
Mira tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa, dia juga tidak tahu jika Brian akan begitu Bringas saat di ranjang, apa lagi sekarang Brian di beri obat perangsang olehnya.
Jika Mira tahu Brian bisa menghajar ke empat istrinya sampai pagi ,mungkin dia akan sedikit ketakutan.
tapi nasi sudah menjadi bubur, Mira telah membangunkan harimau yang sedang tidur.
Brian langsung menerjang Mira, rasa lelah yang Brian rasakan dalam pekerjaan semuanya hilang .
Brian mrngecup Bibir Mira dengan ganas, Mira yang awalnya menikmati mulai gelagapan.
Brian seolah tidak memberikan napas untuk Mira beristirahat , Tangan Brian mulai bergerilya kesana kemari.
Brian kemudian menarik Handuk yang menutupi tubuh polos Mira, dengan sekali Hentak ,handuk terlepas memperlihatkan tubuh indah Mira.
Setengah jam melakukan fore play , Brian mulai membuka seluruh pakainnya, dia kemudian mengarahkan pusakanya di depan selongsong Mira.
Selongsong Mira yang sudah basah oleh Cairan cintanya begitu mudah untuk di masuki pusaka Brian.
Mira mulai melenguh " emmm..uhhhh.."
Brian sebenarnya masih sedikit tersadar , dia tahu kalau tindakannya salah , tapi Gairah mengalahkan logikanya.
perasaan senang, marah , Gelisah semua melebur jadi satu menjadi gairah yang menggebu - gebu.
karena perasaan marahnya Brian bermain dengan kasar, dia tidak memanjakan Mira sama sekali.
Mira masih menikmati Permainan Brian saat baru satu jam pertempuran.
tapi dua jam kemudian, dia mulai merasakan sedikit ngilu walau masih menikmatinya.
tiga jam kemudian Mira mulai panik ,karena Brian makin tambah Bringas.
empat jam kemudian Mira meminta berhenti tapi Brian tidak menggubrisnya.
dia masih memompa Mira dengan wajah tanpa expresi.
saat lima jam Mira mulai mengetahui jika Brian sedang memberi pelajaran padanya , Mira terisak di sela pompaan Brian " Tuan Axel sudah cukup ,hiks..hiks..hiks.."
Brian menyeringai " bukankah ini yang kamu mau, ayo lanjutkan satu hari penuh !"
__ADS_1
Brian tidak memberi ampun pada Mira, dia terus memompa selongsong Mira tanpa memikirkan keadaan Mira.
Mira sudah terkulai lemas, Air mata dan pelumasnya sudah habis, hingga yang dia rasakan bukan kenikmatan malah Rasa sakit yang mulai menyerang selongsongnya.
Mira sangat menyesal karena dia telah menggoda pria yang salah.
entah sudah berapa kali Mereka melakukan pertempuran tersebut.
Brian memompa Mira hingga jam 12 siang.
Mira terkulai Lemas tanpa bisa bergerak sedikitpun, walaupun dia pernah bertarung sebelumnya ,tapi paling lama hanya 2 jam.
itupun Mira sendiri yang mengusai permainan, berbeda dengan sekarang ini.
Brian kemudian kedapur membuat makanan dan membawa ke mira untuk menyuapinya.
" makanlah ! " Ucap Brian datar.
Mira hanya bisa tersenyum, setidaknya Brian masih perhatian dengannya.
Tapi saat Makanan sudah habis ,Brian membuat Mira terkejut " kita lanjutkan !!"
Mira memebelalakan Matanya " Tu..Tuan Axel aku sudah Lelah, besok saja kita lanjutkan Lagi " ucap Mira memohon.
Mira di bopong Brian ke kamar Mandi, Mira Merasakan nyeri saat tubuhnya bergerak, tapi karena dia sudah lemas , dia hanya bisa pasrah.
