
saat Tanti pulang ,Sindi menceritakan semua niat suaminya, Tanti awalnya menolak karena Tanti sdeikit tidak suka dengan sifat Mei sia. Tetapi Sindi dengan sabar mengajak saudarinya tersebut, dan akhirnya Tanti menyetujui ajakan Sindi.
Ke esokan harinya Mereka berangkat dengan Mobil David .
David menjadi penunjuk jalan sekaligus sopir buat Brian dan kedua istrinya.
beberapa jam kemudian mereka sampai di ungaran setelah sore hari, Brian dan kedua istrinya turun dari mobil di susul David terakhir turun.
saat Brian di tunjukan tempat tinggal Mei sia oleh David, hatinya terasa perih, pasalnya rumah yang di tinggali istri ketiganya itu sangat kecil.
Brian ingin bergegas memasuki rumah ,tapi sindi mencekal lengannya dan menggeleng " jangan seperti ini sayang ..," ucapan lembut Sindi menghentikan langkahnya.
Tanti menimpali " aku tahu kamu ingin bertemu dengan Mei sia, tapi jangan seperti itu jika di depan kami, setidaknya sedikit perhatikan perasaan kami !" Tanti yang dari awal ikut karena terpaksa, dia melontarkan cibiran pada suaminya.
Brian menoleh ke belakang, dia memandang kedua istrinya " maaf... lagi - lagi aku di kuasai ego " Brian menghela napas kasar.
Sindi langsung merangkul tangan Brian dengan senyum semanis mungkin agar memecah kecanggungan tersebut.
Sindi memelototi Tanti yang masih berdiri acuh, dia kemudian mengerti kode dari Sindi dan melakukan hal yang sama dengannya.
David yang melihat itu hanya bisa tersenyum kecut, melihat Bosnya sangat mesra dengan kedua istrinya. lagi dan lagi bosnya tidak memperdulikan keberadaanya.
kebetulan warung Mei sia sedang akan di buka saat mereka datang, Brian dan istrinya langsung duduk di kursi panjang yang biasa di sediakan oleh warung - warung di pedesaan.
Brian kemudian membuka suara " Mei sia .."
Brian memanggil nama Mei sia dengan lembut, sebenarnya Brian ingin lansung memeluknya, tapi dia ingat dengan perkataan Tanti barusan.
Mei sia terlonjak kaget saat mendengar suara orang yang mrmanggilnya, pasalnya dia hapal betul dengan suara tersebut.
Mei sia menoleh ke arah suara " Zan long !" Mei sia sedikit berteriak saat memanggil nama suaminya.
Mei sia langsung bergegas melangkah masuk, tetapi Tanti dengan sigap berdiri dan mencekal lengannya " Tidak seperti ini cara menyelesaikan masalah !"
__ADS_1
Sindi kemudian berdiri dan menimpali " saudari Mei sia duduklah, kita bicarakan ini baik - baik ! ".
Mei sia menghempaskan Tangan Tanti " bicara apa lagi ?!, aku gak pantas bersanding dengan kalian !, aku sadar posisiku !" bulir bening seketika menetes dari pelupuk mata Mei sia.
Brian langsung bangkit dan memeluk Mei sia " sayang.. kamu salah paham, kami tidak pernah punya niatan buruk padamu percayalah.. " Brian mengelus - elus puncak kepala Mei sia.
Mei sia masih saja keras kepala, tetapu nada bicaranya sudah sedikit lembut " tapi.. aku tidak seperti wanitamu yang lain Zan long !, aku tidak memiliki keahlian apapun !"
Brian tersenyum dan mencium kening Mei sia " sayang.. apa kamu pernah mempertanyakan asalku dari mana waktu aku hilang ingatan ?, sama sepertimu aku juga tidak mempermasalahkan hal kecil seperti itu !, kita pulang yah ?"
Mei sia mendongak menatap suaminya , saat dia mau mengucapjan sesuatu Sindi berbisik padanya " kata siapa kamu tidak punya keahlian saudara Mei sia, kita punya keahlian yang sama ,bisa melahirkan anak Brian !" Walaupun berbisik tetapi ucapan Sindi terdengar oleh Tanti dan David.
