
Brian mau tidak mau menuruti keinginan Aisyah, karena dia tidak mau membuat Tuan Husen kecewa.
" Jadi kita mau makan dimana?" Tanya Brian datar.
Viona tersenyum ke arah Brian " Kamu ikut saja, nanti juga tahu "
Brian menganggukan kepalanya " Baiklah.."
Mereka kemudian Menuju tempat yang di siapkan Aisyah, Brian tidak bertanya pada Aisyah, Dia menurut saja akan di bawa kemana.
setelah beberapa Menit Mereka sampai di Lunar Resto, Restoran tersebut merupakan Restoran yang menyajikan makanan indonesia .
Aisyah berpikir jika dia membawa Brian ke tempat tersebut dia akan menyukainya, karena menurut Wulan Brian sangat suka dengan makanan indonesia.
Mungkin Wulan benar, tapi setelah Brian beberapa kali keluar negeri dia juga mulai terbiasa dengan makanan di negara - negara tersebut. intinya Brian tidak pernah pilih - pilih makanan.
Aisyah mengajak Brian memasuki Restoran tersebut, Aisyah sengaja memesan Ruangan Vip agar membuat Brian nambah nyaman.
Aisyah memberikan daftar Menu pada Brian , Brian tercengang saat melihat daftar menu tersebut.
yang lebih membuat Brian tercengang adalah harganya ,
satu porsi Tempe Oreg \=> 100 Riyal. \= 400.000 Rupiah
Rendang jengkol \=> 300 Riyal.
telur Asin \=> 10 Riyal per butir.
Dan masih banyak lagi.
Brian tidak tahu harus tertawa atau menangis, jika dia membeli tempe oreg di warteg dengan uang 400.000 sampe baskom - baskomnya mungkin di suruh bawa pulang.
Tapi itulah indonesia , Barang atau makanan yang murah di negeri ini, menjadi Mewah di luar sana.
Mungkin karena kondisi keuangan atau..Entahlah...
Aisyah mentap Brian dengan senyum manisnya " kamu suka tidak Brian ?"
Brian tersenyum kecut , Bukan masalah suka atau tidak, mungkin Brian bangga karena Makanan indonesia go internasional.
tetapi di sisi lain dia miris melihat kenyataan tersebut .
" suka kok , aku tidak tahu jika di sini ada Restoran masakan Indo." Brian berkata dengan jujur.
Aisyah menjawab dengan santai " Restoran ini baru beberapa tahun berdiri, mereka memanfaatkan Lokasi dekat Universitas Karena sekarang banyak orang Indo studi di sana "
Brian mengangguk - anggukan kepalanya " oh.. begitu "
__ADS_1
Mereka kemudian memesan makanan tersebut, Aisyah sangat menikmati makanannya karena di temani Brian.
Mereka sesekali Berbincang, tapi Brian selalu mengalihkan pembicaraan saat Aisyah mencoba menggoda Brian.
karena Brian tidak mau terlalu dalam mengenal Aisyah, pasalnya Brian akan tinggal lama di Qatar.
dia harus belajar bagaiman caranya mengelola minyak mentah dan mendistribusikannya.
setelah selesai makan Aisyah mengajak Brian jalan - jalan, Brian tidak tahu harus berbuat apa , mau menolak takut jadi masalah ,kalau ikut dia takut hubungannya nambah parah.
lagi - lagi Brian dilema saat bersama Aisyah.
Aisyah yang melihat Brian begitu pendiam bertanya " apakah kamu tidak senang jalan denganku Brian ?"
Brian menggeleng " bukan seperti itu Aisyah, aku hanya sedang memikirkan Lelang nanti " ucap Brian mengelak.
Aisyah tersenyum " kamu tenang saja, kalau ada ayah bersamamu semuanya pasti beres "
Aisyah sebenarnya tahu jika Brian mencoba menghindar darinya, tapi karena kedekatan Brian dengan Ayahnya Brian mencoba untuk menyenangkan hatinya.
Tapi Aisyah tidak keberatan, walaupun Brian secara terpaksa jalan dengannya, setidaknya dia punya kesempatan untuk mendekati Brian.
