
dua hari kemudian..
Anisa sudah sampai di bandara ,dia sedang menunggu seseorang yang akan menjemputnya.
Tak berselang lama sebuah mobil menghampiri Anisa yang sedang celingukan ke segala arah , Pria yang di dalam mobil membuka kaca mobil.
Dia bertanya " kamu nona Anisa kan ?"
Anisa menatap pria tersebut " Anda siapa yah ?!"
" Aku Martin ,orang yang di suruh menjemput anda !" Martin tersenyum ke arah Anisa.
Anisa terlonjak kaget saat Martin menyebut namanya , pasalnya dia tahu siapa Martin dari Denis. Anisa tidak menyangka jika Martin sendiri yang akan menjemputnya.
Anisa gugup, dia berbicara dengan tergagap " Tu..Tuan Martin, maaf saya tidak mengenali anda "
Martin melambaikan tangannya " sudahlah jangan di pikirkan, ayo masuk !"
saat Anisa mau masuk dari pintu belakang ,Martin menegur " duduk di depan saja nona Anisa !"
Anisa mengerti maksud Martin, jika dia duduk di belakang ,nanti Martin di kira sopirnya. tetapi jika dia duduk di depan akan terasa canggung. Anisa dilema dan terdiam di tempat.
Martin kembali menegur " Ayo masuk !, tunggu apa lagi ?!" Martin membuka pintu dari dalam.
Anisa tersadar ,dia tersenyum kecut kemudian memasuki mobil.
Martin membawa Anisa ke apartemen yang dulu di tinggali lukas.
" Nona Anisa istirahat saja dulu, Nanti Brian akan menemui nona di sini !" Martin berbicara jujur.
Anisa tersentak kaget, dia kemudian bertanya pada Martin " Tuan Martin.. bukankah harusnya saya yang menemui Tuan Axel, bukan dia yang menemui saya ?!"
Martin tersenyum " nona tinggal tunggu saja, saya permisi dulu !"
Martin mendesah dalam hati, dia sekarang benar - benar iri dengan Brian. mengapa banyak wanita Cantik yang datang menghampirinya.
seolah - olah Brian bunga yang sedang mekar dan para wanita seperti lebah yang datang mengerubutinya .
Sedangkan Martin boro - boro di kerubuti wanita ,seorang wanita pun tidak ada yang mau mendekatinya.
itu semua sebenarnya karena Martin terlalu serius dalam pekerjaannya, dia tidak pernah memandang sisi lain di perusahaannya, padahal banyak wanita yang ingin dekat dengan dirinya.
tetapi karena pembawaan dia yang selalu serius membuat para wanita takut untuk sekedar menegurnya.
...----------------...
di saat yang sama di jepang..
David sudah sampai , sebelum dia langsung menuju marukawa Company untuk melacak keberadaan Mei terumi.
David menemui Asahi di Axel gold Tower untuk menemaninya ke sana.
__ADS_1
" apakah ini akan berhasil Asahi?" David berbincang dengan Asahi di perjalanan menuju Marukawa Company.
" Tentu saja akan berhasil ,jika Tuan David sudah pernah menelponnya, otomatis nomor Tuan David akan masuk ke data Ai Abys, tetapi kita hanya bisa menemukan lokasi ponsel tersebut bukan pemiliknya ?!" Asahi berkata dengan mantap.
David mengerutkan keningnya " jadi maksud kamu ,jika ponsel tersebut di tinggal di suatu tempat maka kita hanya bisa menemukan ponsel itu ? "
" ya ..anda benar !"
" astaga.. kenapa Martin tidak bilang padaku ?" David merutuki kebodohannya karena tidak bertanya lebih detail pada Martin.
David hanya bisa berdoa jika usahanya datang ke jepang tidak sia - sia, dia berharap pada Mei terumi agar selalu bersama ponselnya.
...----------------...
Anisa yang di apartemen Martin sendirian bingung mau melakukan apa, pasalnya dia tidak memiliki saudara di Brebes.
sedangkan Brian katanya akan menemui Anisa di apartemen tersebut, Anisa hanya bisa menunggu Brian datang .
malam harinya..
Brian yang sudah di beritahu Martin, jika Anisa sudah di apartemennya, dia sedang bersiap - siap untuk menemui Anisa.
" Rapi banget sayang.. kamu mau kemana ?" Tanti menegur Brian. sambil merapikan kerah baju Brian.
