
Semakin Brian dan Mira seperti itu, Mira semakin Berani.
tangan Mira Mengusap - usap Pusaka Brian yang masih tertutup celana.
sontak saja Brian langsung menatap Mira dan berkata " Kamu yakin mau membangunkan adik kecil, jangan salahkan aku kalau kamu besok tidak bisa berjalan " ucap Brian menggoda Mira.
Tapi Mira malah memasukan tangannya ke dalam celana, dia menatap Brian kemudian tersenyum .
Adik kecil langsung membengkak karena sentuhan Mira.
Brian yang libidonya mulai naik langsung melahap bibir Ranum Mira.
Mereka berdua berpagutan dengan Mesra, tidak ada paksaan, tidak ada obat perangsang ,yang ada hanya sepasang insan yang sedang menikmati cinta.
Mira langsung merangkak naik ke tubuh Brian dan mendudukinya dengan Bibir yang masih menempel.
Brian kemudian memegang bagu Mira untuk melepaskan pagutannya.
Mira mendesah kesal, pasalnya dua kali Brian melakukan hal itu " Kenapa berhenti lagi " protes Mira pada Brian.
Bruan tersenyum " Mandi dulu gih, bau Acem " Brian menutup hidungnya.
Mira mendengus kesal , dia langsung bangkit dari tubuh Brian dan masuk kamar Mandi , dia menutup pintu sangat kencang " braaakk..!"
Brian menggeleng , dia kemudian bangkit dan menghampiri Kamar mandi.
walaupun Mira menutup pintu, tapi dia tidak menguncinya.
Mira sedang mrnyilangkan tangan di depan Bak Mandi sambil menggerutu " apa sih mau Tuan Axel, apa dia cuma mempermainkanku "
Brian yang sudah masuk kamar Mandi tanpa di dengar Mira, dia memeluk Mira dari belakang dan berbisik " kita main sambil mandi Beb " Brian menanggalkan semua pakaian yang Mira kenakan dan langsung menusuknya dari belakang.
karena selongsong Mira yang masih terasa perih, Mira memekik " awww!!"
" kenapa ?, apa mau berhenti ?" Ucap Brian pada telinga Mira.
Mira menggeleng, dia memegang kepala Brian kemudian memagut bibirnya.
__ADS_1
rasa perih yang terasa berubah menjadi nikmat, ketika pelumas cinta Mira mulai membasahi pusaka Brian.
Brian memompa Mira dengan Mulus , dia memainkan Gunung kembar jumbo yang bergoyang - goyang akibat pompaannya.
Mira mulai mengikuti irama Brian, Pinggulnya mulai mengikuti pompaan Brian.
Mereka berdua hanya bermain 2 ronde, pasalnya Brian tidak ingin menyakiti Mira lebih lanjut.
Mereka kemudian mandi bersama , saling membasuh satu sama lain.
jika ada orang yang melihat, mungkin di kira mereka pengantin baru yang sedang asyik - asyiknya memadu cinta.
Setelah mereka selesai, Brian dan Mira Mrmakai Baju, Mira layaknya seorang istri, dia membantu Brian memakai pakainnya.
Brian Menatap Mira kemudian berkata " Mira apa kamu sudah siap bertemu istri - istriku ?"
Mira sedikit terkejut saat di tanya seperti itu " Ma..maksud Tuan Axel ?" Walaupun sudah berhubungan badan, tapi Mira tetap memanggil Brian Tuan Axel.
Brian memegang Pipi Mira " Kita sudah seperti ini, apa kamu tidak ingin hubungan kita di resmikan ?"
Mira memegang tangan Brian yang memegang pipinya " kalau mereka menolakku ?" Mira malah balik bertanya.
Mira mengulas sebuah senyum, dia kemudian menghambur ke pelukan Brian " terima kasih Tuan Axel "
Brian menyambut pelukan Mira, dia memandangi Wanita di depannya dengan pilu.
...----------------...
Flasback on;
saat Brian bangun dari tidurnya dia bergegas ke kamar Mandi, dia membersihkan diri ,kemudian memakai pakainnya.
saat Brian sedang merapikan penampilannya di cermin meja Rias Mira.
Brian menemukan buku harian Mira, dia membacanya .
Dia membaca halaman demi halaman.
__ADS_1
,Mira mengikuti pacarnya dan meninggalkan orang tuanya , tapi kemudian mencampakannya.
Mira depresi karena dia di tinggalkan pacarnya di kontrakan tanpa satu orangpun yang mengenalnya.
Mira semakin prustasi6karena dia harus berjuang sendirian untuk mencukupi kehidupannya.
saat Mira mulai lelah dan sudah tidak kuat dengan kehidupaannya, dia mencoba bunuh diri.
di situlah Mira bertemu dengan Bawahan Martin dan di bujuk untuk tetap bertahan menjalani hidup.
Mira akhirnya mau mendengarkan bawahan Martin, Kemudian dia mencoba membuka lembaran baru.
Mira juga di kenalkan dengan Martin, dia kemudian bekerja di Axel industri yang waktu itu baru di rintis.
waktu itu posisi Mira madih karyawan Biasa ,tapi dia mulai menikmati kehidupan barunya.
satu tahun dia bekerja dan sudah punya cukup uang , dia kemudian mengambil cuti untuk menemui orang tuanya.
tapi saat dia pulang dari rumah , dia terkejut karena rumahnya terbengkalai.Mira bertanya pada tetangganya ,kemudian dia di beri tahu jika kedua orang tuanya telah meninnggal Karena sakit.
Sang Ayah terkena serangan jantung setelah Mira meninggalkan mereka , kemudian hanya ber selang tiga bukan ibunya menyusul sang ayah karena sakit - sakitan.
Mira sangat terpukul, dia kemudian kembali ke jakarta untuk melanjutkan hidupnya yang sebatang kara.
kemudian Mira di angkat sebagai CEO karena kinerjanya yang memuaskan, Mira sangat senang, tapi kebahagiaanya hanya berlangsung sebentar.
karena setelah satu bulan dia jadi CEO , Reno tiba - tiba di paksa menjadi asistennya, Mira awalnya menolak ,tapi Ayah Reno mengancamnya.
Mira terpaksa menerimanya , di situlah Mira mulai tertekan ,walaupun di CEO tapi dia bagaikan seorang pembantu , dia seakan hanya boneka bagi Reno.
kemudian yang terbaru Sebastian yang merupakan teman Reno ,memanfaatkan hal tersebut, dia juga ikut - ikutan menekan Mira untuk menjebak Brian.
Itulah mengapa Brian bisa dengan cepat mengendus kebusukan perusahaannya, pasalnya Mira selalu menulis diarinya tiap malam.
maka dari itu saat Brian ke ruangan Mira dia langsung meneliti laporan ke uangan dan menemukan bukti - bukti tersebut.
Flasback off.
__ADS_1
...----------------...
Brian masih memeluk Mira dengan tulus , Brian membatin ' sudah saatnya kamu bahagia, aku tidak akan membiarkanmu sendirian lagi Mira !"