" Sekarang kita akan kemana lagi ?" Tanya Brian pada Aisyah.
Aisyah menjawab " kamu kembali ke Hotel saja, aku ada kuliah siang ini "
Aisyah mengangguk, mereka kemudian memasuki mobil dan mengantar Brian ke hotelnya, setelah sampai Hotel ,Brian turun dan melambaikan tangannya " Hati - hati di jalan !"
Aisyah hanya tersenyum, saat mobil sudah meninggalkan Brian Aisyah bergumam " mungkin kamu masih belum menganggapku Brian , tapi ..aku tidak akan menyerah begitu saja !"
dua hari Brian di lalui dengan Aisyah, dia selalu menemaninya kemanapun dia mau, Lagi pula Brian juga belum ada kerjaan sebelum dia membeli perusahaan yang akan di lelang.
Acara Lelang pun tiba, Brian di jemput Tuan Husen dan orang - orangnya, pasalnya Tuan Husen selalu di jaga body guardnya 24 jam full.
Mereka kemudian memasuki Aula perusahaan tempat lelang tersebut.
semua orang tercengang saat orang nomor satu di Qatar hadir di acara kecil seperti itu.
" astaga Tuan Husen juga datang !"
" sudah ketebak siapa yang akan mendapatkan Petromas !"
" nampaknya kita harus mundur lebih awal "
" ya kamu benar, tidak ada gunanya melawan orang yang duitnya kek air !"
para pebisnis kecil hanya bisa mendesah, karena mereka tidak bisa bersaing dengan Tuan Husen.
__ADS_1
Tuan Husen langsung di antar ke tempat duduk Vip yang sebelumnya di siapkan untuk pemilik perusahaan tersebut.
Sementara Brian lebih memilih duduk Di sudut dengan Aisyah yang menemaninya.
Karena dia tidak ingin terlihat menonjol.
" Tuan Husen , jika anda tertarik dengan perusahaan kami kenapa tidak bilang, kalau anda bilang kami tidak akan melelangnya " pemilik Petromas bebicara dengan Sopan.
Tuan Husen menggeleng " saya hanya mengantar seseorang , saya juga tidak akan ikut menawar "
Pemilik Petromas terheran - heran, orang seperti apa yang di maksud Tuan Husen.
tapi dia segera menyadari, jika Tuan Husen Rela membuang waktu untuk mengantarnya ,bukankah orang tersebut penting.
Semua orang yang mendengar ucapan Tuan Husen tersenyum, pasalnya mereka bisa bersaing untuk mendapatken perusahaan tersebut.
Lelang pun akhirnya di mulai. pembawa Acara memperkenalkan perusahaan tersebut terlebih dahulu sebagai pembukaan.
Pembawa acara kemudian memberi harga pertama " Baiklah mari kita mulai dari 1 juta Riyal !"
" 1 juta 5 ratus !"
" 1 juta 6 ratus !"
" 1 juta 7 ratus !"
" 2 juta 5 ratus !" suara dari belakang bangku Vip Tuan Husen membuat hening sejenak.
semua orang menatap ke arah suara rersebut .
" Ya ampun.., Tuan Husen tidak ikut , Tuan Maher malah ikut !"
" pupus sudah harapanku !"
" sudahlah aku menyerah !"
" ya lebih baik diam saja !"
Semua orang hanya bisa pasrah ,pasalnya Maher hanya satu tingkat di bawah Husen kekayaannya, jadi dia juga begitu di kenal.
Maher ikut menawar karena mendengar Husen tidak akan menawar, jadi dia tersenyum lega. dia tidak tahu jika masih ada Brian yang akan mengacaukan rencanya.
pembawa acara kemudian berkata " apakah ada lagi yang mau menawar ?
" 2 juta 5 ratus pertama !"
" 2 juta 5 ratus ke dua !"
__ADS_1
saat Pembawa Acara akan mengetuk palu , terdengar suara dari kursi belakang " 3 juta 5 ratus !!!" Brian berteriak kencang.