Menjadi Kaya

Menjadi Kaya
bab 36


__ADS_3

Brian keluar dari Marukawa kompany, Asahi dengan patuh mengikutinya tanpa sepatah katapun, mereka berdua meninggalkan tempat tersebut dan menuju Axel gold tower.


beberapa hari berlalu..


Brian sedang duduk di ruangannya memilah - milah berkas perusahaan yang akan bekerja sama dengan Axel gold tower.


tiba - tiba ponselnya berdering , Saat Brian melihat layar ponsel dia buru - buru mengangkatnya " Halo.. bu.. ada apa ?"


" nak.. kamu cepat pulang dulu, Sindi sepertinya akan melahirkan !" terdengar suara bu Risma yang panik.


" apa..!!, bukankah harusnya awal bulan ?!, ini baru tanggal 25, Rencananya dua hari lagi aku pulang !" Brian panik saat mendengar ucapan ibunya.


Bu Risma membentak " memangnya takdir bisa kamu lihat !!, dasar kamu ini.., cepatlah pulang ,kami di rumah sakit Citra Kusuma!!"


" Baik bu..!, Brian bergegas pulang ..!" Brian menutup teleponnya.


dia kemudian memanggil Asahi, kemudian memberitahu bahannya itu, Brian juga tidak lupa menyerahkan semua pekerjaannya pada Asahi.


Asahi yang mengerti itu langsung menelpon asistennya untuk segera memesan tiket pesawat dengan penerbangan terdekat.


saat sudah dapat tiket pesawat, Brian bergegas ke bandara, dia menunggu dengan cemas, satu menit berasa satu jam, satu jam berasa sehari.


setelah menunggu lama akhirnya pesawat lepas landas, Brian bersyukur karena mungkin tidak akan telat, pasalnya dia hanya butuh waktu 10 jam untuk tiba di jakarta.


...----------------...


di rumah sakit Citra kusuma..


Sindi sedang berbaring dengan memegangi tangan ibunya, keringat membasahi keninggnya " bu..apakah Brian sudah jalan pulang? "


Bu Juliana tersenyum pada putrinya " Dia sudah naik pesawat.. barusan dia ngirim pesan pada Tanti "


Sindi menggigit Bibirnya, menikmati sakit yang mulai terasa , dia mengelus perutnya sendiri " sabar nak.. papah segera pulang..!"


tetapi anak dalam kandungan mana mendengar. perus Sindi semakin terasa mulas, dokter pun bergegas mempersiapkan persalinan, infus, tranfusi darah dan peralatan lain di siagakan.


...----------------...


di pesawat..


Tiba - tiba awan yang tadinya cerah mulai berubah menjadi hitam, angin mulai bertiup kencang, tanda - tanda badai akan datang.


pramugari yang melihat itu ,menenangkan penumpang " tetap tenang semuanya.. kenakan sabuk pengaman kalian dan ikuti instruksi kami !!"


suasana di dalam pesawat mulai tegang, ada yang berdoa , ada yang menangis , ada juga yang jungkir balik..😜😜😂


...----------------...


di rumah sakit Citra Kirana..


Sindi menarik dan mengeluarkan napasnya sesuai intruksi dokter " huh..hah..hah..huh..!"

__ADS_1


" ya bagus seperti itu nona Sindi.. tarik napas lagi.. kemudian Buang !" dokter terus memberikan instruksinya.


di luar ruangan , Tanti ,kedua orang tua Brian, dan kedua orang tua Sindi harap - harap cemas, apa lagi ibu Brian yang menantikan kehadiran cucu pertamanya , dia mondar - mandir sambil mulutnya komat - kamit membaca do'a.


...----------------...


di pesawat..


Kondisi semakin tidak terkendali, pesawat tidak bisa menahan badai tersebut, badan pesawat mulai robek.


suara jeritan mulai terdengar.


argh..


tolong..


tuhan aku masih ingin hidup..


arghhh...


Brian mulai kalut, tangisnya pecah " tuhan mengapa engkau tidak mengijinkan aku bertemu anakku dulu .."


...----------------...


di Rumah sakit Citra kirana..


" oe...


" oe...


" oe..


walaupun Brian tidak bisa menemaninya ,tetapi dia bersyukur bisa melahirkan buah cinta mereka.


di luar ruangan tidak kalah heboh, Dua besan yang dulunya pernah berseteru, sekarang mereka berpelukan sambil tersenyum, karena cucu mereka telah lahir.


Sindi kemudian di pindahkan di ruang rawat inap, VIP tentunya.


