Menjadi Kaya

Menjadi Kaya
bab 46


__ADS_3

Mei sia masih duduk di lantai memandangi suaminya, dia sampai lupa dengan anaknya.


Bu Risma dan David juga duduk di sofa menunggu Zan long sadar dengan Sindi.


sementara Mei terumi menaruh barang - barang di kamar ,dia juga tidak lupa membawa barang kakanya.


tak berselang lama mata Zan long mulai bergerak, dia kemudian membeuka matanya.


" arghh.. "Zan long memegang kepalanya yang masih sakit.


" sayang kamu tidak apa - apa ?" Mei sia bertanya khawatir.


Zan long kemudian menoleh kesamping dan tersenyum " emm.. aku tidak apa - apa, kamu tidak usah khawatir ". Zan long memaksakan senyumnya.


dia kemudian bangkit untuk duduk, Mei sia buru - buru memapahnya " hati - hati sayang !"


Sindi yang melihat kemesraan keduanya sedikit panas , tangannya gatal, dia juga ingin membantu Zan long, tetapi dia ingat kata - kata David, jadi dia mengurungkan niatnya dan hanya bisa mengepalkan tangan.


setelah duduk Zan long menatap Bu Risma, David dan Sindi, dia tersenyum kemudian menatap Mei sia " bisa antar aku ke kamar sayang ,aku ingin istirahat ."


Mei sia mengangguk, dia kemudian memapah suaminya ke kamar, Zan long kemudian berpamitan dengan Sindi dan yang lain " Saya ke kamar dulu ,permisi..!"


setelah mereka pergi, ibu Risma bertanya pada Sindi " sebenarnya apa yang terjadi nak sindi ?"


Sindi menggeleng " entahlah bu.. tiba - tiba Zan long sakit kepala dan pingsan.., tapi dia sempat memandangku dan memanggil namaku , apa hanya perasaanku .."


David tercengang ,dia juga sempat melihat Zan long tersenyum padanya, David berspekulasi sendiri dalam batinnya.


bu Risma memegang tangan Sindi dengan seulas senyum di wajahnya " jangan terlalu di pikirkan.. ibu yakin cepat atau lambat Brian akan ingat kembali .."


Sindi mengangguk , dia setuju dengan ucapan ibu mertuanya, karena biasanya orang yang hilang ingatan ,akan cepat pulih jika melihat sesuatu yang pernah dia lihat dulu.


beberapa hari kemudian..


saat Tanti mau berangkat kerja, tiba - tiba Zan long menghampirinya dan berkata " boleh saya ikut nona Tanti ke kantor ?, saya jenuh di rumah terus.."


Tanti menoleh ke Mei sia yang ikut dengan Zan long di belakangnya.


Mei sia yang tahu maksud Tanti tersenyum " kalau nona Tanti tidak keberatan mengajak suamiku saya tidak masalah ."


Tanti dalam hati bersorak gembira, sebenarnya Tanti ingin berduan dengan Zan long, tetapi karena dia menghargai Mei sia ,jadi dia tidak berani terlalu dekat dengan Zan long sebelum Zan long ingat masa lalunya.


Tanti mengulas sebuah senyum " tentu saja boleh.. sekalian agar suami saudara Mei sia bisa belajar di sana !"

__ADS_1


Zan long tersenyum penuh arti, dia memang ingin melihat Axel Capital , yang kata David perusahaan nomor satu di indonesia tersebut.


mereka memasuki mobil,Zan long dan Tanti duduk di belakang ,karena Tanti selalu berangkat dengan sopir pribadinya.


di twngah jalan Zan long buka suara " Nona Wijaya bgaimana keadaan perusahaan anda ?"


Tanti sedang Berselancar di dunia maya saat Zan long bertanya, dia kemudian tersentak kaget " tunggu.. tadi kamu memanggil aku apa ?"


" saya tanya.. nona Tanti bagaimana keadaan perusahaan anda ?" Zan long tersenyum melihat expresi Tanti.


"apakah aku tadi salah dengar , dia memanggilku nona wijaya ?" Tanti membatin.


" Nona Tanti .. kok bengong ?" Zan long mengayun - ayunkan telapak tangannya di depan Tanti.


Tanti tersadar dari lamunannya " ah .. tidak.. maksud aku.. perusahaanku baik - baik saja !"


