Menjadi Kaya

Menjadi Kaya
bab 47


__ADS_3

Martin duduk dengan tegap ,kemudian bertanya " Jadi .. apa rencanamu sekarang ?"


Brian tersenyum ke arah Martin " Bagaimana perkembangan Ai Abys ?" Brian balik bertanya pada Martin.


" cukup bagus... sekarang sudah bisa di terapkan di Komputer " Martin berkata jujur.


" aku sudah menduga jika ai Abys ini akan berkembang lebih pesat !" Brian diam sebentar kemudian melanjutkan.


" sebenarnya aku sudah merencanakan ini dari dulu, Tapi karena kecelakaan pesawat itu.. aku jadi melupakan semuanya., Mungkin ini saat yang tepat untuk Axel Capital memulai turun kelingkungan Agrobisnis, Aku ingin pertanian di negara kita lebih maju, dengan adanya Ai Abys ini , aku rasa akan lebih cepat untuk merubah sistem pertanian di negeri ini !" Brian berkata dengan mantap.


Martin berpikir sejenak " tetapi.. bukankah itu akan sulit menerapkan di pertanian kita, ya mungkin itu akan bekerja pada petani yang sudah mapan, terus bagaimana dengan buruh tani ? , jika kita menyediakan alat - alat yang lebih maju ?, bukankah itu akan mematikan mata pencaharian mereka Brian ?"


Brian tersenyum " untuk itu Axel Capital akan memberikan modal untuk buruh tani agar mereka bisa menjadi mapan !"


Martin tercengang dengan pemikiran Brian, pasalnya memberikan modal untuk buruh tani itu sesuatu yang tidak masuk akal, mereka saja tidak mempunyai tanah, terus apa yang mau di jadikan sebagai jaminan.


Martin kemudian mengutarakan apa yang ada dalam pikirannya " Brian.. bukankah itu mustahil untuk di lakukan ..?!"


Brian mengangkat tangannya agar Martin diam ,dia kemudian bicara lagi " aku tahu apa yang kamu pikirkan Martin.. , di pertanian ada sistem bagi hasil untuk pemodal dan yang mengelola !, kita akan memakai sistem itu !, untuk tanahnya ,aku ingin kamu menyuruh orang membeli tanah seluas mungkin, tetapi jangan memaksa orang yang tidak ingin menjual tanahnya, jika sudah dapat ,kita akan uji coba di tanah tersebut !"


Brian yang sejatinya anak seorang petani, dia paham betul seluk beluk masalah pertanian, dia juga tahu tentang sistem sewa tanah atau juga bagi hasil. Brian akan menerapkan sistem itu dan berusaha untuk tidak merugikan siapa pun, tetapi harus memberi untung untuk kedua belah pihak.


" Martin kamu hubungi penanggung jawab Ai Abys, suruh mereka membuat beberapa alat pertanian untuk contoh dulu , aku ingin satu bulan selesai !" Brian memberi perintah dengan acuh.


Martin menghela napas kasar " huh.. kamu tidak pernah berubah Brian . baik aku akan lakukan sesuai kemauanmu ."


Brian mengangguk, kemudian mereka membahas lebih detail tentang kondisi Axel Capital yang sekarang, pasalnya Brian sudah tiga tahun meninggalkan perusahaannya.


Martin juga menjelaskan ,jika anak perusahaan sudah di bagi - bagi menurut bidangnya masing - masih, Contohnya Axel Company yang berfokus pada penellitian tentang komponen Ai sistem, Axel Corporation mencakup semua pembuatan masal produk mereka dan Axel Capital yang menjadi induk dari kedua perusahaan tersebut.


saat mendengar ucapan Martin, Brian begitu takjub dengan pemikiran Martin.


" aku memang tidak salah bekerja sama denganmu Martin !" Brian tersenyum cerah.


Martin menggeleng " itu bukan ideku Brian.. kedua Istrimu yang memikirkan semua itu, aku hanya menjalankan intruksi dari mereka ."


Brian tercengang saat mendengar itu, tetapi Martin menjelaskan secara detail, tentang kedua istrinya semenjak di tinggal Brian, mereka lebih bijak dan bisa menghandle semua pekerjaan Brian.

__ADS_1


terutama Tanti yang sekarang memegang semua kendali perusahaan, sementara Sindi membantu Tanti dari balik layar, pasalnya dia harus mengurus anaknya yang masih kecil.


Brian dan Martin masih membicarakan detail tentang perusahaan, Sementara di luar gerbang perusahaan sudah banyak wartawan yang berkerumun karena mendengar kembalinya Axel Brian.