Brian menggarap Mira di kamar Mandi, tangisan Sendu Mira bagaikan sebuah lagu pengiring kenikmatan buat Brian.
Mira benar - benar di buat Mati Rasa oleh Brian , pasalnya Brian menggarap Mira Sampai jam 6.
Mira dimandikan Brian dan dia baringkan di ranjang.
Brian kembali menyuapi Mira , tapi Mira menepis sendok tersebut " apa kamu puas Tuan Axel ,Hiks ..hiks..hiks.."
Brian menatap Mira dengan datar " bukankah seharusnya aku yang bertanya padamu ?, apa kamu puas dengan pelayananku, apa aku masih perlu meminum obat perangsang ?"
Mira menghapus Air matanya " Tuan Axel, aku hanya ingin menemani malammmu ?"
" Menemani malamku ?, apa aku pernah meminta itu ?" Brian mencengkram Mulut Mira.
__ADS_1
" tanpa di temanipun istri - istriku sudah cukup untukku !, siapa yang menyuruhmu !" Brian mulai meninggikan suaranya.
" a..apa maksud kamu Tuan Axel ?!" Mira masih mencoba mengelak.
Brian kemudian memperlihatkan sebuah kamera yang merekam kejadian mereka " apa kamu masih mau mengelak ?"
Mira terkejut saat melihat kamera yang sudah dia sembunyikan berada di tangan Brian.
" Jawab !!!, siapa yang menyuruhmu !!!" Brian membanting kamera tersebut ke lantai apartemen.
" Bruaaaakkkkk!!" suara Kamera hancur menyentuh lantai.
Mira terlonjak kaget , dia juga sangat takut saat melihat expresi Brian yang begitu Marah.
" se..sebastian Sasongko yang menyuruhku Tuan Axel " Mira berkata dengan lemah.
Brian mengepalkan tangannya dan Bergumam " Bajingan itu, harusnya aku menghancur leburkan keluarganya !"
Mira benar - benar ketakutan, pasalnya dia juga tahu siapa Brian, jika bukan karena ancaman Sebastian yang akan menyebarkan Video keperawanannya yang di ambil oleh pacarnya, dia mungkin akan berpikir lagi untuk menyetujui rencana tersebut.
walau tidak di pungkiri jika Mira memang mengidolakan Brian, tapi dia tahu kapasitasnya.
Brian kemudian mengambil Piring makanan yang dia letakan di meja dan menatap Mira dengan perhatian " makanlah.. maaf aku telah kasar padamu "
Bukannya menerima suapan Brian, Mira malah menghambur memeluk Brian walau tubuhnya masih terasa sakit " Tuan Axel.. tolong jangan tinggalkan aku , aku rela jadi istri gelapmu asal jangan tinggalkan aku !"
" Mira... kamu makan dulu, baru kita bicarakan ini lagi oke !" ucap Brian tulus.
Mira kemudian melepaskan pelukannya, dia memakan suap demi suap nasi yang Brian sodorkan.
setelah selesai makan , Bria bertanya " kenapa kamu nekad seperti ini ?"
Mira terdiam, dia tidak tahu harus menjelaskan dari mana.
Brian memegang tangan Mira dan mengecup puncak kepalanya " ceritakan, aku akan mendengarkan semuanya " Brian berkata dengan lembut.
Hati Mira terasa hangat karena perlakuan Brian, dia menggenggam erat tangan Brian dan menjelaskan semuanya.
Brian Menghela napas " Aku akan menyelesaikan semua masalahmu, tapi... apa kamu bisa melupakan kejadian ini Mira ?!"
__ADS_1
Mira tertegun saat Brian mengucapkan kalimat tersebut. Dia sebenarnya tidak ingin melepaskan Brian, tapi Mira tahu jika kesenjangan di antara mereka begitu jauh.
Mira menunduk Lesu dan mengangguk, dia tidak bisa berbuat banyak ,karena kejadian tersebut juga sebagian dari salahnya.