
bab ini sebenarnya udah aku up dari semalam.
tetapi tidak lolos review karena ada adegan dewasa. jadi terpaksa aku rubah babnya.
jangan salahin author salahin novelton yang membuat adegan dewasanya kentang 😂😂😂
Brian kemudian mengangkat Viona ke ranjang , Brian memandang Viona yang sedang pasrah menunggu dia melakukan gerakan selanjutnya.
tetapi tiba - tiba Brian teringat ketiga istrinya, dia kemudian menggelengkan kepalanya, dia tersadar sedang melakukan kesalahan.
Brian bergegas meninggalkan Viona yang terbaring di ranjang dan duduk di lantai " maaf Viona, aku tidak bisa !"
Viona menghela napas kemudian bangun dan duduk di tepi ranjang " Kenapa Brian..., tidak akan ada yang menyalahkan kita !, toh ini kemauanku !'
" Bukan begitu Viona, aku tidak bisa menghianati istri - istriku !" Brian berkata dengan tegas.
Viona kemudian menghampiri Brian, dia duduk di sampingnya dan menyenderkan kepalanya pada bahu Brian " Brian.. asal kamu tahu, aku hanya melakukan ini untukmu, aku tidak pernah seperti ini sebelumnya, apa kamu tidak memikirkan perasaanku !"
Brian melirik Viona yang masih menyenderkan kepalanya, dia melihat bulir bening mengalir di pelupuk mata Viona.
Brian merasa bersalah , tetapi dia juga sadar jika yang di lakukan mereka juga salah.
Brian menghela napas " Viona.. kita jalani saja dulu, jujur aku belum bisa menerima menerima kamu sepenuhnya dan aku juga khawatir kamu akan sakit hati jika ketiga istriku tidak merestui kita !, maaf..Viona "
Viona mengangguk mengerti, dia juga tidak mau menuntut lebih , dia hanya bisa berharap kelak bisa bersama Brian.
Ke esokan harinya Viona terbangun di ranjang ,dia menoleh kanan kiri dan melihat Brian sedang tidur di sofa.
Viona tersenyum ,dia bergumam dalam hati " andai setiap pagi aku bisa melihat wajahmu di sampingku Brian !"
Viona menggeleng, dia menghirup napas kemudian mengeluarkannya, dia melakukan itu agar pikirannya kembali tenang.
setelah sudah tenang, dia teringat ucapan Carla ,Asistennya jika Axgreen Corporation sedang di tekan oleh Black Company.
Viona kemudian mengambil ponselnya dan menekan nomor Carla ,setelah panggilan di angkat Viona langsung berbicara " Carla peringatkan Black Company , jika mereka berani menyentuh Axgreen Corporation !"
Viona menghela napas sebentar kemudian melanjutkan " White Grup akan turun tangan langsung menghancurkan mereka !" Viona langsung mematikan ponselnya.
...----------------...
Carla yang masih di rumah tercengang saat mendengar ucapan bosnya.
Carla menghela napas kemudian bermonolog" huh.. Kamu benar - benar Berubah Nona White !"
__ADS_1
Carla Madison adalah teman baik Viona semenjak di universitas , Carla sangat mengidolakan Viona karena kecerdasannya, Carla selalu berusaha mengejar prestasi Viona, tetapi hasilnya selalu tidak sesua harapan, Viona selalu ada selangkah di depannya .
setelah itu Carla memutuskan untuk mengikuti Viona apapun yang terjadi, Karena itu dia memutuskan jadi asisten Viona .
...----------------...
kembali ke apartemen Viona ..
Viona bangkit dari ranjang dan menghampiri Brian, dia membisikan sesuatu " sayang... "
Suara nan lembut itu membuat Brian merinding walaupun dalam tidurnya, Brian mengerjapkan matanya dan kaget saat melihat wajah Viona yang dekat dengannya.
" Viona kamu sudah bangun ?!" Brian bertanya sambil menguap.
Viona tersenyum " baru aja bangun , Mau melakukan pagi - pagi ?" Viona menggoda Brian dengan menggigit bibir bawahnya.
Brian menelan ludah , dia kemudian menggeleng " Mandi dulu gih, jangan aneh - aneh di pagi buta begini !"
Viona tersenyum kecut " Maunya Mandi sama kamu .." Viona menyenderkan kepalanya di bahu Brian dengan manja.
