya dia melihat tatapan aneh dari Tanti.
__ADS_1
Tanti menyilangkan tangannya di depan dada " Anisa siapa lagi ini sayang ?"
Brian menengok ke arah Tanti , dia kemudian menjelaskan tanpa menutup - nutupi apapun pada istrinya.
Tanti tersenyum kecut, dia sudah menebak, jika perempuan yang bernama Anisa ini. pasti menyukai suaminya.
karena dari cerita Brian ,Tanti yakin semua wanita pasti akan menyukai suaminya jika di perlakukan seperti itu.
" jadi .. apa boleh dia tinggal di sini sayang ?" Brian bertanya tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Sementara Martin sudah berkeringat dingin melihat pembicaraan itu, Martin membatin " apa kamu bodoh Brian?, masalah satu saja belum selesai .kamu mau tambah lagi ?, sadarlah Brian !"
Tapi begitulah hidup, walaupun Brian begitu hebat dengan kemampuan bisnisnya tetapi pasti ada kekurangannya.
Martin menghela napas ,kemudian dia berkata " Biar Anisa tinggal di apartemen Lukas ,yang dulu aku kasih, toh sekarang apartemen itu tidak ada yang menempati !"
" Tapi Martin.." Brian Belum selesai bicara, Martin langsung mencelanya " sudahlah Brian.. biar aku yang mengurus semua kebutuhannya saat di sini , iyakan nona Tanti ?!"
Martin tersenyum ke arah Tanti, berharap Brian peka dengan maksudnya ,tetapi Brian malah berkata konyol " oh baiklah... biar nanti sesekali aku datang mengunjunginya !" Brian bicara dengan tersenyum.
Martin tidak tahu harus tertawa atau menangis, dia sudah mencoba mengalihkan pembicaraan, Brian malah merangsek masuk lagi ke pembicaraan sebelumnya.
Tanti menggembungkan pipinya ,dia kemudian bertanya sambil mencibir " secantik apa sih Anisa sehingga kamu mau mengunjunginya , apa kami masih belum cukup ?!"
Sindi yang datang dengan menggendong anaknya bertanya " mengunjungi siapa Tanti ?"
sontak saja mereka bertiga menengok ke arah suara, Martin yang melihat Sindi datang langsung panik, dia takut akan terjadi perang dunia di tempat itu.
Martin kemudian berdiri dan berpamitan " sepertinya cukup seperti itu yang aku beritahukan padamu Brian, aku pamit pulang dulu !" Martin kemudian menatap Sindi dan Tanti bergantian membungkuk hormat kemudian bergegas meninggalkan tempat itu.
Sindi kemudian duduk, dengan anaknya yang dia pangku " jadi siapa yang akan kamu kunjungi sayang ?"
Tanti kemudian buka suara " Anisa mantan asistennya di kalimantan !"
Sindi mengerutkan keningnya ,dia menatap suaminya dengan seksama, tetapi dia tidak melihat rasa bersalah sedikitpun dari suaminya.
Sind menghela napas " jadi ada urusa apa dia ke sini sayang ?"
Brian menggendikan bahunya " entahlah... mungkin mau membahas pekerjaan atau apa, aku juga tidak tahu pasti !"
Brian kemudian bangkit meninggalkan mereka berdua yang masih duduk di sofa ruang tamu.
Sindi tidak bertanya lebih lanjut, sementara Tanti masih cemberut melihat suaminya yang acuh padanya.
Sindi kemudian menenangkan Tanti " sudahlah.. lagi pula suami kita memang dekat dengan banyak wanita, tetapi bukan berarti dia menyukainya kan ?!"
__ADS_1
Tanti mendesah pasrah , dia mengerti maksud Sindi . mau bagaimanapun Brian memang pria sempurna di mata para wanita , kaya ,baik dan tampan, wanita mana yang bisa menahan pesona pria seperti itu . entahlah ...😂😂