
Mira merasa nyaman di peluk Brian, Bruan juga mulai merasakan perasaan pada Mira, walaupun awalnya hanya rasa kasihan padanya, tapi setelah dia bercocok tanam dengan Mira ,Brian mulai merasakan gejolak tersebut.
mungkin Itu sebagian dari Napsu Brian, tapi Brian juga memiliki kepekaan terhadap Wanita, jika dia selalu bersama Wanita dia Akan mendapatkan Rasa itu.
Aisyah juga sebenarnya mulai ada di hati Brian, Tapi Brian mencoba menolaknya karena dia pikir ,jika Aisyah bisa mendapatkan Pria yang lebih baik darinya.
Berbeda dengan Mira yang dari awal sudah sendirian, Brian meyakini jika Mira tidak akan mudah untuk mendapatkan Pria yang dia inginkan , untuk itulah Brian berinisiatif ingin membuka hatinya untuk Mira.
satu minggu Berlalu , Brian sudah mengganti Semua karyawan yang bermasalah, dia juga mewancarai karyawan yang kompeten untuk menggantikan kedudukan 5 petinggi yang korup.
Ruslan dia angkat sebagai CEO menggantikan Mira, pasalnya Ruslan memiliki kemampuan tersebut menurut Brian.
Carut Marut Axel Industri , perlahan tapi pasti mulai stabil, Phk Besar - besaran dan pergantian karyawan dalam Waktu Satu minggu membuat semua petinggi kagum dengan pengaturan bosnya tersebut.
Mereka sekarang percaya jika bosnya bisa melakukan apapun yang dia inginkan, untuk itulah mereka bertekad bekerja dengan giat lagi.
Sementara Mira , dia selalu menemani Brian kemanapun dia pergi, Mira sekarang sudah berani bermanja - manja pada Brian.
Tapi Brian tidak mempermasalahkannya, Karena tujuannya juga ingin membahagiakan Mira.
Hari demi hari Brian dan Mira lewati, Mereka menata semua yang di perlukan Axel industri.
Setelah semuanya selesai Hari ini Brian dan Mira berencana kembali ke Brebes di kediaman Brian dan ke empat istrinya.
Mira sedikit tegang ,pasalnya dia takut ke empat istri Brian tidak akan menerimanya.
Di Dalam Mobil Mira bertanya pada Brian " Tuan Axel , apa kamu yakin mereka akan menerimaku ?" ucap Mira sendu
Brian tersenyum " percayalah Mereka pasti akan menerima kamu "
Brian menarik kepala Mira ke bahunya agar menyender padanya.
Mira tersenyum masam , dia menatap Brian yang beberapa hari ini selalu bersamanya.
__ADS_1
Setelah 6 jam perjalanan mereka mulai memasuki wilayah Brebes, Brian menunjuk ke sopir jalan menuju Vilanya.
Setengah jam kemudian ,mobil sampai di depan gerbang.
Brian membuka kaca jendela mobil agar security melihatnya.
saat Security meihat wajah bosnya dia langsung bergegas membukakan gerbang, tapa bertanya apapun.
mobil melaju maduk ke dalam halaman Vila, sebelum akhirnya berhenti di depan pintu Vila.
karena Brian tidak memberitahu kepulangannya ,jafi tidak ada yang menyambut dirinya.
Mereka turun dari mobil, Mira begitu takjub saat melihat kediaman Brian " Tuan Axel , apakah ini Rumah kamu ?" ucap Mira antusias.
Brian mengangguk " Ayo masuk !"
Brian berjalan di depan ,sementara Mira mengikutinya dari belakang , Mira mengedarkan landangannya kesana - kemari melihat ke indahan Vila tersebut.
Karena pintu Vila selalu terbuka jika siang hari , Brian langsung nyelonong masuk tanpa menekan bell ataupun permisi, dia hanya mengucapkan salam lirih ,yang tentu saja tidak di dengar orang - orang yang di dalam.
Tanti yang melihat Brian duluan berteriak " Sayang ..!!!"
Tanti langsung berlari menghampiri Brian tanpa memikirkan perut buncitnya.
Brian membuka kedua tangannya sambil tersenyum untuk menyambut pelukan Tanti, Tanti kangsung menghambur Ke pelukan Brian dengan bersemangat " Kenapa tidak memberitahu jika kamu akan pulang " Tanti memeluk Erat Brian.
Brian melepaskan lelukan Tanti " Sayang hati - hati " Brian menunjuk perut Tanti.
Tanti memeledkan lidahnya " maaf sayang aku lupa, habisnya aku kangen banget sama kamu " Tanti merangkul Tangan Brian dengan manja.
Viona juga langsung menghambur ke Brian dan mengecup Bibirnya " lama banget kamu pulangnya sayang "
Mereka berdua bermanja - manja dengan Brian, Mira yang melihatnya jadi iri , dia juga ingin bermanja - manja dengan Brian, tapi dia sadar jika dirinya masih bukan apa - apanya Brian.
__ADS_1
Dia hanya diam mematung di belakang Brian, Viona yang melihat Mira bertanya " Siapa dia sayang ?"
Tanti menoleh ke arah tatapan Viona , Tanti memandang Mira dari atas sampa ke bawah, Pinggul yang sintal, gunung kembar berukuran jumbo yang melebihi punya mereka ber empat, paras Cantik dengan kaca mata menghiasi wajahnya.
Tanti yang ceplas - ceplos langsung menebaknya " Kenapa sih setiap pulang dari kerja pasti dapat wanita !" Tanti menggembungkan pipinya.
Viona menatap Brian dengan Tajam " Sayang !!, coba jelaskan !!"
Brian tersenyum kecut " nanti aku ceritakan semuanya, biarkan kami membersihkan diri dulu, kalian panggil saudari - saudari kalian Di kamar utama oke !"
Tanti menggeleng ,dia tidak melepaskan rangkulannya pada tangan Brian, sementara Viona mengangguk, dia langsung bergegas memanggil saudari - saudarinya.
" Mira kamu ikut kami " ucap Brian lembut.
Mira mengangguk, dia mengikuti Brian dan Tanti ke kamar utama ,saat sudah dalam kamar ,Brian menyuruh Mira untuk membersihkan diri lebih dulu.
sementara Tanti dan Brian mengobrol membahas Mira " sayang .. apa kamu akan menikahinya ?:
Brian tidak menjawab tapi memberikan diari Milik Mira yang sengaja dia simpan pada Tanti " Bacalah !"
Tanti mengerutkan keningnya , Brian yang tahu maksud Tanti tersenyum " kamu akan tahu kenapa aku mau menikahinya "
Tanti kemudian membaca Diari tersebut , Wajah Tanti berubah serius , dia membaca halaman demi halaman, saat baru beberapa halaman dia membaca.
Ketiga saudarinya memasuki kamar, Sndi dan Mei sia yang baru melihat Brian langsung menerkam Brian dia kasur.
" sayang .. sudah dulu aku lelah banget loh " Ucap Brian yang di tindih Sindi dan Mei sia karena memeluknya.
Sindi dan Mei sia terkikik geli melihat suaminya dengan tampang memelas seperti itu.
Viona yang melihat Tanti sedang membaca sebuah buku mendekat, dia kemudian ikut membaca juga.
Sementara Sindi dan Mei sia yang tidak biasanya melihat Tanti begitu serius jika melihat sesuatu ,ikut menghampiri Mereka .
__ADS_1
Sindi dan Mei sia pun ikut terlarut dalam buku tersebut, Brian yang melihat itu hanya tersenyum, dia tidak mengganggu Mereka yang sedang masuk dalam dunia Mira.