Tanti kaget karena seharusnya Zan long tidak mengenal marga keluarga, karena dia dan yang lainnya tidak pernah memberitahu Zan long tentang marga keluarganya.


setelah dua puluh menit perjalanan mereka sampai di Axel Capital, Zan long terkejut dengan bangunan yang megah dan tinggi tersebut.


Zan long terpaku saat keluar dari mobil, Tanti pun menegurnya " hei.. ayo masuk..!"


" Eh.. iya nona Tanti " Zan long tersentak kaget.


" Tu..Tuan Axel.."


" astaga itu Tuan Axel kan ?!"


" jadi Tuan Axel masih hidup ?"


" aku harus mengambil foto Tuan Axel !"


karyawan yang mengenal bos besarnya dulu, semuanya tercengang saat melihat Zan long, diantara mereka ada yang memotret Zan long dan mengupload di Twitter.


@_HetyCutee " WELCOME BACK My Boss!"


dia memposting foto Zan long dengan sebuah kata di bawahnya.


Seseorang yang mengikuti akun tersebut, mengenal Axel Brian dia pun membagikan postingan tersebut.


satu demi satu membagikan postingan tersebut ,hingga akhirnya menjadi Trending di aplikasi tersebut.


warganet gempar dengan kembalinya Axel Brian ,sebagian mereka yang berkomentar merupakan pebisnis muda yang senang berselancar di dunia maya.

__ADS_1


@_LuLuLucu " Apakah itu benar - benar Axel Brian ?"


@_DarkBisnis " Astaga ..si jenius kembali !"


@_putriKece " ganteng banget.. aku mau jadi pacarnya !"


@_MelehoyHoy " Woi .. ada yang bisa ngasih tahu siap orang itu ?"


@_asepBerlian " yang komentar diatas ,lu diam aja , kalau gak tahu Raja bisnis !"


Komentar - komentar meledak membahas kembalinya Bos Besar Axel Capital, dari kalangan pebisnis ,hingga orang yang tidak tahu siapa orang yang di foto.


Mereka berkomentar berdasar persepsi mereka masing - masing, ada yang menyanjung mengkritik hingga yang berkomentar tidak jelas.


Zan long dan Tanti masuk ke ruangan Martin , Tanti menyerahkan Zan long pada Martin ,sementara Tanti langsung ke ruangannya.


Zan long duduk di depan Martin " Apa kabar Martin ?"


Martin Mengerutkan keningnya " saya baik .. Anda sendiri ?"


" kamu masih seperti dulu Martin " Zan long bicara dengan acuh.


Martin tersentak kaget saat mendengar ucapan Zan long , dia kemudian berdiri " jangan bilang kamu..?"


Zan long mengangguk dia kemudian berkata " seperti yang kamu pikirkan ,aku sudah mengingat semuanya..., tapi kamu jangan bilang ke semua orang dulu , aku ingin Menjelaskan pada istri ketiga ku pelan - pelan , agar dia tidak syok..!"


Martin menangis dia langsung memeluk Brian " Brian.. sudah lama aku menantikan hari ini !"


" sudahlah... jangan cengeng seperti ini Martin !, hanya kamu yang bisa aku percaya selama ini, jadi aku hanya memberi tahu kamu " Brian menepuk - nepuk punggung Martin.


Martin kemudian melepaskan pelukannya pada Brian " aku akan melakukan seperti yang kamu mau Brian " Martin mengusap air matanya dan tersenyum.


Martin kemudian bertanya " jadi.. bisakah kamu ceritakan kejadian tiga tahun ini kamu dimana ?"


Brian menghela napas, dia menjelaskan pertemuannya dengan Mei sia, hari - hari yang dia lewati di pulau tersebut.


" jadi begitulah.. " Brian tersenyum kecut.


Martin menatap Brian dengan sendu " jadi .. maksud kamu, di pulau senkuku masih banyak masyarakat kurang mampu ?"


" bisa di bilang begitu, aku ingin mengembangkan pulau tersebut, aku ingin tanah kelahiran istriku makmur ,tidak ada lagi orang - orang yang kekurangan seperti kami !" tatapan Brian berubah tajam.


Martin tersenyum, sudah lama dia tidak melihat tatapan itu, Orang di hadapannya benar - benar orang yang dulu mengajaknya untuk menggenggam dunia.

__ADS_1


__ADS_2