" Nona Tanti di luar gerbang banyak Wartawan !" Silvia asisten Tanti bergegas memberitahu atasannya.


Tanti yang sedang sibuk memilah - milah berkas mendongak " wartawan ?, mau apa mereka kemari ?"


" Nona.. lihatlah ini !" Silvia memberikan ponselnya.


Tanti menerima ponsel Silvi, matanya langsung membelalak " astaga..!, sejak kapan foto ini di upload ?!"


" kira - kira Baru dua jam Nona !" Silvia membalas ucapan Tanti dengan sigap.


Tanti menekan pangkal hidungnya , dia mau tidak mau harus membuat konferesi pers agar wartawan itu tidak mengganggu kinerja karyawan di perusahaan.


Tanti menghela napas " persiapkan konferesi pers sekarang Silvia !, saya tidak mau masalah ini jadi semakin heboh !"


Silvia mengangguk, dia kemudian keluar ruangan untuk mempersiapkan konferesi pers di aula perusahaan.


padahal dia semenjak masuk perusahaan tidak kemana - mana, dia berbincang dengan Martin di ruangannya.


Martin terkekeh saat melihat Brian kebingungan " hahahaha .. hidung para wartawan memang selalu tajam !"


Brian menghela napas " huh.. kamu ini !"


Martin hanya menggendikan bahunya.


Beberapa saat kemudian ruang konferesi pers sudah siap, wartawan juga sudah masuk dan duduk dengan rapi di tempat yang sudah di sediakan.


Tanti datang bersama asistennya ,sementara Brian masih bersiap di ruangan Martin.


Saat Brian dan Martin datang wartawan mulai heboh, mereka saling memandang dan berdiskusi.


" astaga.. itu beneran tuan Axel !"


" ternyata berita itu benar adanya !"

__ADS_1


" kita beruntung berada di sini ."


" ya kamu benar !"


para wartawan bersemangat ,saat melihat Brian.


setelah Brian dan Martin duduk, Tanti berdehem " ehem.. Bisa kita mulai ?!"


Wartawan serentak mengangguk , Tanti kemudian mulai bicara " aku tidak tahu kalian mendapat informasi dari mana, sekarang kita di sini untuk memperjelas masalah ini !"


seorang Wartawan wanita berkacamata bertanya " Nona Tanti.. benarkah orang di samping anda Tuan Axel Brian ?, jika itu benar kemana selama ini tuan Axel menghilang?, Bukankah tragedi tiga tahun lalu menjelaskan jika Tuan Axel tidak selamat ?!"


sebuah pertanyaan yang mewakili seluruh wartawan yang ada di tempat tersebut, mereka antusias untuk mendengar penjelasan Dari Tanti.


seketika hening ,tidak ada yang bersuara, karena mereka ingin mendengar dengan jelas pernyataan yang akan di lontarkan Tanti.


Tanti menghela nafas " Dia sebenarnya bu..."


saat Tanti belum selesai menjawab Brian berkata dengan tegas " saya memang Axel Brian !"


Tanti tercengang dengan ucapan Brian, pasalnya dia tidak menyangka jika Zan long akan mengakui dirinya sebagai Brian.


Martin juga ikut tercengang, karena waktu di dalam ruangannya, Brian berkata akan menutupi kesembuhannya sementara, tetapi kenyataannya berbeda, dia memandang Brian dengan heran.


Brian kemudian melanjutkan " sudah lama saya meninggalkan Axel Capital, saya berterimakasih pada istri saya dan para karyawan yang sudah menjaga Axel Capital selama kepergian saya !, dan...dari lubuk hati yang paling dalam saya meminta maaf karena pergi tanpa memberi kabar sedikitpun !"


Semua Wartawan terhipnotis oleh kata - kata Brian, mereka semua tetap diam setelah Brian selesai berbicara selama beberapa detik.


Tanti yang mendengar pengakuan Brian berdiri , dia menatap wajah Brian dengan mata yang memerah.


Brian yang melihat itu ikut berdiri dan meregangkan tangannya agar Tanti memeluknya.


Tanti langsung menghambur di pelukan Brian ,air matanya jatuh membasahi pipi " kamu sudah ingat semuanya sayang ?, hiks..hiks..hikss.."


" maaf.. membuat kalian lama menunggu dan terima kasih sudah mau menungguku sampai sekarang !" Brian mengelus rambut Tanti.


Mereka tidak peduli jika ada banyak orang di situ, rindu yang sudah lama terpendam membuat mereka berdua tenggelam dalam dunianya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2