
Brian membersihkan diri, kemudian dia langsung menghempaskan tubuhnya ke ranjang, karena perjalanan jauh dia sangat Lelah dan alhirnya terlelap.
Ke esokan Harinya Brian bangun , dia terasa lebih segar ,karena malam ini dia tidak berolahraga jadi dia terlihat sangat bugar.
Brian sangat senang ,karena sementara waktu dia tidak akan bermain selongsong lagi.
jika pria lain ingin menikmati selongsong setiap hari, berbeda dengan Brian yang seakan ingin melupakan selongsong sejenak.
Brian melihat pusakanya yang tertutup celana dan bemonolog " Adik kecil sekarang kita bebas, kita harus memanfaatkan ini untuk full istirahat oke !"
Mungkin hanya Brian yang bicara seperti itu pada pusakanya, kalau para jomblo mungkin akan bilang, sabar adik kecil, kita pasti akan mendapatkan selongsongmu. Entahlah....
Brian bersiap - siap untuk menemui Tuan Husein, yang rencananya hari ini akan mengajak Brian ke pertambangan minyak buminya.
Staf Hotel mengetuk pintu " Tok.. Tok.. Tok...
Brian yang sudah Rapi membuka pintu, Staf Hotel berkata " Tuan ..saya mau mengantar makanan anda "
Brian mengangguk dan menyuruh staf Hotel untuk masuk, Staf kemudian menaruh berbagai makanan di Meja yang sudah di siapkan, setelah selesai staf langsung meninggalkan kamar tersebut.
Saat staf sampai di depan Brian, Brian mengeluarkan uang 200 dolar dan memasukannya ke kantong ataf tersebut.
" Terima kasih Tuan , saya permisi dulu " Staf membungkuk hormat.
Brian sangat puas dengan pelayanan Hotel tersebut.
dia tidak ragu untuk memberikan Tips.
setelah Brian selesai, dia langsung Turun kebawah, Anak Buah Tuan Husein sudah menunggunya di lobi, Saat Brian Turun dia langsung menunjukan jalan ke arah mobil.
Brian mengikuti Pria tersebut tanpa banyak bertanya.
Mobil yang di tumpangi Brian meninggalkan hotel menuju tempat Tuan Husein menunggu Brian.
Setengah jam perjalanan Brian Sampai di Qatar Potreleum, Brian di antar ke sebuah Ruangan yang di tempati Tuan Husen.
di sana sudah ada beberapa orang yang menunggu, menurut intuisi Brian mereka adalah para petinggi Qatar Petroleum.
__ADS_1
Tuan Husen menyambut Brian dan menyuruhnya duduk di kursi kosong yang berdekatan dengannya.
Saat Brian sudah duduk Tuan Husen Buka suara " Perkenalkan Dia adalah Axel Brian , Kalian tentu sudah mendengar jejak pebisnis muda ini "
Mahmaud Ghozali Manajer pemesaran berdiri dan bicara " senang bertemu dengan anda Tuan Axel " dia kemudian kwmbali duduk.
Khaleed Awali Pemilik aaham 10% Qatar Petroleum melakukan hal yang sama dengan Ghozali.
Sepuluh orang yang ada di tempet itu menyambut Brian dengan hangat, pasalnya mereka sudah melihat rekam jejak Brian.
jadi tidak ada alasan bagi mereka menolak genius dalam urusan bisnis tersebut.
Brian berdiri ,dia memperkenalkan dirinya dengan sopan " saya Axel Brian, senang bertemu dengan Tuan - Tuan sekalian " Brian kemudian duduk kembali.
Tuan Husen kemudian bicara lagi " Axel Brian sekarang menjadi bagian dari kita, saya sudah mentransfer saham 10% milik saya untuknya "
Semua orang yang ada di tempat tersebut tercengang, pasalnya Tuan Husen tidak pernah sebaik ini dengan orang asing.
mereka pun menebak jika Brian adalah calon suami untuk anak Tuan Husen, hanya itu yang bisa menjelaskan pertanyaan dalam pikiran mereka.
Tuan Husen menggeleng " Sahamku di sini 90%, saya memberi Aisyah 20% dan kamu 10%, itu tidak akan merubah apapun, saya tetap pemilik saham terbesar di sini bukan ?" ucap Tuan Husen enteng.
Brian mau menyela tapi Tuan Husen kekeh memberikan 10% saham pada Brian, hingga akhirnya Brianpun menerimanya.
Brian menandatangi pengalihan saham tersebut, toh itu juga tidak merugikan ,jadi untuk apa menolak ,begitulah pikir Brian.
Dia tidak tahu jika ada udang di balik batu.
Mereka kemudian membahas kerjasama dengan Axel Capital, Brian yang sudah menebak itu.
dia dengan mudahnya memberi saran, malah dia sudah mempersiapkan perusahaannya untuk menyambut Kerja sama tersebut.
Semua orang berdecak kagum dengan pemikiran Brian yang sudah jauh kedepan. tidak heran jika Tuan Husen memperlakukannya dengan istimewa.
Beberapa jam berlalu, Rapat itupun akhirnya selesai.
semua orang kembali ke tempatnya masing - masing, tinggal Brian dan Tuan Husen.
__ADS_1
" Brian.. nanti malam akan ada orang yang menjemputmu untuk makan malam bersama kami , kamu tidak keberatankan ?" Ucap Tuan Husen tulus.
Brian tersenyum " Tentu saja aaya tidak keberatan, malah saya merasa terhormat bisa di undan keluarga anda "
' Bagus... aku tunggu kehadiranmu " Tuan Husen menepuk pundak Brian.
Merwka kemudian meninggalkan ruangan tersebut, Tuan Husen Berkeliling menemani Brian untuk Melihat - lihat Qatar Petroleum.
Brian tidak henti - hentinya kagum pada sosok Tuan Husen yang mampu membuat Perusahaan sebesar itu.
Brian makin membulatkan tekadnya untuk menjadi orang nomor satu di dunia.
Brian tidak segan - segan bertanya pada Tuan Husen, Karena Brian tahu jika dia bisa sedikit menyerap ilmu dari Tuan Husen ,dia yakin suatu saat nanti akan berguna untuknya.
setelah selesai berkeliling mereka berbincang sebentar.
" Jadi bagaimana menurutmu Brian ?" Tuan Husen ingin tahu pendapat Brian.
Brian tersenyum " para petinggi yang kompeten, pekerja yang giat, menurutku orang - orang anda sangat baik dalam menjalankan pekerjaanya masing - masing "
Tuan Husen terkekeh " Hanya satu kali putaran kamu bisa menyimpulkan secepat itu , bagus.. bagus.. sesuai dengan reputasimu "
Brian menggeleng " Tuan Husen terlalu memuji "
Mereka kemudian meninggalkan tempat tersebut, Tuan Husen entah pergi kemana , sementara Brian di antar ke hotelnya kembali.
saat di tengah jalan Brian bertanya pada sopir " apa saya boleh jalan - jalan sebentar ?"
" Tentu saja boleh Tuan , anda mau kemana ,biar saya antar " Ucap sopir Tulus.
Brian berpikir sejenak kemudian bicara " bawa saya ke tempat yang bisa untuk bersantai !"
" baik !"
sang sopir langsung melajukan mobilnya ke tempat yang ingin di tuju Brian.
karena mandat dari bosnya, jika dia harus melayani Brian dengan baik.
__ADS_1