Tanti menggenggam tangan Sindi " selamat yah sin.. "


Sindi tersenyum " terima kasih.. tinggal giliran kamu nanti .."


Tanti tersenyum kecut " iyah.. aku juga ingin menjadi seorang ibu setelah ini !"


mereka semua berbahagia setelah kelahiran bayi tersebut.


di luar David sedang menerima telepon " apa.. !, Asahi kamu jangan bercanda !!!"


di seberang telepon Asahi menjawab dengan gusar " David.. apa aku harus bercanda di saat seperti ini !, aku serius ."


Asahi tidak tahu harus berbuat apa, saat dia menerima berita tentang jatuhnya pesawat yang di tumpangi Brian oleh asistennya, dia langsung ke maskapai penerbangan tersebut untu memastikan.

__ADS_1


dan sayangnya kabar itu benar, Saat pesawat di atas laut terjadi badai besar, sehingga mengakibatkan pesawat kehilangan keseimbangan dan jatuh.


David menutup teleponnya, di teduduk di lorong rumah sakit, dia tidak tahu harus menjelaskan dari mana pada keluarga Brian, apa lagi kedua istrinya.


di memijat pangkal hidungnya, air matanya tiba - tiba menetes, orang yang dia hormati, orang yang dia kagumi, kenapa harus mengalami nasib buruk seperti itu.


tiba - tiba pintu ruangan rumah sakit terbuka " David kenapa kamu duduk di lantai ? dan kamu.. menangis ?!"


David terlonjak kaget ,dia menyeka air matanya " en.. enggak kok aku gak menangis.., kamu kok keluar Tan ?"


" David aku tahu kamu dari kecil !, kamu tidak bisa membohongiku, ceritakan masalahmu ,siapa tahu aku bisa membantu " Tanti tersenyum tulus dan jongkok di hadapan David.


David tidak ingin merusak suasana bahagia itu, tetapi dia harus menceritakannya, karena cepat atau lambat keluarga Brian juga pasti tahu.


David menatap mata Tanti " tapi janji kamu harus tetap tenang saat mendengar ini Tan !"


Tanti mengerutkan keningnya " maksud kamu apa sih ?"


" aku serius Tan !, kamu harus tenang saat mendengar ini !" David memsatikan lagi.


Tanti teraenyum " iya.. iya ..aku janji !"


David tidak memberitahu Tanti langsung, dia membuka ponselnya dan mencari web resmi maskapai penerbangan yang di tumpangi Brian.


Benar saja di sana sudah di rilis, pernyataan jika pesawat phoenix 0057 telah mengalami kecelakaan, dan di bawah tertulis nama - nama penumpang dan awak pesawat.


David memberikan ponselnya pada Tanti " lihatlah..!"


Tanti menatap David, dia menerima ponsel itu, kemudian membacanya " kecelakaan pesawat, apa hubungannya dengan mas..."


Belum selesai bicara Tanti pada David, dia melihat nama Axel Brian tercantum di rilis daftar penumpang , dia langsung histeris.


" Tidak... tidak.. ini tidak mungkin . David berita ini bohongkan ?!, katakan padaku ini bohong David !!!" Tanti menggeleng - gelengkan kepalanya dan berteriak .


Air matanya mulai bercucuran membasahi pipinya , David bergegas memeluknya " kamu tenang yah Tan.. mereka semua masih di cari ,aku yakin Tuan Axel akan selamat ,kamu percaya padaku !"


" Tidak David.. ini tidak mungkin .. huhuhu.. " Tanti menangis dalam pelukan David.


Orang tua Brian yang mendengar teriakan Tanti bergegas keluar .


Bu Risma mengerutkan keningnya saat melihat David sedang memeluk Tanti yang terduduk di lantai " Ada apa ini David ?"


" begini nyonya .." Sebelum david menjelaskan , Tanti histeris lagi.


" Brian.. Brian.. jangan tinggalkan aku huhuhu.. !"


pak seto menegur David " kenapa dengan Brian nak David ?!"


" Tu..Tuan Axel mengalami kecelekaan pesawat ,Tuan besar.. " David berkata dengan lesu.


" jangan bercanda kamu David !!" Bu risma yang biasanya tenang dia membentak David.

__ADS_1


David menggeleng tidak berdaya, kemudian dia mengambil ponselnya yang jatuh dari tangan Tanti dan memberikan kepada kedua orang tua Brian.


Mereka membaca berita yang ada di ponsel tersebut, seketika kedua orang tua Brian terduduk lemas, Bu Risma langsung pingsan di tempat, sementara pak seto panik melihat isteinya seperti itu.


__ADS_2