Tanti menyilangkan tangannya di depan dada , dia menggembungkan pipinya " iya kalian sudah punya anak dan aku belum !"
Tanti menatap suaminya " Sayang.. sekarang tiap malam kamu harus ke kamarku dulu, aku mau membuktikan oada mereka ,aku juga bisa hamil !"
David menutup mulutnya agar tidak tertawa, pasalnya dia tahu jika tertawa pasti Tanti akan marah padanya.
Sindi semakin menggoda Tanti " oh iya... kita sudah tidur bersama Brian hampir satu bulan, tetapi belum ada tanda - tanda tuh !"
Tanti menghentak - hentakan kakinya seperti anak kecil mau menangis " Sindi..!, aku juga ingin punya anak, tetapi tuhan belum memberikannya padaku !"
Sindi sengaja mengejek Tanti agar suasana menjadi cair, pasalnya pemikiran Sindi paling dewasa dari kedua saudarinya .
Mei sia sedikit tersenyum melihat kelakuan mereka, dia sedikit teringat dengan ucapan David kemarin, ternyata David tidak melontarkan omong kosong belaka.
" hais.. kalian ini.. ,Jadi pulang ber..." Brian memutus ucapannya saat melihat senyum Mei sia , dia sudah lama tidak menyaksikan pemandangan tersebut.
Mei sia kembali menatap suaminya " aku masih betah di sini Zan long !" Mei sia masih enggan memanggil Brian dengan panggilan sayang.
Brian diam sebentar kemudian memikirkan sebuah ide " Bagaimana kalau kita menginap semalam di sini ?"
Sindi dan Tanti saling menatap ,mereka kemudian menganggukan kepalanya tanda setuju.
__ADS_1
Sementara David yang bingung, rumah itu sangat kecil ,paling cuma ada dua kamar, terus dia tinggal dimana.
di desa tersebut juga jauh dari perkotaan, jadi otomatis tidak ada hotel ataupun tempat menginap lainnya.
David menganggkat tangannya dan buka suara " Tuan Axel maaf menyela... kalau kalian akan menginap di sini , aku tidur dimana ?"
Bukan Brian yang menjawab tapi malah Tanti yang menyaut " tidur di mana aja kek, di kursi ini, di kolong jembatan, atau di mobil kan bisa, jangan manja deh David !"
Brian terkekeh mendengar jawaban Tanti, pasalnya Tanti orang yang ceplas - ceplos ,dia tidak pernah memikirkan perasaan lawan bicaranya.
mereka kemudaian tertawa bersama ,Mei sia juga ikut tertawa , walau masih malu - malu.
hanya David yang cemberut karena tidak ada yang membelanya.
David mengerutu sendiri saat keluarga besar tersebut memasuki rumah " huh.. nasib seorang jongos ,kemana pun pasti dapat bagian yang tidak enak !"
David kemudi memasuki mobil dengan wajah sendu.
Tanti terbelalak kaget saat memasuki rumah tersebut " astaga .. Mei sia kamu tinggal di tempat seperti ini?"
Mei sia mengangguk " aku dan Zan long bahkan pernah tinggal di rumah yang lebih kecil dari ini !" Mei sia berkata jujur.
Tanti menatap suaminya ,wajah Tanti berubah sendu, dia sekarang tahu alasan suaminya ngotot ingin menemukan Mei sia.
di luar ada lima orang yang mengintip mereka dari balik Mobil , ketiga orang itu tidak tahu jika David ada di dalam Mobil.
orang 1 " bos .. sepertinya mereka keluarga Mei terumi !"
orang 2 " iya bos .. kita akan sulit kalau begini !"
orang yang di panggil Bos memukul kepala orang 1 dan 2 " bletaak... , bodoh kalian, mereka semua wanita, hanya ada satu lelaki !, kita berlima apa yang kalian takutkan !"
David yang tadi mau menegur mereka ,tidak jadi karena mendengar nama Mei terumi, dia meringkuk di bawah jok agar tidak kelihatan. dia kemudian . mengetik pesan memberi tahu orang - orangnya yang masih mengawasi rumah Mei sia, agar mereka mengawasi lima orang pria tersebut.
__ADS_1