" ah.. aku mau menemui Anisa , apa kamu mau ikut ?" ucap Brian mengajak Tanti.
Tanti menatap suaminya " kamu yakin ?"
Brian mengangguk ,secara tidak langsung dia mengiyakan ucapan Tanti.
...----------------...
waktu yang sama di jepang..
David masih menunggu hasil dari teknisi Ai Abys, karena jangkauan mereka jauh butuh beberapa jam untuk menemukan lokasi pasti keberadaan ponsel Mei terumi.
seorang teknisi bertereriak " Binggoo..!, Tuan David hasilnya sudah ada !"
David datang melihat layar komputer yang dari tadi mereka perhatikan, terlihat titik Merah lokasi tersebut yang masih berada di peta pulau jawa.
" apa bisa di perbesar lagi ?" David bertanya pada teknisi tersebut.
Teknisi tersebut mengangguk , dia memperbesar letak lokasi ,terlihat nama - nama kota yang ada di peta setelah di perbesar.
David tersenyum " ternyata anda ada di ungaran ,semarang Nona Mei sia !"
David langsung mengambil ponselnya dan memberitahu Martin, dia tidak mau kesalahannya terulang kembali.
Martin mengangkat telepon David " bagaimana hasilnya ?" tanpa basa - basi Martin langsung ke intinya.
" huh.. kamu ini, setidaknya beri salam dulu !, sudahlah... Nona Mei sia dan Adiknya kemungkinan Ada di Ungaran , Semarang, kamu suruh anak buahmu untuk mencarinya ,jika ketemu jangan langsung di bawa , suruh awasi saja dulu !, biar aku yang akan bicara pada mereka nanti !" David menyuruh Martin seperti bos.
__ADS_1
Martin menghela napas " hufft... baiklah.. aku urus akan kerahkan anak buahku !"
David mematikan ponselnya, dia menatap orang - orang yang dari tadi memperhatikannya . dengan tatapan penuh harap.
David menghela napas " baik.. baik.. kalian akan dapat bonus jika nona Mei sia sudah di temukan !"
seketika semua teknisi yang mendengar bersorak " Terima kasih Tuan David !" mereka membungkukan badan pada David.
David melambaikan tangannya , dia kemudian mengajak Asahi pergi meninggalkan Marukawa Company.
...----------------...
Apartemen Martin...
tingnong..
tingnong..
tingnong..
Suara bel menggema di ruangan tersebut, Anisa yang tadi terlelap terbangun saat mendengar suara bel.
Dia menggosok matanya kemudian bangkit untuk membuka pintu.
Anisa menarik pintu dan terlihatlah seorang pria tampan dan Wanita Cantik yang sedang merangkul lengan pria tersebut.
Anisa langsung membelalakan matanya karena kaget " Tu..Tuan Axel.. !!"
Brian hanya menampilkan seulas senyum di wajahnya.
Anisa masih terpaku di depan mereka, setelah mengucapkan beberapa kata dia diam sperti patung.
Hingga Tanti menegurnya dia baru tersadar " apa kamu tidak ingin mempersilahkan tamu kamu masuk ?!" ucap Tanti mencibir.
" eh..eh..eeeeeehh... maaf .. maaf .. silakan masuk Tuan Axel !" Anisa salah tingkah di hadapan bosnya.
Brian dan Tanti masuk ke apartemen tersebut, Anisa mempersilahkan mereka duduk di ruang tamu Apartemen.
saat mereka duduk bersama Anisa baru sadar jika dirinya belum mandi semenjak datang di apartemen karena dia ketiduran .
Setelah ingat itu Anisa reflek mencium keteknya , Tanti yang melihat itu mengerutkan kening " Sudah mandi dulu sana ,biar kami menunggu di sini !"
Anisa tertawa kecil " hehehe.. Maaf Tuan Axel dan nona ..?
" Tanti ..!" Tanti memberitahu namanya.
Anisa mengangguk ,dia tersenyum canggung kemudian pamit membersihakan diri .
" bagaimana menurutmu dia sayang ?" Brian bertanya pada Tanti.
Tanti menatap suaminya " Dia baik dan kurasa masih polos!"
__ADS_1
Tanti tidak percaya jika Brian akan menanyakan hal seperti itu padanya secara terang - terangan , Tanti berpikir jika Anisa akan jadi yang ke empat.
padahal maksud Brian ,dia hanya ingin menanyakan pendapatnya tenyang Anisa, dia tidak bermaksud lebih jauh.