" Viona .. kamu Nona keluarga white !, setidaknya hargai sedikit nama keluarga kamu !, jangan seperti ini !" Brian mendesah kesal.
" Biarin.., sama kamu ini !" Viona malah merangkul lengan Brian.
Tetapi Viona menurut pada Brian dan pergi mandi, yang membuat Brian semakin kehilangan akal saat Viona keluar dari kamar mandi tanpa mengenakan sehelai benangpun.
Brian benar - benar di buat takjub dengan keindahan tubuh Viona, dengan gunung kembar yang masih kencang, Body yang ramping ,Pinggul Yang montok dan paha yang mulus, membuat Brian menelan ludah.
detak jantung Brian seperti sebuah tabuhan Drum band yang begitu cepat, darahnya mengalir deras sampai kepala hingga Brian mimisan.
Viona yang melihat itu bergegas menghampiri Brian membawa Tisu, tapi konyolnya Viona masih telanjang ,dia berjongkok di depan Brian ,sontak saja terpampang sebuah hutan kecil dengan belahan goa di tengahnya yang terpampang indah.
Brian sudah tidak tahu harus berbuat apa , dilihat dosa tidak di lihat menolak rejeki, dia hanya bisa menelan ludah beberapa kali , sambil menahan napsu birahinya.
Brian kemudian berkata " Viona .. pake bajumu terlebih dahulu !"
Viona melihat tubuhnya sendiri ,kemudian menjerit ' arghhhhhh !"
Viona langsung berlari ke kamar mandi dengan gunung kembar yang mantul - mantul dan pinggul yang bergoyang - goyang.
Viona menutup kamar mandi dengan wajah yang memerah, semerah tomat. dia malu karena bertindak ceroboh.
tetapi dalam hati dia bangga karena membuat Brian seperti itu, berarti Brian juga sebenarnya menginginkan dirinya.
__ADS_1
Viona tersenyum sendiri di kamar mandi.
sementara Brian yang di luar masih terbengong di tempat, dia tidak menyangka akan menyaksikan keindahan seoranga Nona White secara gratis.
walaupun Brian sudah sering melihat istrinya, tetapi itu berbeda , karena rumput tetangga lebih hijau di banding rumput sendiri.
" tidak.. tidak.. aku tidak boleh begini, kamu harus tenang Brian !, kamu sudah memiliki tiga orang istri !" Brian bermonolog sendiri.
Viona kemudian keluar dari kamar mandi sudah berpakain lengkap , Viona tidak berani memandang Brian ,begitu juga Brian yang tidak berani menatap Viona.
suasana menjadi canggung di kamar tersebut. Beberapa menit mereka tidak saling bicara , hingga ruangan tersebut menjadi hening.
Tiba - tiba ponsel Brian berdering " ada apa Martin ?" Brian menjawab telepon tersebut.
" kamu dimana ?, ini sudah siang , cepat kemarilah ada berita bagus !" Martin menyaut di seberang telepon.
" aku sedang menemani Nona White, nanti aku ke sana !"
" No.. nona White, kamu bersama nona Whit Brian ?" Martin bertanya kaget.
" ya.. kenapa ?"
" tidak.. tidak.. lanjutkan tugasmu !" Martin langsung menutup telepon.
Brian menghela napas " dasar kau ini Martin..!"
...----------------...
" di mana Tuan Axel ?, tuan Martin ?" Green bertanya pada Martin.
Martin mengulas sebuah senyum " Ternyata yang membantu kita Nona White, dan saya yakin tidak ada yang berani mengganggu perusahaan lagi !"
green mengerutkan keningnya " apa maksud anda Tuan Martin ?"
" Tuan Axel sedang bersama Nona White, dan artinya .." Martin sengaja memotong ucapannya.
" maksud anda mereka bermalam satu kamar !" green terlonjak kaget.
Martin terkekeh " hahaha... pesona Tuan Axel memang tidak ada duanya ,Nona White bisa dia taklukan dalam semalam.
Green terlonjak kaget, dia tidak percaya jika orang sedingin Viona bisa Brian taklukan secepat itu, pasalnya sudah begitu banyak pria yang berlatar belakang konglomerat juga di tolak mentah - mentah.
Brian bertemu dengan Viona sehari sudah sekamar, green tidak bisa membayangkan bagaimana Brian melakukannya.
__ADS_1